
Tiba tiba ibu mertuanya menatapnya, dan langsung menghampirinya." Eh, apa benar kamu ibu mertuaku?." Tanya Ayana untuk memastikannya, bahwa ingatannya benar.
Ibu mertuanya langsung melipat kedua tangannya." Tentu saja aku ibu mertua mu. Apa kau sudah melupakanku?." Jawabnya sekaligus bertanya, dan sedikit menggertaknya.
"Dari mana kau. Habis selesai tidur enak, dan melupakan pekerjaan rumah mu itu?." Tanya ibu mertuanya kembali.
"Maafkan aku bu. Aku sedikit lelah, karena baru pulih dari Rumah Sakit. Sebab itu, sedikit kelelahan bu." Jawab Ayana dengan lembut.
"Halah, jangan banyak alasan deh. Cepat bilas piring kotor di dapur sana. Banyak piring disana. Cepat!." Tegas ibu mertuanya, langsung memerintahkannya.
"Baik bu. Ayana akan langsung membersihkannya." Ucap Ayana menurut, dan menuju dapur.
Setelah Ayana pergi." Aku tidak akan baik baik kepada dirinya. Masa aku harus akting jadi baik dengannya. Iyyuh, jijik banget." Ucap ibu mertuanya, langsung masuk ke kamarnya dan menutupnya dengan keras, agar Ayana mendengarkannya.
Di dapur. Ayana mendengarkan suara pintu di tutup dengan keras. Dan membuat Ayana sedikit terkejut." Astaga. Sekarang aku tahu, kenapa ibu mertuaku tidak menyukaiku. Pasti karena aku jelek begini." Ucap Ayana langsung membilas piring kotor, tanpa tongkat, karena ia sudah bisa berjalan dengan baik.
__ADS_1
Setelah beberapa menit, Ayana menyelesaikan pekerjaannya. Ia pun langsung duduk di kursi dapur, sambil mengusap keringatnya yang bercucuran.
"Fyuh, lelahnya ya tuhan. Apa pekerjaan rumah ini, akan aku kerjakan setiap harinya, tanpa di bantu oleh siapapun. Astaga." Ucap batin Ayana langsung mengerutkan keningnya.
"Lebih baik, dulu aku tidak perlu menikah. Dengan begitu, aku akan bahagia dengan kesendirianku, bersama ibu." Ucap Ayana menahan air matanya.
"Sudahlah. Cengeng banget sih kamu Ayana. Kamu harus kuat, seperti diri mu yang dulu." Langsung mengusap air matanya yang hampir jatuh, dan langsung mengerjakan pekerjaan yang belum selesai, yaitu membuat makan malam.
"Aku mau masak apa ya. Yang membuat ibu, suamiku, dan anakku senang?." Tanyanya kepada dirinya sendiri, dan langsung mengecek bahan makanan di kulkas.
"Dan kebetulan ada ayam juga. Aku akan membuat ayam pedas manis deh. Dengan begitu, mereka akan menyukainya." Bahagia Ayana langsung memasak untuk makan malam dari sekarang.
Saat Ayana sedang memotongi wortel. Tiba tiba ada yang memanggilnya, dan menghampirinya. Ia adalah Kayra yang baru bangun.
"Ma." Panggil Kayra langsung menarik pakaian Ayana dari bawah.
__ADS_1
Sontak Ayana langsung menatap Kayra yang ada di bawahnya." Eh, sayang. Kenapa kamu sudah bangun. Kamu kan masih kelelahan?." Tanya Ayana kepadanya.
Kayra langsung duduk di hadapan Ayana. Dan menatapnya." Kayra hanya merindukan mama saja. Karena tadi mama tidak ada di sampingku. Jadi Kayra datang ke sini deh, dan ternyata mama sudah ada disini." Jawab Kayra dengan bahagia.
"Omong omong, mama sedang membuat apa ma?." Tanya Kayra balik.
"Mama mau memasak sayur capcay, dan ayam pedas manis sayang." Jawab Ayana sambil memotongi wortel tersebut.
"Wah, sayur capcay kesukaan ku mah. Apa mau Kayra bantu?." Tanya kembali.
"Kamu duduk saja, dan lihat mama saja. Jangan bantu apa apa, nanti kamu kelelahan dan mungkin saja tangan kamu akan terluka. Jadi, biar mama saja ya sayang." Jawab Ayana tersenyum bahagia.
"Baiklah ma. Kalau begitu Kayra akan jadi patung saja." Jawab Kayra tertawa.
"Oh ya ma. Sepertinya tadi Kayra mendengar suara nenek. Apa nenek sudah pulang?." Tanyanya kembali, sambil meminum air putih.
__ADS_1
"Nenek,