
Saat Ayana mau duduk, tiba tiba ibunya memanggilnya." Ayana, mari kita makan bersama." Ucap ibunya dari dapur.
"Iya bu." Jawab Ayana menahan sakit kepalanya.
"Kamu harus kuat Ayana. Kamu harus kuat, dan lawan semua masa lalu ini." Ucap batin Ayana langsung bersikap seolah olah tidak sakit, dan langsung menuju dapur.
Sesampai dapur. Ia langsung tersenyum." Apa ibu sudah menyiapkan makan malam?." Tanya Ayana langsung duduk di kursi.
"Ibu tadi sudah memasak, dan ibu akan mengeluarkannya dari rak makanan." Ucap ibunya langsung mengambil sayuran dan makanan yang ada di rak penyimpanan.
"Kalian duduklah." Ucap ibunya.
"Terima kasih banyak bu." Kata Evano langsung duduk di samping Ayana.
"Kamu kenapa sayang, kelihatannya ada yang aneh dari wajah kamu?." Tanya Evano menatap wajah Ayana.
"Eh, aku tidak apa apa kok sayang. Aku hanya lelah saja." Jawabnya langsung tersenyum, untuk menutupi sakitnya.
"Baiklah, dan jangan menyembunyikan apapun dariku. Kamu mengerti." Ucap Evano mengelus tangannya.
"Iya." Menganggukkan kepalanya.
"Makanan sudah datang, dan kalian nikmatilah makan malam ini." Ucap ibunya langsung meletakkan makan malam di atas meja.
"Mari kita makan bersama sayang." Duduk di hadapan Ayana dan Evano.
Merekapun langsung menikmati makan malam mereka bersama. Selesai makan malam, Evano pun berpamitan untuk pulang." Bu, aku pulang dulu ya bu. Karena di rumah ada Kayra yang sudah tertidur. Gapapa bu." Langsung menyalam tangan ibu mertuanya.
"Gapapa nak, asalkan Ayana menginap disini, dan biar dia mengetahui tentang sekitarannya." Jawab ibunya mengelus rambut Evano.
"Istriku, aku pulang dulu ya, dan jaga diri mu disini ya sayang." Mengelus pipi Ayana.
"Iya sayang. Kamu hati hatilah." Tersenyum Ayana langsung melambaikan tangannya.
__ADS_1
Evano pun langsung pergi dari rumah tersebut, dan kembali ke rumahnya. Setelah Evano pergi." Yuk sayang, kita ke kamar kamu dulu." Ucap ibunya langsung menutup pintu rumah dan menatap Ayana.
"Aku disini dulu, gapapa kan bu. Aku belum bisa tidur. Ibu tidurlah duluan, dan jangan mengkhawatirkan aku." Jawab Ayana mengelus tangan ibunya.
"Baiklah sayang. Kalau ada apa apa, panggil langsung ibu." Ikut mengelus tangan Ayana.
"Baik bu." Ikut tersenyum.
Ibunya pun langsung masuk ke kamarnya dan meninggalkan Ayana di ruang tamu. Ayana pun langsung duduk di sofanya dan mengelus sofa tersebut. Tiba tiba, ia mengingat sesuatu kembali.
"Anakku, jangan menikah dengannya karena ibunya itu tidak baik." Ucap ibu kandung Ayana.
"Dia baik bu. Aku selalu di puji dan di sayang oleh ibunya. Mana mungkin ibunya jahat." Ucap Ayana melawan ibunya.
"Ibu pernah melihat ibunya menjelekkan mu di belakang sayang. Jadi ibu hanya memberi yang terbaik untukmu. Dengarkan ibu sekali ini saja sayang." Ucap ibunya berwajah jujur.
"Ibu tidak tahu kalau aku sangat menyayanginya. Jadi ibu jangan melarang ku seperti ini!." Tegas Ayana memarahi ibunya sendiri.
Ibunya menangis." Hiks, hiks. Jika memang itu yang kau inginkan. Pergilah, dan jika yang ibu katakan itu benar. Pulanglah nak." Ucap ibunya menangis.
Kembali ke sekarang." Argh, ingatan apa lagi itu." Ucap Ayana kembali merasakan sakit kepala yang hebat.
"Tahan Ayana, tahan semua ini." Ucap Ayana memegang kepalanya dan mengerutkan keningnya.
Tiba tiba ia tidak pusing kembali." Eh, kenapa pusingnya tiba tiba hilang. Apa aku sudah bisa menghalangi pusing ini. Tapi, syukurlah aku bisa menghindari sakit kepala ini." Ucap batin Ayana.
"Aku sekarang ingat, aku ingat kalau aku benar benar pernah berada disini. Dan dia adalah ibuku. Aku sudah mengingat semuanya. Tinggal satu yang belum ku ingat, yaitu ibu mertuaku. Aku harus cepat datang kesana besok, agar aku bisa mengingat sisa ingatanku." Ucap batin Ayana serius.
"Maafkan aku bu. Apa benar, pernikahanku ini adalah pernikahan yang tidak di inginkan oleh ibu. Maafkan aku bu." Ucap Ayana menetaskan air matanya, karena ingatannya yang berada di rumah lama, akhirnya kembali.
"Tapi aku masih bingung, kenapa ibu sedih dengan pernikahanku ini. Besok aku akan mencari semuanya, di rumah ibu mertuaku." Ucap Ayana menutupi wajahnya dengan tangannya.
"Sudahlah Ayana, kau harus cepat tidur. Mending aku tidur di sofa ini aja deh. Kebetulan disini sangat nyaman juga." Ucap Ayana langsung berbaring di sofa tersebut dan meletakkan tongkat di sampingnya.
__ADS_1
Ayana pun langsung tertidur di ruang tamu. Tengah malam pun tiba. Dimana ibunya bangun, untuk meminum air putih. Karena lampu rumah tersebut di matikan, ibunya tidak tahu kalau Ayana tidur di sofa.
Ibunya pun langsung ke dapur, untuk meminum segelas air." Segarnya. Bagaimana dengan anakku ya. Apa dia sudah tertidur?." Tanyanya sendiri langsung menuju ruang tamu.
Di ruang tamu. Ibunya langsung melihat Ayana yang tertidur dengan nyaman." Eh, anakku tidur disini rupanya. Astaga, dia pasti kedinginan. Aku harus mengambilkannya selimut." Ucap batin ibunya langsung berlari ke kamar, untuk mengambil selimutnya.
Setelah mengambil selimutnya. Ibunya pun langsung menghampiri Ayana kembali dan menyelimuti Ayana yang tertidur." Maafkan ibu ya sayang. Karena ibu tidak bisa membahagiakan kamu." Mengelus rambut Ayana dengan lembut.
"Ibu akan melakukan hal yang membuat kamu bahagia, dan besok, ibu akan langsung membuat sarapan yang kamu sukai. Kalau begitu, ibu duluan sayang, dan selamat malam." Mengecup kening Ayana dan masuk ke kamarnya.
Keesokan paginya. Dimana Ayana baru bangun, dan ibunya sudah membuat sarapan di dapur. Ayana langsung terbangun, karena mencium aroma makanan yang sangat harum." Ehm," Mengusap matanya yang masih lengket.
Ayana pun langsung duduk, dan melihat dirinya yang di selimuti." Eh, sejak kapan aku di selimuti begini?." Tanyanya kepada dirinya sendiri.
"Pasti ini semua ibu yang melakukannya." Ucap Ayana langsung berjalan menuju dapur, dengan tongkatnya.
Sesampai dapur." Pagi bu." Sapa Ayana duduk di kursinya.
"Pagi juga sayang. Baru bangun." Jawab ibunya sekaligus bertanya.
"Iya bu. Oh ya bu, apa ibu yang menyelimutiku?." Tanya kembali Ayana.
"Iya sayang. Mama lihat, tadi malam kamu tidur di ruang tamu. Jadi mama selimuti aja deh kamu, takutnya kamu kedinginan lagi." Jawab ibunya tersenyum, sambil membuat sarapan yang belum siap.
" Ibu masak apa hari ini?." Tanya kembali Ayana sambil memainkan gelas yang ada di hadapannya.
"Ibu membuat sarapan yang kamu sukai sayang. Kamu pasti akan sangat menyukainya." Jawab ibunya bahagia.
"Oh ya bu, dimana kamar mandi. Aku mau membilas wajah dulu?." Tanyanya.
"Di sebelah kanan, dekat kamar ibu sayang. Disana kamar mandinya." Jawab ibunya.
"Baik bu." Kembali berdiri dan menuju kamar mandi dengan perlahan lahan.
__ADS_1
Saat Ayana sedang masuk ke kamar mandi, tiba tiba,