Marriage Is Not Beautiful

Marriage Is Not Beautiful
Episode 105: Pemakaman


__ADS_3

"Kamu lagi baca surat ini kan, aku hanya mau bilang, kalau aku sayang kamu. Aku bersyukur kamu ada disisi aku sayang. Semoga kamu selalu tahu, betapa aku sangat mencintaimu. Kita sering kali bertengkar karena masalah yang sepele. Aku minta maaf ya, aku suka besar besarin masalah dan bikin kamu jadi makin lelah, dan harus menerima semua cacian dari ibuku."


"Tapi kamu jangan pernah lupa, di antara banyaknya manusia, masih tetap kamu satu satunya yang paling aku cintai."


"Soal aku selingkuh dengan Lia, itu semua hanya kebohongan. Sebenarnya aku membohongi kamu, agar kamu menjauh dariku, dan cepat menceraikanku. Aku tidak mau kamu terus berada di nerakaku. Maka sebab itu aku akting selingkuh dengan Lia, agar kamu cemburu dan cepat menceraikan aku sayang. Sebenarnya yang ada dihati aku itu, hanya kamu seorang. Sampai kapanpun, tidak akan pernah tergantikan. Walau aku mati nanti, aku tetap akan mengingat kamu sayang."


"Enggak mudah untuk kita sampai di titik ini, Enggak mudah untuk kita bisa saling memahami. Semuanya butuh proses yang panjang, sampai akhirnya kita memutuskan untuk saling berpisah. Aku sangat bahagia karena ada kamu disisi aku, yang sudah menemani masa masa pahitku dulu."


"Aku sangat berterima kasih kepada kamu, atas segala kenangan yang kamu berikan buat aku. Sehat selalu buat kamu sayang, dan semoga kamu mendapatkan pria yang lebih baik dari aku. Dibukuku tertera kamu adalah yang paling terbaik dalam hidupku."


"Salam Evano." Isi surat yang ditulis langsung oleh Evano.


"Sayang, kenapa kamu gak bilang dari awal. Kalau kamu melakukan ini semua demi aku, kenapa kamu gak cerita soal kepedihan kamu. Kenapa kamu secepat ini ninggalin aku. Kamu kenapa jahat banget sama aku. Kamu jahat." Tangis pecah kembali Ayana, sambil memeluk kertas yang ditulis oleh Evano.


"Evano bangun Evano. Aku bakal rujuk lagi sama kamu, tapi kamu bangun sayang. Kamu bangun, ini gak mungkin, ini gak mungkin." Teriak Ayana masih tidak menyangka kalau Evano akan meninggal di waktu yang tidak tepat.


Suster pun datang, dan langsung menenangkan Ayana yang menangis dengan deras, dan gemetaran.


"Mari saya antar kakak duduk di luar kak. Jangan sedih lagi kak, ini semua sudah ajal yang diatas. Kita harus ikhlas." Ucap suster tersebut, menenangkan Ayana dengan tenang.


Di luar rumah sakit, Ayana terus meneteskan air matanya tanpa henti. Dan ia sambil menggigiti jarinya. "Kenapa kamu secepatnya ini ninggalin aku sayang. Aku masih cinta sama kamu, aku benar benar cinta sama kamu sayang. Aku gak rela kamu meninggalkan aku secepat ini." Ucap Ayana yang masih gemetaran ketakutan.


"Aku memang harus menerima semua ini ya. Bahwa aku memang harus mengikhlaskan Evano dan ibu." Ucap Ayana sambil memegang rambutnya.

__ADS_1


Malam itu adalah malam yang paling menyedihkan bagi Ayana. Karena malam itu adalah malam yang sangat pahit bagi Ayana.


Keesokan paginya, dimana tiba hari pemakaman Evano dan ibu mertuanya. Dan semua sudah ada di pemakaman. "Kamu yang sabar ya sayang. Ini semua sudah takdir yang maha kuasa." Ucap ibunya menenangkan Ayana yang masih terus menangis, sampai sampai matanya bengkak.


"Ya Ayana, kamu harus terima semua ini. Ini semua sudah kehendak tuhan." Ucap Jae yang sudah ada di pemakaman tersebut, bersama Cuky.


"Papi, kenapa lalu secepat ini tinggalin Kayra. Kan papi janji, kalau papi mau terus berada disisi Kayra dan mama. Kenapa papi berbohong kepada kami." Ucap Kayra ikut menangis.


"Sabarlah sayang, kamu jangan nangis terus. Kamu pasti kuat, seperti mama kamu." Ucap Jae langsung menggendong Kayra dan menenangkannya.


Selesai pemakaman, semua orang mulai berpergian, dan hanya sisa Ayana, Jae, ibunya, Cuky dan Kayra.


"Mari kita pulang Ayana, agar kamu bisa memenangkan diri kamu di rumah." Ucap Jae.


"Baik ma, kalau begitu Kayra pulang dulu ya ma. Kalau ada apa apa, hubungi saja kami ya mama. Mama jangan sedih lagi." Ucap Kayra memeluknya dengan erat, dan mereka langsung pergi meninggalkan Ayana sendirian di pemakaman.


Setelah semua sudah pergi, dan sisa Ayana. "Sayang, smoga kamu tenang disana ya sayang. Kamu jangan sering melamun lagi, dan banyak pikiran. Karena di atas sana lebih membahagiakan, dari pada di bawah sini."


"Aku tidak akan pernah menikah lagi, dan hanya kamu seorang yang ada dihati aku. Aku mencintai kamu sayang." Ucap Ayana tersenyum, dan langsung berdiri, sambil memegang bucket bunga putih. Ia pun langsung meletakkannya, di atas pemakaman Evano, dan langsung pergi dari pemakaman tersebut, dalam keadaan masih terus menangis.


12 Tahun pun berlalu. Dimana Kayra sudah berumur 19 tahun, dan Ayana tetap masih memilih untuk menjanda. Karena hatinya akan tetap menjadi milik Evano.


Merekapun berziarah ke makam Evano berdua. Sesampainya," halo papa, kami datang untuk melihat keadaan papa sekarang. Bagaimana dengan papa sekarang. Pasti papa bahagia kan disana. Tentunya kami juga bahagia disini pa. Kayra sudah besar, dan Kayra bisa membiayai kehidupan mama dengan baik." Curhat Kayra langsung jongkok bersama Ayana.

__ADS_1


"Benar sayang, kami sudah bahagia disini. Dan kamu tahu Jae, sekarang Jae sudah memiliki keluarga baru. Dan mereka sangat bahagia sekarang." Curhat Ayana juga, sambil mengelus batu nisan tersebut.


Ayana pun kembali mengingat 5 tahun yang lalu, dimana Ayana di ajak makan bareng oleh Jae. Saat itu sudah berlalu kematian Evano, dan Ayana sudah mencoba iklhas dengan semuanya.


Merekapun langsung menikmati makanan mereka masing masing. "Bagaimana menurut kamu makanannya?." Tanya Jae sambil mengunyah makanannya.


"Cukup enak, tapi lebih enakan masakanku sih. Hahahah." Jawab Ayana tertawa tipis.


"Tentunya dong, masakan kamu tidak ada tanding pokoknya deh." Ucap Jae ikut tertawa juga.


Selesai makan, Ayana pun membersihkan bibirnya yang kotor. Dan langsung menatap wajah Jae. "Oh ya Jae, apa yang mau kamu katakan kepadaku. Sampai kamu mengajakku makan malam begini?." Tanyanya langsung.


"Sebenarnya, ada satu hal yang harus aku sampaikan kepadamu. Sebenarnya, selama ini, aku menyukaimu. Sejak pertama kali kita bertemu, aku benar benar mencintai mu Ayana. Aku ingin kamu menjadi orang yang terbaik bagi kehidupanku. Aku ingin kamu menerima Cuky sebagai anak kamu juga. Dan kita hidup bersama. Apa kamu menikah denganku." Ucap Jae serius, dan langsung mengeluarkan cincin tersebut kehadapan Ayana.


Ayana pun tersenyum tipis, dan menutup kembali kotak cincin tersebut. "Maaf banget Jae, aku gak bisa menerima lamaran ini. Karena aku mau sendiri saja, dan fokus ke anak aku. Aku mau fokus untuk membesarkan anak aku, dan menjadikan dia orang yang sukses. Aku gak ada niatan lagi untuk menikah dan memiliki rumah tangga lagi. Aku sudah bahagia dengan kesendirian aku ini." Jawab Ayana dengan sopan.


"Baiklah kalau kamu menolaknya. Tapi kita masih bisa berteman kak?." Tanya Jae kembali tersenyum.


"Tentu saja, dengan batasan teman. Kamu gapapa kan." Jawabnya sekaligus bertanya.


"Aku gapapa kok, kalau begitu mari kita pulang sekarang." Jawab Jae kembali tersenyum.


Kembali ke sekarang. "Aku bersyukur karena dipertemukan dengan pria sebaik kamu Evano. Aku harap kamu tetap bahagia disana." Ucap Ayana mencium batu nisan tersebut, dan langsung menaburkan bunga bunga yang indah, bersama Kayra.

__ADS_1


............................. Tamat....................................


__ADS_2