
Sesampai rumah Ayana, setelah beberapa menit. "Kita sudah sampai di rumah mu." Ucap Jae.
"Terima kasih banyak Jae. Ini semua berkat kamu juga, jadinya aku bisa mendapatkan pekerjaan. Kalau tidak ada kau, mungkin aku tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan ini." Ujar Ayana bahagia, karena ia mendapatkan pekerjaan.
"Sama sama, aman itu. Kalau begitu, aku duluan ya." Ikut bahagia Jae, dan langsung menggas mobilnya.
"Bahagianya aku. Semoga dengan aku bekerja, ibu jadi mengerti diriku. Dan ibu tidak akan marah lagi kepadaku." Ucap batin Ayana kembali tersenyum, dan langsung masuk ke dalam rumah.
Malam pun tiba, dimana Ayana sedang menyiapkan makan malam. Dan Ayana sudah selesai menyiapkannya, dan ia langsung meletakannya diatas meja.
Saat sedang merapikannya, tiba tiba ada yang datang dan itu adalah Evano yang menggendong Kayra.
"Hahahah, papa ada ada saja deh. Itu memang lucu sih." Tertawa Kayra bersama Evano.
Merekapun langsung duduk," mama sedang membuat apa ma?." Tanya Kayra.
__ADS_1
"Tentu mama sedang membuat makan malam sayang. Kalian habis apa, sampai tertawa begitu?." Tanya Ayana tersenyum, dan merapikan meja yang masih sedikit berserakan.
"Tadi papa menggeliti aku ma, jadinya aku tertawa deh, dan papa bilang kalau cantikan mama daripada aku. Kan aku jadi kesal dengan papa." Jawab Kayra kembali tertawa.
"Hahahah, kamu yang paling cantik kok sayang. Kalau begitu, mari kita makan malam bersama sayang." Ucap Ayana ikut bahagia, dan langsung duduk disamping Kayra.
Dan tiba tiba saja ibu mertuanya datang, dan langsung duduk disamping Evano.
"Kenapa kalian tidak menunggu ibu. Selalu saja begitu." Ucap ibu Christina kesal kepada Ayana, dan menatapnya dengan tajam.
Dan Ayana langsung mengambil nasi bagiannya. Dan Evano meliriknya. "Kasihan istriku. Malah dicueki oleh ibu." Ucap batin Evano jadi merasa bersalah kepada Ayana.
"Ini sayang, kamu makan sayuran yang banyak, biar kamu sehat sayang." Ucap Ayana meletakkan sayuran dipiring Kayra.
"Terima kasih banyak mama. Mama yang terbaik deh." Bahagia kembali Kayra.
__ADS_1
Merekapun langsung menikmati makan malam mereka bersama. "Oh ya sayang, ada yang mau aku katakan kepada kamu dan ibu." Ucap Ayana sambil mengunyah makanannya.
"Katakan sayang, hal apa yang mau kamu sampaikan?." Tanya Evano langsung menatapnya fokus..
"Jadi begini, aku berinisiatif untuk bekerja. Agar tidak memberatkan kamu dan ibu sayang, makanya itu aku mau bekerja. Dan bagusnya itu, aku sudah diterima kerja lagi sayang." Jawab Ayana menjelaskannya secara detail.
"Kenapa tiba tiba kamu mau kerja sayang?." Tanya Evano sedikit bingung.
"Aku hanya bosan di rumah sayang, dan aku mau beraktivitas di luar juga. Dan terutama, tidak akan memakai uang kamu lagi sayang, karena aku juga sudah memiliki uang." Jawab Ayana dengan jujur.
"Baguslah kalau begitu. Lebih baik kamu kerja, dan dengan begitu, kamu tidak lagi meminta uang suamimu, dan uang suami kamu bisa untuk ibu deh." Ucap ibu mertuanya yang setuju dengan Ayana, karena ia tidak mau uang anaknya diambil oleh Ayana."
"Boleh ya sayang, kan aku ingin bekerja?." Tanya Callista meminta izin kepada Marvin.
"Wah, mama bekerja nih. Dan omong omong, siapa yang akan mengatur rumah ma?." Tanya Kayra sambil mengunyah makanannya.
__ADS_1
"Soal itu