Marriage Is Not Beautiful

Marriage Is Not Beautiful
Episode 21: Hampir Ketahuan


__ADS_3

Ayana pun perlahan berdiri, sambil memegang tangan nya yang kesakitan.Lalu duduk di sofa dan melamun kembali.


"Kenapa aku tidak pernah sekali..., saja hidup bahagia, bersama anakku dan suamiku."Ucap Ayana mengusap air matanya yang terus berlinang.


"Sudahlah.Aku harus mengobati tangan ini, agar Evano dan anakku tidak bertanya yang aneh aneh."Ucap batin Ayana langsung ke kamarnya untuk mengobati luka yang ada di tangannya.


Dikamar.Ayana langsung mengambil obat P3K dan duduk di kasurnya, untuk mengobati tangannya.


Saat Ayana mengobati lukanya, Ayana sangat kesakitan dengan obat yang di oleskan ke tangannya.


"Grrrr...."Gigit bibir bawah.


"Astaga...., sakit banget yatuhan."Ucap Ayana kesakitan sampai meneteskan air matanya.


Setelah Ayana menyelesaikan lukanya.Tiba tiba Evano dan Kayra masuk ke kamarnya, tanpa mengetuk pintu.


"Mama..."Panggil Kayra langsung masuk dan dengan senyuman yang indah.


Menoleh ke arah mereka."Eh..."Langsung menyembunyikan obat luka tersebut di belakang badan nya.


"Ke..., kenapa kalian sudah pulang?."Tanya gugup Ayana.


Langsung menghampiri nya dan duduk di samping Ayana.Ayana berusaha menutupi obat obat tersebut.


"Apa yang mama sembunyikan itu dan kenapa tangan mama ini?."Tanya Kayra cemas dan memegang tangan Ayana yang terluka.


"Auhh..."Jerit Ayana kesakitan.


"Eh..., kau tidak apa apa?."Tanya Evano ikut cemas.


"Gapapa...., tadi terkena pisau dapur, jadi gini deh."Jawab Ayana tersenyum untuk menenangkan suasana yang panik.


"Kenapa mama ceroboh begini sihhh.Mama lihat ini, jadi begini tangan mama.Kan aku jadi khawatir ma..."Ucap Kayra sudah panik.


"Apa benar itu terkena pisau?."Tanya Evano untuk memastikan nya kembali.


"Benar..., makanya aku mengobati diriku sendiri.Maafkan mama yang tidak ceroboh ya sayang, jadi membuat dirimu cemas begini."Jawab Ayana mengelus rambut Kayra.


"Kalau begitu..., mari Kayra bereskan obat obat nya ma."Ucap Kayra langsung berdiri dan mengambil kotak obat yang ada di belakang badan Ayana.


"Iya sayang...., letakkan saja di dekat lemari mama itu, okey."Jawab Ayana memberikan kotak obat tersebut kepada Kayra.


Saat Kayra sedang meletakkan obat tersebut."Ada yang mau ku katakan padamu."Ucap Evano duduk di samping nya.


Menatap nya."Tunggu sebentar..., masih ada Kayra.Setelah Kayra ke kamarnya, baru kau boleh mengatakan yang mau kau katakan."Jawab Ayana.


"Baiklah.....

__ADS_1


Setelah Kayra meletakkan kotak obat tersebut ke tempat nya.Kayra pun langsung menghampiri Ayana.


"Sudah aku letakkan ma..., apa ada lagi?."Tanya Kayra tersenyum.


"Tidak ada sayang..., kalau begitu masuklah ke kamar mu dan mandi, setelah itu tidur deh, okey."Jawab Ayana mengelus pipi Kayra.


"Siap mama ku cantik."Jawab Ayana sambil mengedipkan matanya.


"Aku duluan ya papa ganteng dan mama cantik.


"Iya sayang..."Jawab bersamaan Evano dan Ayana.


Kayra pun langsung masuk ke kamarnya, setelah keluar dari kamar Ayana.Dan sekarang, dikamar Ayana hanya ada Evano.


"Kayra sudah masuk ke kamarnya dan apa yang mau kau katakan?."Tanya Ayana menatapnya.


"Apa kau benar benar baik saja?."Tanya Evano yang masih tidak percaya dengan jawaban Ayana tadi.


"Kenapa kau masih saja tidak mempercayai ku.Ini benar benar terkena pisau, karena aku tadi melamun.Bisa ga percaya!."Jawab Ayana kesal dengan nya.


"Maafkan aku telah membuat mu kesal begini.Aku hanya tidak mau kau membohongi kami dan menutupi semuanya dari ku.Kalau begitu aku mau masuk ke kamarku dulu."Ucap Evano memegang tangan Ayana lalu keluar dari kamar tersebut.


Setelah Ayana pergi."Maafkan aku..., aku harus membohongi kalian karena ini.Aku tidak mau suamiku merasa bersalah dan menceraikan ku dan aku tidak mau anakku merasakan seperti yang ku rasakan."Ucap Ayana memegang keningnya dan mengerutkan alisnya.


"Besok aku benar benar harus ke rumah ibu dan meminta maaf atas semua kesalahan ku kepadanya."Ucap batin Ayana.


Sesampai sekolah Kayra.Ayana langsung turun dan menunggu di depan gerbang, karena ingin memeluk Kayra dan melihat anak anak lainnya.


"Tringgg...., saatnya waktu pulang."Ucap bel sekolah Kayra.


Ayana langsung melihat sekolah tersebut dan menunggu Kayra.Saat Ayana sedang menungggu, tiba tiba pak Jae hwa muncul juga dan menghampirinya.


"Halo buk Ayana."Sapa Jae hwa sambil melambaikan tangannya.


"Eh..., pak Jae hwa..., mau jemput Cuky ya?."Tanya Ayana ikut melambaikan tangannya.


"Iya nih buk."Jawab Jae hwa tersenyum.


"Saya rasa panggilan yang anda tentukan itu, maksud saya buk Ayana itu.Saya rasa tidak cocok deh."Ucap Ayana mengelus lehernya.


"Kenapa begitu buk Ayana, padahal kemarin buk Ayana bilang tidak apa apa."Bingung Jae hwa.


"Ehm..., saya jadi berubah pikiran pak Jae hwa.Gimana kalau panggil saya Ayana saja, biar seperti teman.Bagaimana."Jawab Ayana.


"Wah..., itu lebih enak tu.Bagaimana kalau kamu panggil saya dengan sebutan Jae hwa saja."Ucap Jae hwa.


"Okey..., deal."Ucap Ayana berjabat tangan dengan Jae hwa.

__ADS_1


"Deal."Ikut berjabat tangan dengan nya.


Kayra dan Cuky juga sudah keluar dari kelasnya dan langsung menghampiri mereka berdua."Mama..."Panggil Kayra.


"Ayah..."Panggil Cuky.


"Eh..., kalian sudah pulang dan kenapa kalian begitu akrab.Apa kalian sudah berteman dengan baik?."Tanya Ayana jongkok dan merapikan rambut Kayra.


Kayra dan Cuky saling memandang."Iya ma..., kami sudah berteman dengan baik dan ternyata Cuky orang baik banget ma."Jawab Kayra tersenyum dan Cuky ikut bahagia.


"Iya ayah..., Kayra begitu baik dan seru yah.Aku jadi ingin punya adik perempuan."Ucap Cuky kepada Jae hwa.


"Hahahah..., anak ayah ada ada saja deh."Tertawa Jae hwa dengan perkataan anak nya.


"Cuky yang tampan..., bagaimana kalau kamu bermain dengan Kayra saja dan jangan segan segan pada tante, okey."Ucap Ayana menghampiri Cuky dan mengelus rambut nya.


"Terima kasih banyak tante..., tante baik deh.Aku jadi ingin mempunyai mama lagi, yang baik seperti tante."Ucap Cuky tersenyum bahagia.


"Apa aku boleh memeluk mama mu Kayra?."Tanya Cuky dan meminta izin kepada Kayra.


"Boleh dong..., peluk sepuasmu saja.Aman itu."Jawab Ayana sambil mengedipkan matanya.


"Apa aku boleh memeluk tante?."Tanya Cuky langsung kepada Ayana.


"Ada apa dengan anak ini..., kenapa dia bilang tidak pernah lagi merasakan kehangatan.Apa ibu nya sudah meninggal."Ucap batin Ayana melamun.


"Tante..., apa tante mendengarkan ku?."Tanya Cuky menyadarkan Ayana.


"Eh.., boleh kok sayang.Sini tante peluk dan Kayra sini lah.Mama akan memeluk kalian berdua."Ucap Ayana langsung memeluk Cuky dan Kayra sekaligus dan mereka berbahagia.


Setelah memeluk dengan puas.Ayana pun langsung berdiri dan tersenyum pada mereka."Terima kasih banyak Ayana, sudah membantu menenangkan Cuky yang butuh pelukan."Ucap Jae hwa sangat berterima kasih.


"Tidak apa apa Jae hwa..., aman kok.Kalau anak mu butuh pelukan, panggil saja aku.Hehehehe..."Jawab Ayana ikut bahagia.


"Aman..., omong omong, apa kau punya waktu besok?."Tanya Jae hwa.


"Ada..., emangnya ada apa Jae hwa?."Tanya Ayana.


"Ada yang mau ku bicarakan padamu.Besok aku akan menunggumu di cafe lovers dan kita akan bertemu pada jam 17.00, okey."Jawab Jae hwa.


"Aman...


Setelah mereka berbincang bincang.Akhirnya mereka pulang juga dengan jalan yang berbeda.


Didalam perjalanan dan Kayra bingung karena jalan yang mengarah, bukan ke arah rumah mereka.


"Eh ma...., kita mau kemana ma?."Tanya Kayra bingung.

__ADS_1


"Sebenarnya....


__ADS_2