
Ayana pun langsung masuk kedalam rumahnya. Saat didalam, tiba tiba ia langsung di perlihatkan oleh ibu mertuanya kembali.
Sontak ibu mertuanya langsung berdiri dihadapannya." Dari mana saja kamu?." Tanya ibu mertuanya sambil melipat kedua tangannya.
"Ini bu, tadi habis mengantarkan Kayra ke sekolah bu." Jawab Ayana tersenyum.
"Cepat kerjakan pekerjaan rumah sana. Jangan mentang mentang kamu lupa ingatan, kamu jadi malas malasan. Cepat sana." Perintah ibu mertuanya dengan tegas.
"Baik bu, aku akan langsung mengerjakan pekerjaan rumah." Ucap Ayana langsung ke dapur, untuk membilas piring yang kotor dan memberikan pakaian yang kotor.
"Enak saja dia mau enak enakan di rumah ini. Mana pakai alasan lupa ingatan. Paling semua itu kebohongannya saja." Ucap batin Christina langsung duduk dan menonton televisi.
Di dapur. Ayana langsung membersihkan pakaian yang kotor, dan dilanjutkan dengan membersihkan meja." Kenapa ibu tidak berubah juga ya. Aku ingat atau tidak, ibu akan tetap memukuli dan membentak ku." Ucap batin Ayana mengusap keringatnya.
"Aku harus kuat. Ini demi masa depan anakku, dan aku harus mencari pekerjaan. Agar aku tidak selalu tergantung kepada suamiku dan ibu mertuaku." Ucap batin Ayana sambil membersihkan meja makan.
Tiba tiba ada yang mengetuk pintu rumah mereka. Dan ibu mertuanya langsung membukakan pintu tersebut, dan ia adalah Lia." Halo tante." Sapa Lia langsung memeluk ibu mertuanya.
__ADS_1
"Eh, Lia. Tumben banget kamu datang ke rumah?." Tanya bu Christina langsung mempersilahkan Lia masuk.
"Tidak apa apa tante. Saya hanya rindu dengan tante saja. Omong omong, dimana Evano tante?." Jawabnya sekaligus bertanya.
"Biasa lah, bekerja di Perusahaan. Dia sangat sibuk akhir akhir ini. Dan ditambah lagi, dengan istrinya yang sakit itu." Jawab by Christina langsung memasang ekspresi jijik.
"Sakit kenapa tante. Emangnya Ayana kenapa?." Tanya Lia.
"Katanya dia amnesia, karena menyelamatkan anaknya yang hampir tertabrak mobil. Dengan begitu dia amnesia deh." Jawab bu Christina sambil melipat kedua tangannya.
"Astaga, dia dimana sekarang tante?." Tanya Lia kembali.
"Apa saya boleh melihat Ayana tante. Tante disini aja dulu, biar saya yang melihatnya." Jawab Lia langsung menuju dapur, untuk menemui Ayana.
Di dapur. Lia langsung memanggil Ayana, yang sedang mengepel lantai dapur." Ayana." Panggil Lia langsung menghampirinya.
Sontak Ayana langsung menatapnya." Kamu." Ucapnya langsung meletakkan pel di dekat meja, dan ia langsung menghampiri Lia.
__ADS_1
"Kamu." Mengingat kembali Lia, di masa lalunya.
"Aku harus berpura pura tidak mengingatnya, agar dia tidak curiga denganku." Ucap Ayana.
"Kamu siapa ya?." Tanya Ayana.
"Kamu tidak mengingatku. Aku ini Lia, selingkuhan suami kamu, kamu amnesia ya." Jawab Lia langsung melipat kedua tangannya.
"Hah, suami aku selingkuh dengan kamu. Gimana ya, aku tidak mengerti." Ucap Ayana berbohong.
"Suami kamu mencintai aku, dan dia tidak mencintai kamu. Sebab itu dia selingkuh dari kamu." Jawab Lia.
"Aku berharap kalau aku amnesia selamanya, dan tidak mengingat apapun. Dengan begitu, hatiku tidak sakit." Ucap batin Ayana menahan air matanya.
"Ada apa kamu kemari. Apa hanya mau mengatakan hal itu saja?." Tanya Ayana.
"Sudahlah, aku malas berbicara dengan kamu. Yang terpenting, Evano mencintai aku, bukan mencintai kamu." Jawab Lia langsung pergi dari dapur dan meninggalkannya.
__ADS_1
Setelah Lia pergi." Kenapa, kenapa aku