Marriage Is Not Beautiful

Marriage Is Not Beautiful
Episode 39: Rencana Berlibur


__ADS_3

Saat mereka sedang berbincang.Tiba tiba ada yang masuk ke rumah mereka dan dia adalah ibu Christina yang baru pulang dari bertemu dengan teman temannya.


"Eh..., ibu sudah pulang."Ucap Ayana langsung berdiri dan menyapanya.


Ibu mertuanya mengabaikannya dan langsung duduk disamping Evano."Evano...., bagaimana dengan Lia?."Tanya ibunya sambil tersenyum.


Sontak Ayana hanya bisa diam, jika ibu mertuanya sudah membahas soal Lia.Evano melirik Ayana dan Ayana langsung menundukkan kepalanya dan langsung pergi ke dapur.


"Ayana.."Panggil Evano pelan mau menahan Ayana.Tapi ditahan ibunya dan dia tidak bisa berkata apa apa lagi.


"Sudahlah...., jangan kau hiraukan dia, biarkan saja.Bagaimana soal pertanyaan ibu tadi?."Tanya ibunya sambil memegang pahanya.


"Baik bu...., tapi aku belum bertemu dengannya.Karena dia sangat sibuk dengan pekerjaannya.Kenapa ibu terlalu memaksa ku sih bu?."Jawab Evano sekaligus bertanya dan menatap wajah ibunya dengan tatapan tajam.


"Agar kau bisa cepat jauh dari si jelek itu."Jawab ibunya berkata tentang Ayana.


"Maksud ibu Ayana...., ibu tidak boleh seperti itu kepadanya.Dia juga manusia bu."Ucap Evano membela Ayana.


"Kau mulai melawan ibu ya..., hanya karena wanita tamatan SMA itu.Kau tidak ingat dengan janji terakhir ayah mu itu!!."Tegas ibunya.


"Iya bu...., maafkan aku.Aku tidak akan melawan ibu lagi."Hanya bisa pasrah Evano karena masih harus menepati janji terakhir ayahnya.


"Aku mau ke kamar dulu bu...., aku lelah."Ucap Evano langsung masuk ke kamarnya.


"Baiklah nak...., tidurlah dengan baik."Jawab ibunya bahagia.


Evano pun langsung masuk kedalam kamar.Dan didalam, Evano langsung duduk ditempat tidurnya."Andai saja ayah tidak memberikan janji terakhir yang seperti itu.Mungkin aku dan Ayana masih bisa bersatu dan bahagia selamanya...., kenapa harus sesusah ini sih, cobaannya."Ucap Evano sambil mengacak acak rambutnya sendiri karena pusing.


"Ya tuhan..., berikanlah jalan yang terbaik untuk keluargaku.Aku siap menjalankan semua kemauan mu ya tuhan."Ucapnya menatap langit langit atap rumah.


"Baru begini, aku sudah pusing begini.Bagaimana dengan Ayana, yang terus mendapatkan hinaan dari ibu.Pasti dia terus menangis dimalam hari.Maafkan aku sayang..., secepatnya aku akan membuat mu menceraikanku."Sangat merasa bersalah kepada dirinya sendiri.


Disisi lain.Ayana yang melamun di kursi sambil menjadikan tangannya sebagai penyangga dagunya."Hem...."Menghela nafasnya.


"Sabarlah Ayana...., kau harus menerima semua ini dan kau tidak boleh mengeluh.Keajaiban pasti akan datang dalam dirimu."Tersenyum untuk menenangkan hatinya sendiri.


"Hey...."Panggil ibu mertuanya langsung berdiri didepannya.


"Eh..., ibu.Ada apa bu?."Tanyanya.

__ADS_1


"Pakai nanya lagi...., selalu saja begitu.Apa bu, apa bu.Kerjakan kerja rumah mu dan siapkan makan malam.Jangan banyak tanya..., saya mau tidur dulu."Jawab ibu mertuanya sambil melipat tangannya.


"Apa kau sudah membersihkan kamar ku?."Tanya ibu mertuanya.


"Sudah bu...."Jawab Ayana menundukkan kepalanya dan tak berani menatap mata ibu mertuanya yang tajam.


"Bagus...., aku pergi dulu dan siapkan semua ini, baru kau boleh makan."Ucap ibu mertuanya langsung pergi masuk ke kamarnya.


"Aku tidak boleh memikirkan yang aneh aneh..., kau harus kuat, karena ada anak mu yang selalu ada disisi mu Ayana.Kau harus kuat."Menyemangati dirinya sendiri dan kembali mengerjakan pekerjaan rumahnya.


Malam pun tiba.Dimana Ayana sudah menyiapkan makan malam.Ayana langsung menuju kamar Kayra untuk membangunkannya.


"Sayang...., apa kau sudah mandi?."Tanya Ayana karena melihat anaknya sedang belajar.


"Eh mama...., sudah dong ma.Ada apa ma?."Jawab Kayra sekaligus bertanya.


"Ini sudah malam...., kita makan malam dulu yuk."Jawab Ayana tersenyum.


"Baik ma..., yuk."Langsung menurut Kayra dan mereka langsung menuju meja makan.


Saat Ayana datang ke meja makan.Ternyata Evano dan ibu mertuanya sudah duduk."Kenapa kau lama banget sih...., aku udah lapar nih."Ucap ibu mertuanya menatapnya kembali dengan tatapan tajam.


"Lama banget...., yuk makan Evano."Ucap ibu mertuanya langsung makan duluan dan tak menunggu Kayra dan Ayana makan.


Kayra duduk disamping Ayana dan dia melirik wajah ibunya yang sedih.Dan dari bawah, Kayra menggenggam erat tangan Ayana.


Sontak Ayana melirik Kayra dan Kayra memberikan senyuman bahagia kepadanya.Ayana pun ikut tersenyum dan mereka makan bersama.


Setelah selesai makan.Ibu mertuanya tidak pernah membersihkan piringnya sendiri dan selalu Ayana yang membersihkannya.


Ibu mertuanya langsung pergi ke kamarnya dan membeli salam kepada Evano.Ibu mertuanya tidak pernah memberi salam malam kepada Ayana bahkan kepada cucunya.


Ayana yang sudah terbiasa dengan hal ini, hanya menganggapnya biasa saja."Sayang..."Panggil Kayra.


"Apa pa...?."Tanya Kayra langsung menatap wajah Evano.


"Papa ada hadiah untuk mu."Jawab Evano tersenyum lebar.


"Apa itu pak?."Tanyanya kembali.

__ADS_1


"Papa sudah membelikan tiket berlibur untuk kita dan kita akan berlibur bersama."Jawab Evano bahagia.


"Apa...., kita akan liburan bersama.Wah..., aku sangat bahagia ma, pa."Ikut bahagia Kayra sampai bertepuk tangan.


"Iya sayang..., asalkan kamu bahagia.Papa akan ikut bahagia."Ucapnya mengelus rambut Kayra dengan bahagia.


"Baik papaku...., yeah.Kita akan berlibur bersama.Apa mama bahagia ma?."Tanyanya langsung menatap wajah Ayana.


"Eh..., iya sayang.Mama bahagia kok."Jawab Ayana senyum terpaksa.


"Kelihatannya mama tidak mau pergi ke liburan ini.Mama pasti takut, akan dimarahi dengan nenek.Kasian mama."Ucap batin Kayra terus menatap wajah ibunya dengan kasihan.


"Kamu kenapa sayang..."Tanya Ayana karena Kayra terus menatapnya.


"Apa mama benar benar mau ikut liburan ini?."Tanya sekali lagi Kayra dan mengelus tangan Ayana.


"Iya sayang...., asalkan kamu bahagia, mama juga akan hidup bahagia."Jawab Ayana ikut mengelus tangan Kayra.


"Baik..., kita akan berlibur dan akan ayah tetapkan dimana kita akan berlibur.Kau bahagia sayang?."Tanya sekali lagi kepada Kayra.


"Aku bahagia pa..."Jawabnya.


"Asalkan Kayra bahagia...., aku harus ikut bahagia, karena duniaku hanya milik anakku."Ucap batinnya Ayana ikut tersenyum melihat mereka tersenyum bahagia.


Keesokan paginya.Dimana Ayana sedang mengantarkan Kayra ke sekolahnya.Dan seperti biasanya, Evano sudah pergi bekerja dan ibu mertuanya sudah pergi arisan.


"Ma..., sepertinya aku suka dengan Cuky deh ma."Ucap Kayra curhat kepadanya.


"Anak mama suka dengan Cuky...., lucu banget sih kalian."Ucap Ayana tertawa karena melihat anaknya yang masih kecil sudah menyukai seseorang.


"Kenapa mama tertawa sih..., kan aku jujur tau."Ngambek Kayra.


"Iya, iya.Anak mama memang cantik dan pantas disukai orang.Kamu juga berhak menyukai seseorang sayang.Tapi belum waktunya..., karena kamu masih kecil.Tunggu besar dan kamu bisa menyukai siapapun."Jawab Ayana mengelus rambut Kayra dengan satu tangannya.


"Baik mama...."Jawab Kayra bahagia.


Sesampai sekolahnya.Ayana seperti biasanya , langsung turun dari mobilnya dan melihat Kayra yang langsung masuk ke kelasnya.


Saat Ayana mau masuk kembali ke mobilnya.Tiba tiba ada seseorang yang memanggilnya dan ia adalah.....

__ADS_1


__ADS_2