Marriage Is Not Beautiful

Marriage Is Not Beautiful
Episode 92: Hal Mendesak


__ADS_3

"Apa setelah ini kita akan terus bersama pa?." Tanya Kayra secara tiba tiba.


"Eh, sayang. Soal itu tentu saja sayang. Kalau begitu, kita tunggu makanannya datang ya sayang." Jawab Evano.


Tiba tiba ponsel Evano berdering. "Sebentar ya sayang. Papa mau angkat telepon dulu." Ucap Evano langsung keluar dari restoran, dan langsung mengangkat teleponnya.


"Halo." Panggilnya.


"Halo Evano. Kamu ada dimana, ini aku Lia?." Tanyanya.


"Kenapa tiba tiba menghubungiku. Aku lagi ada di restoran bersama istri dan anakku. Ada apa." Jawabnya sekaligus bertanya.


"Ini, ada hal yang sangat penting. Yang harus aku bicarakan denganmu, sekarang. Ini menyangkut ibumu juga." Jawab Lia.


"Kenapa harus sekarang sih. Padahal aku mau makan bareng dengan keluargaku?." Tanya Evano kembali.


"Mau bagaimana lagi. Ini hal mendesak, dan kau harus datang. Datanglah ke cafe biasa, aku akan menunggumu." Jawab Lia langsung mematikan ponselnya.


Evano pun langsung masuk kembali kedalam restoran. "Besok kamu sudah boleh sekolah sayang." Ucap Ayana bahagia.

__ADS_1


"Tentu saja ma. Dan aku juga sudah rindu dengan teman temanku ma. Hahahah." Ikut bahagia Kayra.


Evano pun langsung datang menghampirinya. " Maaf banget ya sayang, dan anak papa. Papa gak bisa makan bareng kalian, karena barusan papa dapat panggilan dari teman papa. Katanya ada hal mendesak yang harus dibicarakan"


"Makan sebab itu, papa harus pergi sekarang. Soal pembayaran, biar papa yang membayarnya, dan kalian makanlah berdua. Tidak apa apa kan sayang?." Tanya Evano kepada Ayana dan Kayra, sekaligus menjelaskannya.


"Apa kamu tidak bisa disini sebentar saja. Demi anak kita sayang?." Tanya Ayana.


"Tidak bisa sayang. Ini adalah hal mendesak, dan harus datang secepatnya. Boleh kan." Jawabnya.


"Tidak apa apa kok ma. Lagian papa kan sangat sibuk, dan aku bisa bersama mama saja. Kan masih ada mama." Jawab Kayra.


"Terima kasih banyak. Kalau begitu, aku pergi dulu." Ucap Evano mencium kening Ayana dan kening Kayra.


Setelah Evano pergi. "Ma," Panggil Kayra, langsung menatap wajah Ayana.


"Iya sayang. Ada apa sayang?." Tanya Ayana langsung menatapnya.


"Kelihatannya mama sedih. Mama kenapa ma, apa ini semua karena papa?." Tanya Kayra, langsung mengelus tangan Ayana.

__ADS_1


Tiba tiba makanan mereka datang. "Ini pesanan anda. Maaf membuat kalian menunggu lama." Ucap pelayan tersebut, langsung meletakkan makanan dan minuman tersebut, diatas meja mereka.


"Terima kasih banyak mbak." Tersenyum Ayana.


"Sama sama kak. Dinikmati makanan dan minumannya, dan saya permisi dulu." Jawab pelayan tersebut, langsung kembali ke tempatnya.


"Kalau begitu, makan dulu ya sayang. Dan jangan banyak bicara, karena makan tidak boleh banyak bicara. Nanti tersedak." Ucap Ayana tersenyum kepadanya.


"Iya mama. Aku paham kok." Jawab Kayra langsung meminum minumannya.


Setelah mereka menghabiskan makanan mereka. Ayana pun langsung membersihkan bibirnya yang kotor. "Apa kamu sudah kenyang sayang?." Tanya Ayana sambil menatap wajah Kayra.


"Kenyang banget malahan ma. Kalau begitu, mari kita pulang ma. Aku sudah mengantuk." Jawab Kayra sambil menguap karena mengantuk.


"Iya sayang. Yuk kita pulang." Ucap Ayana langsung menggandeng tangan Kayra, dan mereka keluar dari restoran tersebut, dan Ayana langsung menunggu taxi yang lewat.


Taxi pun lewat, dan Ayana langsung melambaikan tangannya. Taxi berhenti, dan Ayana langsung masuk bersama kayra.


Merekapun langsung kembali menuju rumah. Saat di perjalanan, Kayra yang sudah mengantuk, langsung tidur di lengan Ayana. Ayana pun meletakkan kepala Kayra, dipahanya, sambil mengelus pipi Kayra.

__ADS_1


Di perjalanan. Ayana terus melihat kaca mobil yang ada disampingnya. Sampai dimana


__ADS_2