
"Terima kasih banyak ma." Bahagia Kayra.
"Sama sama sayang, kalau begitu mama mau beli bakso dulu ya sayang mama." Ucap Ayana kembali mencium kening Kayra, dan Kayra kembali menutup kedua matanya.
Saat Ayana mau keluar. Tiba tiba Evano memanggilnya. "Sayang." Panggil Evano langsung menghampirinya, dan mengusap matanya.
Sontak Ayana langsung berbalik badan. "Iya sayang. Kamu kenapa, apa mau bakso juga?." Tanya Ayana.
"Tidak sayang. Maksudnya, biar aku saja yang membelinya, nanti kamu kelelahan. Kamu duduk disini saja, dan temani Kayra." Jawab Evano mengelus tangan Ayana.
"Kamu saja yang istirahat sayang. Kamu pasti kelelahan kan sayang, karena bekerja dan merawat Kayra kembali." Ucap Ayana, juga mengelus tangan Evano.
"Tidak perlu sayang. Kamu saja yang duduk disini, biar aku yang membeli bakso untuk kita makan. Jangan banyak bicara lagi ya sayang, biar aku saja. Aku pergi dulu." Ucap Evano mencium kening Ayana, dan langsung keluar untuk mencari bakso.
__ADS_1
"Dia begitu manis. Tapi kenapa rumah tangga kami tidak pernah bahagia. Apa ini semua karena ibu mertuaku. Sudahlah, yang terpenting, Evano ada masih ada disekitarku dan disekitar Kayra." Ucap batin Ayana kembali duduk disamping Kayra.
Setelah beberapa menit menunggu. Evano pun datang, sambil membawa bakso yang Kayra inginkan.
"Bakso sudah datang sayang." Ucap Evano langsung masuk kedalam.
Sontak Ayana langsung melihat ke arah Evano. "Eh, kamu sudah datang sayang. Kamu pasti lelah kan sayang, karena menunggu bakso ini?." Tanya Ayana langsung berdiri, dan duduk di sofa bersama Evano.
"Tidak kok sayang. Aku baik baik saja, kalau kau, mari kita makan bakso bersama." Jawab Evano, langsung meletakkan bakso bungkus tersebut, ke mangkuk yang sudah disediakan oleh si penjualnya.
"Ehm, iya ma. Ini aku bangun." Ucap Kayra langsung membuka matanya pelan pelan, dan langsung duduk.
"Semoga saja, setelah kamu makan dan istirahat yang cukup. Kamu cepat sehat ya sayang. Mama tidak mau, kalau kamu sakit begini. Nanti akan membuat mama khawatir deh." Ucap Ayana langsung menghembus kuah bakso tersebut, dengan hati hati, dan langsung menyuapi Kayra.
__ADS_1
"Aku juga mau disuapi sayang." Ucap Evano.
"Ya, ya." Ayana pun langsung menyuapi Evano juga, dan Evano tersenyum bahagia.
"Andai selamanya kita seperti ini sayang. Aku pasti akan bahagia dengan kamu, dan keluarga kita. Maafkan aku sayang, karena aku sudah membuat kamu terus menderita." Ucap batin Evano terus menatap Ayana, yang sedang menyuapi Kayra.
Setelah mereka makan bakso bersama. Kayra pun kembali tidur, dan begitu juga dengan Evano. Evano pun tidur di sofa, dan Ayana pun tertidur disamping Kayra.
2 Hari pun berlalu. Dimana akhirnya Kayra sudah boleh pulang. "Sekarang kamu sudah boleh pulang sayang. Dengan begitu, kami bisa bermain di sekolah lagi." Bahagia Ayana, sambil merapikan pakaian Kayra.
"Benar ma. Aku sangat bahagia, karena Kayra sudah boleh pulang lagi. Dan Kayra sudah sangat rindu dengan sekolah, apa lagi dengan Cuky." Ucap Kayra ikut bahagia.
Tiba tiba ada yang mengetuk pintu ruang istirahat Kayra. "Siapa yang datang itu sayang. Coba kamu chek." Ucap Ayana.
__ADS_1
"Baik ma." Kayra pun langsung membukakan pintu tersebut, dan ia adalah