
Saat Ayana menghampirinya.Sontak Ayana melihat Kayra yang mau di tabrak oleh mobil.Ayana langsung berteriak.
"Kayra.....!!!."Teriak Ayana panik.
Kayra membalikkan badannya dan terdiam."Awas.....!!!
Ayana langsung mendorong Kayra ke pinggir jalan dan Ayana langsung terkena hantaman mobil tersebut."Agh....."Teriak Ayana langsung terhempas dan kepalanya mengenai jalan dan kepalanya terbentur jalan dengan cukup keras.
"Mama......"Teriak Kayra yang terjatuh, akibat dorongan dari Ayana tadi.
"Ayana....."Teriak Jae hwa, langsung menghampirinya dan Ayana sudah dalam keadaan pingsan dan berlumuran darah.
"Ayana...., bangunlah Ayana."Ucap Jae hwa menyadarkannya.
Supir mobil tersebut langsung menghampirinya."Apa dia baik baik saja...., mending kita bawa ke rumah sakit sekarang."Ucap supir tersebut langsung membukakan pintu mobilnya.
"Ma...."Tangis histeris Kayra karena melihat Ayana pingsan.
"Tolong bawa dia ke rumah sakit dan Kayra...., ikutlah paman itu, dan jangan mama mu.Om akan menyusul."Ucap Jae hwa mencoba menenangkannya.
Kayra mengangguk dan langsung masuk ke mobil bersama supir tersebut dan Ayana yang masih pingsan.
"Mari Cuky....., kita harus cepat."Ikut panik Jae hwa langsung menggendong Cuky, agar tidak lama dan Jae hwa langsung menggas mobil tersebut dengan kecepatan tinggi.
Diperjalanan."Kenapa semua ini bisa terjadi."Panik Jae hwa langsung fokus menyetir kedepan.
__ADS_1
Disisi lain.Kayra yang sudah sampai di rumah sakit tersebut langsung turun bersama supir tadi.Dan Ayana langsung dibawa menggunakan ranjang darurat dan langsung dibawa ke ruang UGD.
"Mama harus kuat ma.Ada aku disini."Ucap Kayra terus menggenggam tangan Ayana sambil menangis.
"Nak...., kamu tunggu disini dulu dan jangan masuk.Kami akan menangani mama mu dan kami akan menyelamatkannya."Ucap perawat tersebut.
"Baik kak...."Jawab Kayra langsung melepaskan genggamannya dan menunggu didepan pintu UGD.
Jae Hwa dan Cuky pun sampai di rumah sakit dan mereka langsung masuk ke dalam.Jae hwa yang melihat Kayra, langsung menghampirinya."Apa mama Ayana sudah didalam?."Tanyanya sambil menatap wajah Kayra.
Menaikkan kepalanya dan menatap wajah Jae hwa."Sudah om...., tapi aku belum tahu dengan keadaan mama.Apa mama akan baik baik saja om?."Jawab Kayra sekaligus bertanya dalam kesedihannya.
"Mama Ayana pasti akan sembuh...., karena mama mu adalah orang yang hebat.Jangan sedih lagi, okey."Jawab Jae hwa sambil tersenyum untuk menenangkan suasana hati Kayra yang panik.
"Duduklah dulu bersama Cuky...., dan hiburlah dia Cuky."Perintah dari Jae hwa.
Supir mobil tersebut langsung menghampiri Jae hwa."Saya akan membayar semua biaya rumah sakitnya.Sekali lagi saya mohon maaf, atas perbuatan saya tadi."Sangat merasa bersalah supir tersebut.
"Ini juga ketidak sengajaan dan bukan sepenuhnya kesalahan bapak.Tapi saya sangat berterima kasih kepada bapak, karena bapak masih mempedulikannya."Jawab Jae hwa tersenyum untuk menenangkan situasi.
"Tidak apa apa...., ini juga kesalahan saya.Saya akan membayar dulu ke ruang administrasi.Saya duluan."Ucap supir tersebut langsung pergi dari tempat tersebut.
Jae hwa langsung berbalik badan dan menghampiri Kayra yang masih menangis.Jae hwa langsung duduk di sampingnya."Jangan menangis terus dong...., nanti cantik kamu hilang lagi."Ucap Jae hwa menggodanya.
"Om bisa aja...."jawab Kayra tersenyum sedikit.
__ADS_1
"Benar tu...., nanti cantik mu hilang dan aku jadi tidak suka dengan mu lagi deh."ucap Cuky tertawa.
"Kau ini....."Langsung kesal Kayra.
"Cuky....."Tegas Jae hwa menatapnya.
"Baik ayah...., aku akan diam."Jawab Cuky langsung menundukkan kepalanya.
2 jam pun berlalu.Dan masih tidak ada tanda tanda dokter dan perawat yang keluar."Kenapa dokter dan perawatnya belum keluar om?."Tanya Kayra kembali cemas.
"Mungkin mereka masih sibuk untuk menyembuhkan mama mu sayang....., jadi kamu tidak boleh khawatir, karena masih ada om disini."Jawab Jae hwa tersenyum sambil mengelus rambut Kayra.
"Terima kasih banyak om...., apa aku boleh memanggil om dengan paman lagi?."Tanya Kayra menatapnya.
"Boleh nak...., apa saja boleh untuk mu.Asalkan kamu bahagia, tapi bukankah kamu pernah memanggilku paman."Ucap Jae hwa teringat kembali.
"Entah paman...., aku sudah lupa.Sudahlah paman...., aku mau Memikirkan soal mama dan tidak mau yang lain."Jawab Kayra kembali fokus menunggu keadaan Ayana.
"Anak ini memang sudah seperti orang dewasa.Seperti yang di ceritakan Ayana."Ucap batin Jae hwa melirik Kayra.
Saat mereka sedang menunggu lama.Dokter pun keluar dari ruang UGD tersebut."Wali pasien...., apakah ada ?."Tanya dokter tersebut sambil mencari.
Jae hwa, Kayra dan Cuky langsung berdiri dan menghampirinya."Saya walinya."Jawab Jae hwa.
"Bagaimana dengan kondisi pasien didalam dok?."Tanya Jae hwa sambil menggandeng tangan Kayra dan Cuky.
__ADS_1
"Sebenarnya kondisinya......