Marriage Is Not Beautiful

Marriage Is Not Beautiful
Episode 68: Mencari Pekerjaan


__ADS_3

"Sesudah makan, mandilah, dan tidurlah kalau kamu kelelahan ya sayang. Kamu kan masih sakit. Kamu paham." Ucap Evano mengelus rambutnya.


"Aku paham kok sayang. Aku mau masuk ke kamar dulu ya sayang, mau mandi dulu." Jawab Ayana tersenyum dan langsung masuk kedalam kamar Ayana.


Di kamar Ayana. Ayana langsung masuk ke kamar dan langsung masuk ke kamar mandi.


Didalam kamar mandi. Ayana pun langsung mandi, dan saat dia membuka pakaiannya. Tiba tiba saja Ayana melihat lembam lembam yang ada di sekujur tubuhnya. Dan bahkan ada banyak goresan dan bekas pukulan yang ada di sekujur badannya.


"Astaga, seluruh badanku, sampai di penuhi dengan bekas luka dan bekas pukulan. Ibu mertuaku benar benar jahat kepadaku. Ya tuhan, kenapa aku bisa begini sih." Ucap Ayana meneteskan air matanya.


"Sekarang aku sudah ingat semuanya. Sejak aku masuk ke rumah ini, ingatanku kembali seluruhnya." Ucap kembali dirinya dan menahan lukanya.


"Auh, sakit banget ya tuhan. Apa luka ini baru terjadi." Ucapnya dan tiba tiba ia mengingat ingatannya kembali lagi.

__ADS_1


Ayana kembali mengingat masa masa dimana ia di siksa dan di pukuli di gudang dan di kamarnya." Argh, akhirnya ingatanku kembali seutuhnya. Aku mengingat semuanya. Fyuh, untunglah ingatanku kembali." Ucap Ayana sambil membilas dirinya.


Setelah mandi, ia pun langsung mengenakan pakaian tidur, dan langsung duduk kembali di tempat tidurnya.


"Astaga, sekarang ingatanku kembali. Padahal aku tidak ingin ingatanku kembali, agar aku bisa terus bersama dengan Evano. Tapi, kenapa ingatanku malah kembali secepat ini."


"Seharusnya aku tidak kembali kesini. Seharusnya aku mendengarkan apa yang di katakan suamiku. Astaga, kenapa ini ya tuhan. Kenapa begitu banyak cobaan yang datang kepada diriku." Ucap batin Ayana kembali meneteskan air matanya.


"Kenapa, kenapa aku harus menderita seperti ini ya tuhan. Dosa apa yang aku lakukan di dunia ini, sampai aku harus mendapatkan hukuman yang begitu berat bagiku. Kenapa!." Ucap Ayana bertanya kepada dirinya sendiri, dan terus menangis.


"Aku harus bekerja mulai sekarang. Agar aku tidak di pandang rendah oleh ibu mertuaku. Aku harus mencari jalan, agar aku tidak terus di pukuli." Ucap Ayana mencatat sesuatu di bukunya.


"Apa aku bekerja di Perusahaan suamiku saja. Boleh juga itu. Apa aku menjadi pelayan di Cafe saja ya, kan aku masih cukup muda juga." Ucap Ayana berfikir.

__ADS_1


"Besok aku tanyakan kepada Jae aja deh. Dia yang selalu ada disisiku. Aku harus menanyakan kepadanya. Pekerjaan apa yang cocok untukku. Oke deh." Bahagia dan langsung mengambil ponselnya, untuk menghubungi Jae.


Tersambung." Halo Ayana. Ada apa?." Tanya Jae.


"Apa besok kamu ada waktu. Ada hal yang mau aku katakan pada mu." Jawab Ayana sekaligus bertanya.


"Aku punya banyak waktu untuk mu kok. Jam berapa dan kirimkan saja lokasinya kepadaku." Ucapnya.


"Sore aja deh, dan akan aku kirimkan lokasinya. Sampai jumpa besok Jae." Bahagia dan langsung mematikan ponselnya.


"Beres, dan aku tidak akan bisa di rendahkan lagi, oleh mertuaku." Ucap Ayana bahagia kembali.


Tiba tiba ada yang mengetuk pintu rumahnya." Eh, siapa ya. Masuk." Ucap Ayana.

__ADS_1


Yang masuk adalah,


__ADS_2