
Di perjalanan. Ayana terus melihat kaca mobil yang ada disampingnya. Sampai dimana Ayana melihat Evano sedang di cafe, bersama dengan Lia.
Sontak Ayana kaget, dan langsung melihat dengan jelas. "Pak, pak. Tolong berhenti sebentar disini." Ucap Ayana kepada supir tersebut.
Sontak mobil pun langsung berhenti. "Iya mbak. Ada apa ya mbak?." Tanya supir tersebut.
"Gapapa pak. Kita diam disini dulu ya pak, soalnya saya mau melihat seseorang pak. Boleh kan pak." Jawab Ayana.
"Boleh banget mbak." Jawab supir tersebut.
Ayana pun langsung melihat Evano dan Lia yang sedang berduaan, sambil tertawa tipis.
"Katanya ada hal yang mendesak. Tapi, kenapa Evano malah berduaan dengan Lia. Apa ini hal mendesaknya." Ucap batin Ayana menahan air matanya.
"Jadi selama ini, Evano benar benar selingkuh. Aku kira hanya akting saja, ternyata semua benar. Apa aku harus bertahan di rumah tangga ini." Ucap kembali dirinya, dan beberapa tetesan air mata, langsung jatuh ke pipinya.
__ADS_1
Dan tiba tiba saja Ayana menyaksikan. Dimana Lia sedang membersihkan sekitaran bibir Evano, menggunakan tisu, dan mereka saling bertatapan.
Sontak Ayana sedikit kaget, dan masih tidak percaya. Ia langsung memalingkan wajahnya. "Mari jalan pak." Ucap Ayana langsung menundukkan kepalanya.
"Baik mbak." Langsung menjalankan mobil kembali, dan meninggalkan cafe tersebut.
Di perjalanan. Ayana terus menundukkan kepalanya. Sambil meneteskan air matanya. "Apa aku bisa tahan dengan semua ini. Apa aku benar benar jelek dimata suami dan ibu mertuaku. Padahal aku sudah berusaha sebaik mungkin, untuk menjadi istri yang baik, seperti diluaran sana." Ucap batinnya langsung mengusap air matanya, yang jatuh di pipi anaknya.
Disisi lain. "Itu, ada kuah mie tadi, yang menempel di bibir mu. Aku hanya membantu mu saja, jadi jangan baper." Ucap Lia langsung melipat kedua tangannya.
"Ini, ibumu dan ibuku sudah deal untuk menikahkan kita. Bagaimana ini, dan ibumu terus menghubungiku. Aku merasa risih dengan itu semua." Jawab Lia sambil membalikkan bola matanya sebentar.
"Ibu selalu saja begitu. Apa dia tidak cukup, untuk mendapatkan menantu yang sebaik istriku sekarang. Aku benar benar heran dengan ibuku sendiri." Ucap Evano, sambil mengerutkan keningnya.
Disisi lain. Merekapun sampai di rumah, dan Ayana langsung membayar taxi tersebut dan Ayana menggendong Kayra yang masih tidur.
__ADS_1
Saat di dalam. Ternyata ibunya sedang duduk di ruang tamu. Sontak Ayana yang melihatnya, langsung masuk ke dalam kamar Kayra, untuk meletakkan Kayra di tempat tidurnya.
Ayana pun langsung duduk disamping Kayra. "Kapan nenek kamu akan baik kepada mama ya sayang. Mama berharap, agar kedepannya kita bisa bahagia." Ucap batin Ayana, sambil merapikan rambut Kayra.
Tiba tiba ponsel Ayana berdering. Sontak Ayana kaget sedikit, dan langsung mengangkatnya.
"Halo." Panggilnya.
"Halo Ayana, ini aku Jae. Apa kau lupa dengan pertemuan kita. Aku lupa memberitahukannya kepadamu tadi, padahal kita membuat janjinya, sudah beberapa hari yang lalu. Tapi karena Kayra sakit, jadi aku membiarkannya saja." Ucap Jae.
"Oh ya, astaga. Apa sekarang kita bisa bertemu. Kebetulan anakku sedang tidur, bagaimana menurut kamu." Jawab Ayana baru ingat.
"Boleh tuh. Lokasinya akan aku kirim sekarang, dan kalau begitu, sampai jumpa nanti." Ucap Jae langsung mematikan ponselnya.
"Astaga,
__ADS_1