Marriage Is Not Beautiful

Marriage Is Not Beautiful
Episode 16


__ADS_3

"Sudahlah sayang...., jangan pikirkan yang aneh aneh ya sayang.Sekarang kita pulang dan makan bersama."Ucap Ayana.


"Baik ma..., maafkan Kayra ya mama."Ucap Kayra jadi merasa bersalah kepada Ayana.


"Tidak apa apa sayang...." Jawab Ayana kembali fokus menyetir.


Sesampai rumah.Merekapun langsung masuk kedalam dan ternyata di dalam sudah ada ibu mertuanya yang menonton televisi sambil mengemil seperti biasanya.


"Sayang..., mari kita ke kamar dulu, untuk mengganti pakaian mu.Setelah itu kita makan bersama ya sayang."Ucap Ayana kepada Kayra.


"Baik ma.


Merekapun langsung masuk kedalam.Ibu mertuanya hanya melirik mereka dan kembali fokus menonton televisi.Seperti tidak terjadi apa apa soal kejadian tadi.


Dikamar.Ayana yang sedang mengganti pakaian Kayra dan Kayra menatap wajah Ayana yang murung seketika.


"Mama kenapa ma..., tadi kelihatannya mama banyak senyum.Kok sekarang murung?."Tanya Kayra menatapnya.


"Tidak apa apa kok sayang.Masa mama mau senyum aja, kan capeh."Jawab Ayana membuat lelucon.


"Heheheh...., iya juga ya ma.Tapi kan mama jadi tidak cantik kalau begitu, makanya senyum dong ma."Ucap Kayra memasang wajah memohon.


Ayana pun tersenyum, karena tidak tega melihat anaknya yang memohon."Nah, gitu kan cantik ma.Sudah seperti Cinderella."Jawab Kayra kembali bahagia karena melihat Ayana bahagia.


Selesai memakaikan Kayra pakaian tidur nya."Nah, sudah kan.Kalau begitu mari kita makan dulu sayang, nanti sakit perut lagi, karena tidak makan.Yuk."Ucap Ayana menggandeng tangan Kayra.


"Siap mama cantik."Jawab Kayra menurut dan menggandeng tangan Ayana juga dan mereka pun menuju ke dapur untuk makan bersama.


Sesampai dapur, Ayana menyiapkan makanan untuk Kayra.Setelah selesai menyiapkan nasi dan lauk untuk Kayra.Ayana pun langsung duduk di samping nya dan menyuapinya.


"Nah sayang..., buka mulutmu lebar lebar sayang.Pesawatnya datang."Ucap Ayana sambil menirukan pesawat datang untuk menyuapi Kayra.


"Am..., hem..., enaknya ma.Mama emang keren deh."Nikmat Kayra.


"Hahahaha.... "Tertawa tipis Ayana melihat anaknya tertawa.


"Kenapa mama tertawa.Apa ada yang lucu dari wajah ku ma?."Tanya Kayra bingung.

__ADS_1


"Tidak kok sayang, mama hanya tertawa melihat wajah mu yang lucu ini.Mama jadi ingin terus melihat wajah mu sayang."Jawab Ayana mengelus rambut Kayra.


"Terima kasih ma, sudah mengatakan aku lucu.Kan aku juga keturunan mama, jadi juga lucu dong.Xixixixi."Tertawa tipis Kayra sambil menutup mulutnya.


"Kamu ya...


Disisi lain, Evano mendapatkan panggilan kembali dari mata mata suruhan nya.


"Halo..., ada apa.Apa terjadi sesuatu?."Tanya Evano.


"Saya cuma menemukan bahwa istri bapak dan anak bapak baru saja pulang dan belum ada tanda tanda mencurigakan pak.Tapi saya akan terus mencari tahu kok pak."Jawab mata mata tersebut.


"Baik...., lakukan dengan baik.Atau saya potong bayaran kamu."Ucap Evano.


"Baik bos, baik."Ucapnya.


Setelah mematikan ponselnya."Kenapa belum ada tanda tanda.Mata mata itu bekerja dengan benar atau tidak sih, dari tadi tidak ada tanda tanda antara Ayana dengan ibuku.Apa aku saja yang harus mencari tahu."Ucap batin Evano sambil melipat tangannya.


Malam pun tiba, dimana Evano baru pulang dari perusahaan nya dan langsung masuk ke dalam rumah nya.


"Kau sudah pulang."Jawab tidak lain lagi ialah Ayana, yang baru menyiapkan pekerjaan nya, setelah menidurkan Kayra.


"Kemana ibu?."Tanya Evano membuka jasnya.


"Ibu sudah tidur mungkin, tadi abis nonton televisi kok."Jawab Ayana mengambil jas yang di lepaskan Evano.


"Kau sudah makan atau belum.Biar aku siapkan?."Tanya Ayana menatapnya.


"Belum.Kalau boleh tau, apa kamu yang menyiapkan pekerjaan semua ini?."Jawab Evano sekaligus bertanya.


"Heheheh...., tidak apa apa kok.Lagian kan sudah ku bilang, ibu sudah tua.Pasti ibu kelelahan, jadi biar aku saja yang menyiapkan nya.Kalau begitu kau mandilah dulu dan aku akan menyiapkan makanan mu."Jawab Ayana langsung ke dapur untuk menyiapkan makan malam untuk Evano.


Evano menahannya."Tunggu.


Membalikkan badannya."Ada apa?."Tanya Ayana menatapnya.


"Ada apa dengan tangan mu ini."Evano langsung menyadarinya dan langsung melihat keadaan tangan Ayana.

__ADS_1


"Kenapa bisa begini?."Tanya Evano langsung menatapnya.


Langsung menarik tangannya kembali."Eh..., tidak apa apa kok.Tadi terkena minyak saat aku mau menggoreng.Jadi begini deh."Jawab Ayana tersenyum untuk menenangkan suasana.


"Apa itu benar, kenapa bisa sampai merah begini?."Tanya Evano kembali untuk memastikannya.


"Itu benar..., dan cepatlah mandi.Aku akan menyiapkan makan malam untukmu."Jawab Ayana langsung menuju dapur dan menyembunyikan tangannya sambil membawa jas Evano.


"Seperti ada yang di sembunyikan Ayana.Aku harus mencari tahu."Ucap batin Evano masih tidak percaya dengan jawaban Ayana.


Di dapur."Fyuh..., untung saja Evano percaya.Tapi aku hampir saja ketahuan olehnya.Evano tidak boleh mengetahui ini semua, atau dia akan melakukan yang tidak ku inginkan."Ucap batin Ayana meletakkan jas Evano di kursi dan Ayana langsung menyiapkan makan malam untuk Evano.


Evano yang sedang di kamar mandi.Dan dia melamun dalam keadaan air mancur mengalir dari atas kepalanya.


"Apa sebenarnya yang di sembunyikan oleh istriku.Kenapa akhir akhir ini, dia bersikap seperti menyembunyikan sesuatu.Apa dia tidak mau menceritakannya kepada ku.Aku ini kan suami nya, apa sebenarnya yang disembunyikan nya."Dalam hati Evano sambil menatap air mancur tersebut.


Selesai Evano mandi, Evano langsung menuju ke dapur dan Ayana juga sedang duduk.Karena sudah menyiapkan hidangan untuk makan malam.


"Makanlah..., aku sudah menyiapkan nya."Ucap Ayana langsung berdiri, begitu Evano datang.


Evano langsung duduk dan mengambil nasi dan lauk milik nya."Duduklah."Perintah Evano melihat Ayana yang berdiri dan menatap nya.


Ayana pun langsung nurut duduk."Kemana Kayra?."Tanya Evano memulai makan nya.


"Kayra baru saja tidur dan aku juga sudah memberinya makan.Jadi dia tertidur deh, akibat efek kekenyangan."Jawab Ayana tersenyum.


"Kenapa wajah mu seperti orang kelelahan.Apa kau sudah tidur siang?."Tanya Evano kembali, melihat wajah Ayana yang sangat kelelahan itu.


"Aku tidak sempat tidur, karena sudah di sibukkan oleh pekerjaan rumah.Kapan kapan saja deh kalau ada waktu."Jawab Ayana tersenyum kembali kepadanya.


"Istri ku begitu kasihan, kenapa dia melakukan hal seperti ini.Apa ibu membantunya."Ucap batin Evano melirik nya.


"Kau mandilah dulu dan tidurlah jika kelelahan, jangan paksa dirimu seperti ini."Ucap Evano sambil mengunyah makanannya.


"Baik...., terima kasih banyak."Jawab Ayana langsung menuju ke kamar mandi.


Dikamar mandi."Kenapa tiba tiba suamiku begitu ya, apa terjadi sesuatu kepadanya."Dalam batin Ayana bingung dengan sikap Evano.

__ADS_1


__ADS_2