
Evano langsung meletakkan ponselnya di belakang, dan kembali fokus menyetir." Siapa sayang?." Tanya Ayana menatapnya.
"Itu, ibu menanyakan keberadaan ku. Dan kebetulan ibu sedang ada di luar untuk arisan. Jadi kamu bisa melihat lihat seisi rumah sayang." Jawab Evano mengelus rambut Ayana dengan tangan kirinya.
Sesampai rumah. Mereka berdua langsung turun dari mobil, dan Ayana langsung melihat rumah Evano dengan jelas." Ini kah rumah kita sayang?." Tanya Ayana menatapnya.
"Tentu saja sayang, kalau begitu mari kita masuk." Jawab Evano langsung membantu Ayana masuk kedalam.
Saat Ayana dan Evano masuk kedalam rumahnya. Ayana pun langsung melihat ruang tamu, dan tiba tiba ia mengingat masa lalunya.
Ingatannya dulu:
“Bu, boleh gak kalau abis ngemil, sampah ya dibuang di tempatnya. Barusan saya nyapu malah kotor lagi bu.” Ucap Ayana mencoba menegur mertuanya.
Langsung menatap wajah ayana dengan tatapan tajam.” Hei, beraninya kau mengatur diriku. Sudah mulai hebat ya, mau udah disapu kek, mau belum kek, biarin aja.” Jawab tegas ibu mertuanya.
“Tapi kan bu, ini kan sudah Ayana sapu, ibu kan bisa ngertiin Ayana.” Lembut Ayana berbicara pada mertuanya.
Berdiri dan melemparkan snack ya lalu menghadap wajah ayana dan mendekatinya.” Diam kau, beraninya membangkang perkataan ibumu, kau tidak di ajarkan ibu mu tentang sopan santun!.” Ucap tegas ibu mertuanya.
__ADS_1
“Bukan seperti itu bu, aku hanya menjelaskan kepada ibu.”
Saat Ayana mencoba menjelaskannya ibu mertuanya langsung menamparnya.
“Plak.” Bunyi tamparan keras dari ibu mertuanya yang membuat hidung Ayana sampai berdarah akibat tamparan tersebut.
“Ini pelajaran bagimu, karena kau berani membangkang perkataanku. Hari ini kau tidak boleh makan, kau mengerti!." Tegas ibu mertuanya membentaknya.
"Baik bu." Menurut Ayana sambil menundukkan kepalanya.
Kembali ke sekarang." Argh, kenapa kepala ku sakit kembali ya." Ucap batin Ayana langsung memegang kembali kepalanya yang sakit.
"Apa kamu baik baik saja sayang. Kelihatannya kamu tidak baik baik saja?." Tanya Evano langsung menatapnya.
"Eh, aku tidak apa apa kok sayang. Kalau begitu, antarkan aku ke sofa." Jawab Ayana, dan Evano langsung membantu Ayana untuk duduk di sofanya.
"Kamu duduk disini dulu ya sayang. Aku mau menaruh pakaian kamu di kamar dulu." Ucap Evano mengelus rambut Ayana, dan langsung ke kamar Ayana, untuk merapikan pakaian yang ada di tasnya.
"Baik sayang." Jawab Ayana tersenyum kepadanya.
__ADS_1
Evano pun langsung masuk ke kamar Ayana, untuk merapikan pakaiannya. Ayana langsung melihat seisi rumahnya, dan Ayana ke dapur, agar ingatannya kembali lagi.
Ayana langsung ke dapur, dengan tongkatnya. Sesampai dapur, ia langsung mengelus meja makan." Sepertinya, aku sudah mengingat ingatanku kembali." Ucap batin Ayana.
Tiba tiba saja, ingatannya kembali lagi. Dan ia langsung mengerutkan keningnya. Mengingat masa lalunya.
“Kenapa kau melakukan hal yang begitu buruk. Hanya mencuci piring doang, sampai di pecahkan seperti ini. Kau mau menggantinya, mana mampu, kau kan hidup sederhana!.” Maki ibu mertuanya dengan tegas kepadanya.
“Sudah tidak pandai merawat diri, kerjaannya ngurus anak doang, susah amat. Saya jadi nyesel milih kamu jadi menantu saya.
"Sudah tidak pernah berdandan lagi. Sampai suami mu itu tidak pernah mengajak mu ke pesta teman temannya karena kau jorok seperti ini.” Ucap hina dari mulut ibu mertuanya langsung dihadapannya.
Kembali ke sekarang." Argh, aku benar benar sudah mengingatnya." Ucap Ayana langsung duduk di kursi dan memegang kepalanya.
"Aku sudah ingat. Dan kenapa, lagi lagi ingatan yang muncul di rumah ini, selalu yang buruk. Kenapa ya?." Tanya Ayana kepada dirinya sendiri.
Tiba tiba Evano menghampirinya." Sayang, kenapa kamu ada disini?." Tanya Evano langsung duduk di sampingnya.
"Eh, aku
__ADS_1