Marriage Is Not Beautiful

Marriage Is Not Beautiful
Episode 99: Luka Tangan


__ADS_3

"Wah, karena kebetulan kamu sudah ada disini Ayana. Kamu langsung saja ke dapur, dan membuat pesanan. Kertas pesanannya sudah digantungkan disana, kamu tinggal buat saja." Ucap bos Alex tersenyum kepadanya.


"Baik bos, kalau begitu, aku duluan ya Jae, mau bekerja dulu." Ucap Ayana tersenyum kembali.


"Aman itu, kamu bekerja lah dengan fokus." Ikut tersenyum Jae.


Siang pun tiba, dimana Jae sudah pulang daritadi. Dan tiba tiba ada pelanggan lagi yang datang, dan setelah pelanggan tersebut memesannya, pelayan langsung mengantarkan catatan pesanan kepada Ayana.


"Kak, ini pesanan untuk meja 01, secepatnya ya kak." Ucap pelayan tersebut, langsung meletakkannya diatas meja.


"Okey." Jawab Ayana tersenyum, dan langsung membuat pesanan meja 01.


Setelah beberapa menit, Ayana pun selesai membuatkan pesanan meja 01. "Sini kak, biar aku saja yang mengantarkannya." Ucap pelayan tersebut kepada Ayana.


"Biar aku saja ya, sekali ini saja kok. Okey." Ucap Ayana langsung mengantarkan pesanan ke meja 01.


Saat Ayana mengantarkannya, tiba tiba aja yang memesan pesanan tersebut, dan duduk di meja 01, adalah ibu mertuanya sendiri, bersama teman arisannya.


Sontak ibu mertuanya, dan Ayana saling bertatapan. "Ini bu pesanan anda, silahkan dinikmati." Ucap Ayana tersenyum kepada teman teman ibu mertuanya.


"Eh, bukannya ini adalah pembantu kamu yang ada di rumah ya jeng?." Tanya teman arisannya.


"Ya, dia bekerja juga disini. Katanya dia mau membiayai keluarganya." Jawab bu Christina berbohong dengan teman arisannya.


"Ouh, kamu pekerja keras banget ya. Sungguh wanita yang kuat." Puji teman arisan ibu mertuanya.


"Terima kasih banyak bu, kalau begitu saya permisi dulu." Ucap Ayana ikut tersenyum, dan langsung pergi dari meja tersebut.


Di dapur, Ayana langsung menghela nafas panjang. "Kenapa ibu bisa ada disini. Tidak, itu pasti kebetulan saja, lagian ini kan restoran terkenal. Jadi semua suka dong datang kemari. Tapi, kenapa ibu tidak mau mengakui lagi, bahwa aku ini adalah menantunya. Apa aku memang seburuk itu." Ucap batin Ayana menahan air matanya yang mau jatuh.


Tiba tiba saja pelayan tadi datang kembali menghampirinya. "Kak, kakak kenapa?." Tanya pelayan tersebut yang bernama Viona.


"Aku gak apa apa kok Viona, hanya saja asap panas ini masuk ke mata kakak. Jadinya pedih deh." Jawab Ayana sambil tersenyum, untuk menutupi lukanya.


"Ouh, aku kira kakak kenapa. Kalau begitu, aku duluan ya kak, mau melayani pelanggan lainnya." Ucap Viona langsung meninggalkannya.

__ADS_1


Setelah beberapa menit, arisan bu Christina dengan teman temannya berakhir. Dan teman bu Christina memanggil Viona.


"Pelayan." Panggilnya.


"Iya bu, ada yang bisa kami bantu?." Tanya Viona.


"Dimana pelayan yang mengantarkan makanan kesini. Coba panggilkan dia, karena saya mau dia yang melayani kami." Jawab bu Christina kepadanya.


"Baik bu, kalau begitu, saya panggilkan dulu kak Ayana nya." Kembali menundukkan kepalanya, dan langsung memanggil Ayana.


"Kak, kak." Panggil Viona.


Sontak Ayana langsung menatapnya. "Iya Viona, ada apa memanggil kakak?." Tanyanya langsung menghampiri Viona.


"Kakak dipanggil oleh ibu arisan yang kakak antarkan pesanannya tadi. Katanya dia maunya dilayani sama kakak." Jawab Viona.


"Baiklah, kakak akan kesana. Kalau begitu, kamu jaga dapur dulu." Ucap Ayana langsung membuka celemeknya, dan langsung ke meja no 01.


Sesampainya. "Ya buk, ada apa ya memanggil saya?." Tanya Ayana kembali tersenyum.


"Coba kamu hitung berapa semua ini, dan jangan sampai ada yang kelewatan." Ucap bu Christina sambil melipat kedua tangannya.


Bu Christina langsung mengeluarkan uangnya, dan sengaja menjatuhkannya. "Aduh, uangnya pakai jatuh lagi. Kamu bisa ambilkan uang saya." Berakting bu Christina.


"Baik buk." Langsung mengambil uang yang jatuh, yang ada di bawah meja makan.


Saat Ayana mengambilnya, tepat didekat kaki ibu mertuanya. Ibu mertuanya langsung menginjak tangan Ayana.


Sontak Ayana kesakitan. "Auh," ucapnya langsung mengerutkan keningnya.


"Sakit bu, tolong lepaskan." Ucap Ayana mengatakannya dari bawah.


Dan ibu mertuanya langsung melepaskannya, dan Ayana kembali berdiri kembali. "Terima kasih banyak buk, uangnya pas. Dan datanglah kembali lagi." Ucap Ayana langsung menundukkan kepalanya, sambil menahan sakit tangannya.


Setelah ibu mertuanya pergi, bersama teman arisannya. Ayana pun langsung ke dapur, dan langsung merasakan sakitnya. "Auh, sakit banget." Ucap Ayana sangat kesakitan, sampai menghembusnya.

__ADS_1


"Tahanlah Ayana, kamu pasti kuat. Kamu adalah orang yang kuat di kehidupan ini." Ucap Ayana kembali tersenyum, untuk menutupi lukanya dan membiarkan tangannya. Ayana pun kembali bekerja.


Sore pun tiba. Dimana ada yang datang ke restoran, dan ia adalah Jae.


"Anyeong Ayana, kamu lagi sibuk gak?." Tanyanya dari depan.


Ayana pun langsung keluar dari dapur, dan langsung menghampirinya. "Eh Jae, aku gak sibuk kok. Dan ini sudah mau pulang kok." Jawab Ayana sambil tersenyum.


Sontak Jae langsung melihat ke tangan Ayana yang memerah dan luka. "Kenapa tangan kamu ini, apa yang terjadi denganmu?." Tanya Jae langsung memegang tangan kanan Ayana yang luka.


Ayana pun langsung menarik tangannya. "Aku tidak apa apa kok Jae, aku baik baik saja." Ucap Ayana kembali tersenyum.


"Jangan bertingkah seolah olah kamu baik baik saja, padahal didalam sana kamu sedang tidak baik baik saja. Sini aku obati luka kamu dulu, dan duduklah dulu." Ucap Jae langsung ke ruangan Alex, untuk mengambil kotak obat.


Setelah mendapatkan kotak obat tersebut, Jae pun langsung menghampiri Ayana, dan duduk disampingnya.


"Ini tidak akan sakit kok, seperti digigit harimau." Ucap Jae bercanda, langsung mengeluarkan kapas dan obat biru.


"Hahaha, sakit dong kalau digigit harimau. Aneh kamu." Jadi tertawa Ayana.


Jae pun langsung mengobati luka Ayana, dan Ayana kesakitan, ia meremas lengan pakaian Jae, sambil menutup kedua matanya.


Jae yang melihat tangan Ayana memegang lengan pakaiannya, langsung menarik tangan Ayana, ke genggaman tangan kirinya, dan tangan kanannya mengobati tangan Ayana, dan kanan kirinya, untuk memegang tangan Ayana yang kesakitan.


Setelah mengobatinya, dan menutupinya dengan perban. Jae pun menghembuskan tangan Ayana dengan perlahan lahan.


"Semuanya sudah beres Ayana, kamu bisa membuka mata kamu sekarang." Ucap Jae kembali tersenyum, dan Ayana langsung membuka matanya perlahan lahan.


"Wah, kamu memang pandai mengobati ya Jae. Hebat." Langsung bahagia Ayana, dan memberikan jempol kepadanya.


"Ini sudah biasa bagiku, karena bagaimanapun pria harus pandai menjaga dan merawat orang yang ia sayang." Jawab Jae ikut tersenyum.


"Omong omong, bagaimana dengan pekerjaan mu tadi?." Tanya Jae sambil merapikan kotak obat.


"Semua sudah aman kok. Kalau aku ada disini, semua aman kok, termasuk pencuri yang tidak akan berani masuk, kalau ada aku disini." Jawab Ayana membuat lelucon.

__ADS_1


"Hahahah, kamu ada ada saja deh." Ikut tertawa Jae.


Disisi lain, ternyata sudah ada


__ADS_2