Marriage Is Not Beautiful

Marriage Is Not Beautiful
Episode 101: Mata Bengkak


__ADS_3

Iya deh, kalau begitu aku minta maaf denganmu Ayana." Ucap Jae meminta maaf walaupun bukan dia yang salah.


Ayana pun mau berjabat tangan dengan Jae, tapi Jae langsung mengelabuinya dan malah merapikan rambutnya. "Hahaha, ada ada saja kamu Jae." Tertawa bahagia Ayana sambil meminum kopinya.


Disisi lain. "Kelihatannya mereka sangat cocok ya, dan kenapa dulu mereka tidak menikah saja. Seharusnya mereka bertemu duluan, dan kenapa harus aku. Aku malah memberikan luka kepada Ayana." Ucap batin Evano hanya bisa terdiam.


"Nah gitu kan cantik lagi, karena tertawa lagi. Daripada menangis terus." Ucap Jae memujinya.


"Hahahah, ada ada saja kamu Jae. Kan aku memang cantik, hahahah." Ucap Ayana sangat bahagia.


"Benar yang dikatakan tante itu, karena tante Ayana memang cantik." Puji Cuky juga.


"Terima kasih banyak sayang tante. Kamu memang pandai menggoda juga ya, sama kayak ayah kamu. Hahaha." Ucap Ayana mencubit pipi Cuky.


Selesai makan, Ayana pun langsung keluar restoran bersama Jae dan Cuky.


Dan Evano juga ikut keluar bersama Lia. "Kalau begitu, pulang dulu ya Jae dan kesayangan tante." Ucap Ayana mengelus rambut Cuky.


"Iya tante cantik, dan hati hati." Ucap Cuky melambaikan tangannya, dan mereka berdua langsung kembali ke rumah.


Begitu juga dengan Evano dan Lia. "Kamu bisa pergi sekarang Lia, karena aku sangat lelah." Ucap Evano mengerutkan keningnya.


"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu." Langsung pergi meninggalkan Evano.


Setelah semua sudah pergi, dan tinggal Evano dan Ayana. Evano pun langsung menghampiri Ayana.


"Sayang, mari kita pulang." Ucap Evano langsung masuk kedalam mobil, dan Ayana pun ikut masuk kedalam mobil.


Di perjalanan, mereka hanya diam saja dan Ayana menyenderkan kepalanya di jendela mobil yang ada disampingnya.


"Entah apa yang akan terjadi kedepannya. Aku harus kuat." Ucap Ayana menahan air matanya.


Sesampai rumah, Ayana dan Evano langsung turun dari mobil. Dan Ayana langsung masuk duluan ke dalam rumah, dan saat di dalam rumah.


Tiba tiba saja ada Kayra yang sedang menyapu ruang tamu, sambil mengusap keringatnya.


"Sayang, kenapa kamu menyapu seperti ini sayang. Siapa yang menyuruh kamu?." Tanya Ayana langsung memeluk Kayra.


"Sayang, kenapa kamu menyapu sayang. Dimana nenek?." Tanya Evano juga, langsung menghampiri Kayra juga.


"Gapapa kok ma, pa. Memang Kayra yang mau membereskan kerjaan rumah ini, karena rumah sangat kotor. Dan belum lagi mama bekerja dan papa sangat sibuk. Jadi lebih baik Kayra membantu pekerjaan rumah mama." Jawab Kayra tersenyum.


"Astaga sayang, seharusnya kamu tidak perlu melakukannya. Seharusnya mama dan nenek yang melakukannya, dan kamu kan masih kecil sayang. Yaudah, kamu masuk aja ke kamar dan istirahat. Kamu sudah kelelahan begini." Ucap Ayana meneteskan air matanya.


"Mama jangan menangis ma, aku tidak apa apa kok ma. Kalau begitu, Kayra mau masuk ke kamar dulu ya ma, pa." Ucap Kayra langsung masuk ke kamarnya.


Ayana pun langsung duduk disofa. "Aku tidak habis pikir dengan ibu sayang. Kenapa dia membiarkan anak kita melakukan pekerjaan orang dewasa. Dia kan masih kecil sayang." Ucap Ayana mengerutkan keningnya, dan menangis deras.


"Sabarlah sayang, tenangkan diri kamu." Ucap Evano mengelus pundak Ayana dengan lembut.


Tiba tiba bu Christina pulang, sontak Evano dan Ayana langsung menatap wajahnya.


Ayana pun langsung berdiri dihadapan ibu mertuanya. "Bu, kenapa ibu membiarkan Kayra menyapu dan mengerjakan pekerjaan rumah bu. Apa ibu tidak bisa membantunya, dan malah lebih memilih arisan dan ketemuan dengan teman teman ibu. Jawab bu!." Tegas Ayana.


"Aku tidak menyuruhnya kok, dia sendiri yang mau. Dan lagi pula, daripada anak kamu tidur saja, lebih baik mengerjakan pekerjaan rumah deh. Bosan saya melihatnya." Jawab ibu mertuanya dengan santai.


"Ibu memang keterlaluan, tidak punya hati nurani." Ucap Ayana langsung berlari ke kamarnya, dan masuk langsung.


Evano pun menghampiri ibunya. "Bu, apa ibu memang tidak memiliki hati nurani bu. Aku benar benar tidak habis pikir dengan ibu. Aku marah dengan ibu." Ucap Evano juga masuk ke kamarnya, dan meninggalkan Christina di ruang tamu.


Di kamar Ayana. "Aku benar benar sudah tidak tahan lagi dengan ini semua. Apa yang harus aku lakukan ya tuhan." Ucap Ayana menggenggam kedua tangannya, sambil menundukkan kepalanya.


Keesokan paginya, dimana Ayana seperti biasanya sudah bangun, dan langsung mengerjakan pekerjaan rumah, dan sedang membuat sarapan pagi.

__ADS_1


Setelah Ayana membuat sarapan pagi, Evano dan Kayra datang ke meja makan. "Mama masak apa ma, daritadi harum banget?." Tanya Kayra langsung duduk dan menatap Ayana yang sedang meletakkan makanan tersebut diatas meja.


"Tentu saja makanan yang enak sayang, dan pastinya kamu menyukainya." Jawab Ayana sambil tersenyum.


"Oh ya ma, kenapa mata mama bengkak begitu. Apa yang terjadi kemarin?." Tanya Kayra yang selalu peka kepada Ayana.


"Mama hanya kurang tidur saja kok sayang, tidak apa apa." Jawabnya kembali tersenyum.


"Ini semua gara gara menangis, dan jadinya begini deh." Ucap batin Ayana langsung duduk dihadapan Kayra, dan disamping Kayra ada Evano yang hanya diam saja.


"Oh ya papa, dan kenapa juga dengan papa. Kenapa mata papa bengkak juga, kenapa dengan papa?." Tanya Kayra kepada Evano.


"Papa tidak apa apa kok sayang, kemarin ada kerjaan lembur. Makanya papa jadi kurang tidur deh." Jawab Evano ikut tersenyum.


"Padahal ini gara gara kemarin aku menangisi Ayana, jadinya begini deh." Ucap batin Evano.


Selesai makan, Evano pun langsung mengantarkan Kayra ke sekolahnya. Dan Ayana juga bersiap siap untuk bekerja seperti biasanya.


Ayana pun langsung menuju restoran dengan menaiki taxi, dan sesampainya, Ayana pun langsung turun dan tidak lupa untuk membayarnya.


Setelah itu, Ayana pun langsung masuk ke dalam restoran tersebut. Dan saat di dalam, sudah ada banyak pelanggan yang datang, dan Ayana bergegas untuk menyiapkan makanan pelanggan yang sudah mereka pesan sebelumnya.


Ayana pun langsung membuat makanan sesuai pesanan yang ada. Setelah membuatnya, Ayana pun langsung memanggil Viona, dan Viona langsung mengantarkan pesanan pesanan tersebut, sesuai nomor pesanan.


Selang beberapa menit, tibalah dimana jam istirahat. Dan Ayana langsung beristirahat, dengan duduk dikursi. Tiba tiba saja ada yang menutup matanya, dengan kedua tangan. "Viona jangan iseng deh." Ucap Ayana.


"Aku gak Viona, aku Jae loh." Ucap Jae langsung membukakannya, dan langsung duduk dihadapan Ayana.


"Astaga Jae, aku kira siapa tadi. Kebiasaan kamu." Ucap Ayana mencubit tangan Jae.


"Auh, sakit tahu. Iya deh, aku minta maaf." Ucap Jae kembali tersenyum.


"Eh, kenapa mata kamu itu Ayana?." Tanya Jae langsung menatapnya.


"Kenapa kau menangis, apa Evano lagi yang membuatmu menangis?." Tanya Jae.


"Tidak kok, aku tidak bisa menceritakannya kepadamu Jae. Maafkan aku." Ujar Ayana mengelus tangannya sendiri.


"Kalau memang kamu sudah tidak tahan, kamu cerai saja. Dengan begitu, hati kamu bisa tenang dan tidak akan ada yang membuatmu sedih lagi. Tidak perlu menikah lagi, yang terpenting anak kamu bahagia bersamamu, tanpa melihat pertengkaran kalian terus."


"Bukannya aku merusak rumah tangga kalian, tapi aku hanya kasihan kepada anakmu saja. Yang masih kecil, tapi sudah harus melihat kalian setiap hari berkelahi. Tentu itu akan membuat Kayra takut akan dewasa nanti. Dia takut, saat dia dewasa dan dia menikah, dia akan merasakan seperti yang kau rasakan. Sebab itu, kau harus memikirkannya secara baik."


"Pikirkan soal kedepannya, tentang anakmu dan harga dirimu. Itu saja, dan yang lainnya terserahmu. Aku hanya memberi saran kepadamu." Ucap Jae kembali tersenyum dengannya.


"Ada benarnya juga yang dikatakan oleh Jae. Aku harus memikirkan soal anakku, agar kehidupan anakku kedepannya bisa bahagia, dan anakku tidak akan trauma saat dia dewasa nanti." Ucap batin Ayana berfikir.


"Terima kasih banyak Jae atas saranmu, kalau begitu aku mau kembali bekerja dulu. Sampai jumpa nanti." Ucap Ayana ikut tersenyum, dan kembali ke dapur.


Sore pun tiba, dimana Ayana sedang membersihkan meja yang ada di dapur. Dan tiba tiba saja Viona datang menghampiri Ayana.


"Kak Ayana." Panggil Viona langsung menghampirinya.


"Eh, iya Viona. Ada apa Viona?." Tanya Ayana langsung menatapnya.


"Ini kak, tolong antarkan makanan ini ya kak, ke meja 02, soalnya aku ada urusan penting kak, jadi harus pulang dulu sebentar. Tidak apa apa kan kak." Jawab Viona.


"Tidak apa apa kok, kalau begitu mending kamu langsung pulang saja, dan biar kakak yang mengantarkan makanan ini ke meja 02." Jawab Ayana sambil tersenyum.


"Baiklah kak, terima kasih banyak." Langsung meninggalkan Ayana.


Ayana pun langsung membuatkan pesanan untuk meja 02, dan setelah membuatnya. Ayana pun langsung mengantarkannya ke meja 02.


"Ini pesanan anda buk, silahkan dinikmati." Ucap Ayana tersenyum ramah, dan langsung meletakkan makanan tersebut diatas meja mereka.

__ADS_1


"Terima kasih banyak mbak." Ikut tersenyum pelanggan tersebut.


"Sama sama, kalau begitu saya permisi dulu." Menundukkan kepalanya, dan kembali ke dapur.


"Ini saatnya melakukan sesuatu, sesuai yang diperintahkan oleh bu Christina." Ucap pelanggan tersebut, langsung mengeluarkan sesuatu dari tasnya dan melihat sekelilingnya dulu, baru meletakannya diatas makanan tersebut, lalu dicampurkan dulu.


Setelah itu, pelanggan wanita tersebut langsung berdiri dan memasang ekspresi kaget. "Astaga, gimana sih ini restoran. Kenapa bisa ada kecoa diatas makananku ini. Hei, pelayan." Teriak wanita tersebut langsung akting jijik.


Ayana dan bos Alex langsung menghampiri wanita tersebut. "Ada apa ya kak, kenapa?." Tanya bos Alex.


"Gimana sih pelayanan makanan kalian. Masa ada kecoa diatas makanan ini, jijik banget. Kalian lihat kan, lihat ini." Jawab wanita tersebut kepada semua pelanggan yang membeli disana, dan langsung melihatnya.


"Benar itu, kenapa bisa ada kecoa diatasnya. Jijik banget, iyyuh. Gimana sih restoran ini, mending kita gak jadi beli yuk, yuk." Ucap pelanggan lainnya, langsung pergi dari restoran tersebut.


"Saya sudah memeriksa semua kebersihan makanan ini kok. Saya menjamin bahwa makanan ini 100% bersih, tanpa kotoran apapun. Saya bahkan memasaknya menggunakan sarung tangan lagi." Ucap Ayana dengan tegas.


"Kalau emang bersih, kenapa bisa ada kecoa diatasnya. Kamu kira saya gitu yang meletakkan kecoa diatasnya, pokoknya saya gak mau bayar makanan jorok ini." Ucap wanita tersebut dengan tegas kepada Ayana.


"Baik kak, anda tidak perlu banyak kok. Saya akan menggratiskan makanan yang kakak pesan ini." Ucap bos Alex.


"Saya tidak akan kemari lagi, karena makanan disini sangat kotor." Ucap wanita tersebut langsung keluar dari restoran tersebut.


"Ayana, bagaimana yang kamu lakukan ini sih. Sampai semua pelanggan keluar dan tidak jadi beli di restoran ini. Bagaimana sih kamu ini." Tanya bos Alex marah.


"Benar benar bukan saya yang melakukannya bos Alex. Saya sudah memeriksa semua kebersihan makanannya, dan tidak ada hewan apapun disana. Semua aman, tapi kenapa tiba tiba ada kecoa diatasnya." Jawab Ayana menjelaskannya.


"Maaf banget Ayana, aku tidak mempertahankanmu lagi disini. Terpaksa saya harus memecat mu." Ucap bos Alex.


"Bos, jangan pecat saya. Saya tidak bersalah bos, saya benar benar tidak melakukannya kok. Jangan pecat saya bos." Ucap Ayana langsung bertekuk lutut dihadapan bos Alex.


"Maaf, aku tidak bisa mempertahankan pelayan sepertimu. Kau harus pergi sekarang juga." Ucap bos Alex langsung pergi ke ruang pribadinya, dan benar benar tidak bisa memaafkan Ayana.


Ayana pun langsung meneteskan air matanya. "Kenapa aku selalu saja merasakan penderitaan, tidak pernah merasakan kebahagiaan. Kenapa saat aku sedikit bahagia, selalu saja ada masalah yang datang ke hidupku." Ucap batin Ayana mengepalkan kedua tangannya.


Disisi lain, wanita yang menyalahkan Ayana tadi, langsung menghampiri seorang wanita, dan ia adalah Christina.


"Bagaimana, apa kau berhasil?." Tanya Christina kepada wanita tersebut.


"Aman semua bos, dan dia sudah dipecat dari pekerjaannya disana." Jawab wanita tersebut, sambil mengedipkan matanya.


"Baguslah kalau begitu, dan ini bayaran mu. Kau bisa pergi sekarang." Langsung memberikan bayaran kepada wanita tersebut.


"Terima kasih banyak bos, saya pergi dulu." Langsung pergi meninggalkan Christina.


"Kau pikir aku akan diam, jika melihatmu berani melawanku. Aku akan membuatmu menderita Ayana." Ucap batin Christina tersenyum bahagia, dan langsung menghampiri Ayana yang keluar dari restoran.


Disisi lain, Ayana langsung keluar dari restoran tersebut, dengan wajah yang dipenuhi dengan air mata.


"Hay Ayana." Ucap Christina dengan ekspresi bahagia.


Sontak Ayana langsung menatap wajah ibu mertuanya. "Eh, ibu. Kenapa ibu bisa ada disini?." Tanyanya langsung mengusap air matanya.


"Bagaimana dengan rencana yang aku buat, bagus bukan?." Tanyanya balik, sambil tersenyum tipis.


"Maksud ibu apa, dan rencana apa?." Tanya Ayana yang bingung dengan perkataan Christina.


"Soal kecoa itu, kamu tahu kan. Sebenarnya aku menyewa orang, untuk mefitnah dirimu. Bagaimana, bagus bukan." Jawab ibu mertuanya tersenyum bahagia.


"Apa, maksudnya ibu yang menyusun rencana itu semua, agar aku dipecat dari pekerjaanku?." Tanya Ayana untuk memastikannya.


"Iya dong, bagaimana bagus bukan." Jawab ibu mertuanya tanpa bersalah sedikitpun.


"Bu, apasih salahku sebenarnya kepada ibu, sampai ibu mU membuatku seperti ini. Dan maunya semua orang membenciku begitu bu. Itu yang ibu inginkan kan!." Tegas Ayana kepada bu Christina.

__ADS_1


__ADS_2