Marriage Is Not Beautiful

Marriage Is Not Beautiful
Episode 86: Sadar


__ADS_3

"Sayang." Ucap Evano ikutan panik dan langsung mendekati Kayra yang pingsan.


"Salah siapa mengangguku." Ucap Christina.


Ayana yang marah, langsung berdiri dan menatap ibu mertuanya dengan tatapan marah." Ibu, bisa gak ibu jangan seperti ini kepada anakku. Kalau ibu marah, ibu pukuli saja aku, jangan buat anakku begini. Aku benar benar tidak habis pikir sama ibu." Ucap Ayana tegas, sambil meneteskan air matanya.


"Sudahlah sayang. Mending kita langsung bawa Kayra ke rumah sakit saja. Daripada terjadi yang lebih parah." Ucap Evano langsung menggendong Kayra dan membawanya ke mobil.


Ayana pun langsung ikut bersama Evano ke rumah sakit. Sesampai rumah sakit, Evano langsung membawa Kayra ke dalam rumah sakit.


Di dalam rumah sakit. Kayra langsung di bawa ke ruang UGD." Maaf bapak dan ibu, anda harus menunggu di luar, selagi kami memeriksa keadaan pasien." Ucap suster tersebut, langsung menutup pintu ruang UGD.


Di luar ruang UGD. Ayana duduk di kursi." Kamu harus kuat sayang. Kamu pasti bisa." Ucap Ayana menggigiti jarinya, sambil meneteskan air matanya.


"Kasihan Ayana. Ini semua karena perbuatanku, dan perbuatan ibuku. Aku sudah membuat Ayana menderita." Ucap batin Evano, langsung duduk disamping Ayana.

__ADS_1


"Sayang, bagaimana dengan keadaan Kayra sekarang. Apa dia akan baik baik saja?." Tanya Ayana kepada Evano.


"Kayra pasti kuat sayang. Dia pasti akan sembuh. Kan dia seperti kamu sayang, sama sama kuat." Jawab Evano, sambil meletakkan kepala Ayana dibahunya.


"Semoga Kayra benar benar baik baik saja. Aku sangat khawatir dengannya. Kamu yang kuat ya sayang." Ucap Ayana kembali meneteskan air matanya dengan deras.


1 Jam pun berlalu. Dimana dokter dan suster baru keluar." Bagaimana keadaan anak saya dok?." Tanya Ayana, langsung menghampiri dokter dan suster tersebut.


"Pasien didalam sudah baik kok bu. Tapi, harus membutuhkan perawatan yang baik, karena ada benturan yang cukup keras dibagian kepalanya. Karena pasien masih sangat kecil, jadi sangat mudah untuk mengalami pendarahan." Jawab dokter tersebut dengan jelas.


"Apa kami sudah boleh menjenguknya dok?." Tanya Ayana.


Ayana dan Evano, langsung masuk untuk melihat keadaan Kayra. Di dalam, Ayana langsung duduk disamping Kayra.


"Sayang, kamu pasti kuat sayang. Kamu bangun ya sayang. Nanti mama akan membelikan gulali yang banyak." Ucap Ayana, langsung memegang tangan Kayra dengan lembut.

__ADS_1


"Kamu kuat kan sayang. Kamu pasti bisa." Ucap Evano mengelus pipi Kayra dengan lembut.


Tiba tiba tangan Kayra bergerak. Sontak Ayana dan Evano langsung kaget." Kamu sudah bangun sayang. Kamu memang anak yang kuat." Ucap Ayana dengan bahagia, sambil meneteskan air matanya.


Mama." Panggil Kayra dengan pelan dan tidak bertenaga.


"Sayang. Bagaimana dengan keadaan kamu sekarang sayang?." Tanya Ayana.


"Aku baik baik saja kok ma, pa. Kalian tidak perlu mengkhawatirkanku." Jawab Kayra langsung tersenyum.


"Maafkan mama ya sayang. Gara gara mama, kamu jadi begini." Meminta maaf, dan mencium tangan Kayra.


"Ini bukan kesalahan mama. Kan sudah Kayra bilang tadi. Kayra kan kuat." Ucap Kayra.


"Kamu kalau mau istirahat, istirahat dulu saja sayang. Mama dan papa akan menemani kamu disini. Kamu jangan takut ya sayang." Ucap Ayana.

__ADS_1


"Iya sayang. Papa akan menemani kamu disini. Kami tidak akan meninggalkan kamu sayang." Ucap Evano juga mencium kening Kayra.


Kayra pun kembali tidur." Sayang


__ADS_2