Marriage Is Not Beautiful

Marriage Is Not Beautiful
Episode 70: Pulih Kembali


__ADS_3

"Kamu sudah pandai melawan ibu ya. Ini semua karena istri mu itu. Kamu jadi pandai melawan ibu, dan membangkang perkataan ibu. Kamu mau jadi pahlawan!." Tegas ibunya langsung mempelototinya.


"Aku bukan seperti itu bu. Tapi Evano mohon kepada ibu, agar ibu tidak memarahinya. Karena ia masih dalam tahap pemulihan bu." Jawab Evano langsung mengelus tangan ibunya.


"Apa dia masih lupa ingatan?." Tanya ibunya kembali.


"Tentu saja bu. Dia selalu merasakan sakit kepala yang begitu parah, saat dia mengingat sesuatu. Tapi dia belum mengingat apapun bu." Jawab Evano menjelaskannya secara detail.


"Halah, nanti cuma bohong saja dia. Biar mendapatkan perhatian." Ucap ibunya membalikkan bola matanya.


"Bu, tolong mengerti perasaanku saja bu. Mohon bu." Ucap Evano langsung meneteskan air matanya.


"Eh, kamu jangan nangis begitu dong. Iya, iya. Ibu tidak akan memarahinya, sampai ia sembuh." Jawab ibunya tidak mau melihat Evano meneteskan air matanya.


"Terima kasih banyak bu. Aku sayang ibu." Langsung memeluk ibunya dengan bahagia.

__ADS_1


"Siapa juga yang mau menyayanginya. Aku hanya tinggal akting saat anakku tidak ada. Dan saat Evano tidak ada, aku tinggal suruh suruh dia lagi. Seperti dulu." Ucap batin ibunya tersenyum tipis.


Tiba tiba ponsel Evano berdering." Eh, tunggu ya bu. Aku mau mengangkat telepon dulu." Ucap Evano langsung mengangkat teleponnya.


"Baiklah." Jawab ibunya tersenyum palsu kepadanya.


Setelah Evano mengangkat teleponnya. Evano pun menghampiri ibunya lagi." Bu, aku ada urusan sebentar di Perusahaan. Aku serahkan Ayana kepada ibu ya bu. Jaga Ayana dengan baik bu. Aku pergi dulu." Ucap Evano mencium pipi ibunya dan langsung pergi.


Setelah Evano pergi. Ibunya langsung duduk di sofa." Malas banget harus baik baik, di depan Evano. Ck, aku hanya mau memukulinya." Ucap bu Christina melipat kedua tangannya, dan tersenyum sinis.


"Ini. Mama, anak, sama sama aja." Ucap ibu Christina sambil membalikkan bola matanya.


Disisi lain. Di kamar Ayana, Ayana pun tertidur dan karena suara yang keras dari ibu mertuanya, ia pun terbangun." Suara apa ya itu. Kenapa berisik banget." Ucap Ayana langsung bangun, sambil mengusap matanya yang masih lengket.


Ayana pun mencoba berjalan tanpa tongkat." Bisa dong Ayana. Kamu harus bisa tanpa tongkat." Ucap Ayana langsung berjalan dengan pelan, dengan memegang meja, sebagai penyangganya.

__ADS_1


"Eh, aku sudah bisa jalan ini, tanpa tongkat. Yeah, akhirnya aku bisa." Ucap Ayana mulai berjalan, tanpa memegang apapun, dan berjalan dengan perlahan lahan.


"Walau sedikit susah. Tapi aku bisa berjalan tanpa tongkat. Terima kasih banyak ya tuhan. Kamu sudah memberikan yang terbaik untukku." Ucap batin Ayana bahagia.


"Mending aku cek di luar saja deh. Apa ada yang di luar, selain Evano." Ucap Ayana langsung keluar dari kamarnya dengan hati hati, agar Kayra tidak bangun, karenanya.


Saat keluar kamar. Ayana langsung melihat ibu mertuanya yang sedang duduk di sofa, sambil menonton televisi. Sontak kepala Ayana kembali mengingat kejadian kejadian dimana ia di siksa.


"Auh, sakit bu. Kenapa ibu menjambak ku. Apa salah ku bu." Tanya Ayana sambil memegang rambut nya yang di jambak.


"Beraninya kau pergi ke perusahaan Evano, tanpa meminta izin dulu kepadaku. Kau pikir kau sudah merasa hebat, karena memiliki suami yang mempunyai perusahaan besar. Sini kau. Akan ku beri kau pelajaran!." Jawab ibu mertuanya marah besar dan menarik keras rambut Ayana.


"Sakit bu, jangan bu, jangan!." Teriak Ayana sambil mendorong tangan ibu mertuanya.


Kembali ke sekarang." Argh, ingatanku sudah kembali semuanya. Ternyata benar, ibu mertuaku jahat kepadaku, dan sudah menyiksa diriku selama ini." Ucap batin Ayana menahan air matanya.

__ADS_1


Tiba tiba ibu mertuanya menatapnya, dan langsung,


__ADS_2