Marriage Is Not Beautiful

Marriage Is Not Beautiful
Episode 62: Mau Pulang


__ADS_3

"Hey, kamu kenapa menatapku begitu?." Tanya Ayana menyadarkannya.


"Eh, aku tidak apa apa kok sayang. Omong omong, kamu sudah sarapan belum?." Jawabnya langsung mengalihkan pembicaraan.


"Sudah kok sayang. Kamu sudah sarapan belum." Tanya balik Ayana.


"Sudah dong. Dan kenapa kamu sangat cantik hari ini?." Tanya kembali Evano sambil menatap pakaian yang di kenakan Ayana.


"Kenapa emangnya sayang. Apa ada yang salah dariku, atau memang tidak cocok untukku." Ucapnya langsung melihat pakaian yang ia kenakan.


"Bukan begitu maksudku sayang. Kamu sangat cantik dengan pakaian ini sayang. Sebab itu, aku kagum dengan kamu. Jangan langsung curiga gitu dong." Jawab Evano mengelus rambut Ayana.


"Iya deh. Kalau begitu, kamu masuk dulu yuk." Kata Ayana langsung mengajak Evano masuk kedalam.


Evano dan Ayana pun langsung masuk kedalam rumah, dan Evano langsung duduk di sofa." Kamu duduk dulu ya sayang. Akan aku buatkan kopi untuk kamu." Ucap Ayana tersenyum kepadanya.


Evano langsung menahan tangan Ayana. Sontak Ayana langsung menatapnya." Eh, ada apa?."Tanyanya.


"Kamu jangan buatkan aku kopi deh. Mending kamu duduk di samping aja. Mungkin saja, ibu sudah membuatkan kopi atau cemilan untukku." Jawab Evano menatapnya dengan penuh kasih sayang.


Tiba tiba ibunya datang, dan benar yang di katakan Evano. Ibunya membawa cemilan pagi." Pagi sayang sayang ibu." Ucap ibunya bahagia dan langsung menghampiri mereka berdua.

__ADS_1


Sontak mereka langsung menatap ibu Bella bersamaan." Eh, ibu. Kenapa ibu repot repot membawa cemilan ini sih bu?." Tanya Ayana.


"Tidak apa apa. Kan nak Evano sudah datang jua, dan ibu harus membuatkan cemilan untuknya, agar dia tidak bosan disini. Yakan nak." Jawab ibunya sambil menaikkan alisnya kepada Evano.


"Tentu saja bu. Kan sudah aku bilang, kalau ibu akan membawakan cemilan untukku. Makanya, percaya apa yang suami kamu katakan ini sayang." Jawab Evano dengan senyumannya.


"Ibu taruh disini ya, dan makanlah cemilan yang sudah ibu buatkan untuk kalian. Ibu mau merapikan dapur dulu." Langsung meletakkan cemilan di atas meja, dan meninggalkan mereka berdua di ruang tamu.


"Baik bu, dan terima kasih banyak atas cemilannya." Bahagia Evano langsung mencicipi cemilan yang di buat oleh ibu mertuanya.


"Ehm, enak banget cemilan ini. Aku sudah lama tidak mencicipinya." Ucap Evano sambil mengunyah cemilannya.


Ayana pun langsung duduk di samping Evano." Bagaimana kalau kita kembali ke rumah kamu sekarang." Ucap Ayana menatapnya.


"Eh, kamu kenapa sayang. Makanya jangan terburu buru gitu dong." Langsung menepuk punggung Evano.


"Bagaimana, apa sudah reda batuknya?." Tanya Evano kembali menatapnya.


"Aku tidak apa apa kok sayang. Aku sudah baik kok. Tidak perlu sampai sebegini nya." Jawab Evano langsung tersenyum kepadanya, agar Ayana tidak terus bertanya kepadanya.


"Baiklah kamu tidak apa apa. Tapi, kenapa tiba tiba kamu batuk, saat aku menanyakan soal rumah kamu?." Tanya Ayana sedikit bingung.

__ADS_1


"Tidak apa apa kok sayang, hanya ada kesalahan sedikit di mulut aku tadi. Bukan apa apa kok." Jawab Evano kembali tersenyum kepada Ayana.


"Baguslah kalau tidak apa apa dengan kamu. Kalau begitu, bagaimana dengan perkataanku yang pertama tadi. Bagaimana kalau kita pulang sekarang saja, karena aku sudah rindu dengan rumah ibu mertuaku." Ucap Ayana memegang tangan Evano dan memohon.


"Apa kamu sebegitunya sangat ingin ke rumah ibuku?." Tanya Evano menatap Ayana dengan wajah menyedihkan.


"Tentu saja dong sayang, karena aku sangat rindu dengan ibu mertuaku, dan aku juga ingin tahu, bagaimana dengan wajah ibu mertuaku. Boleh sekarang kan." Jawab Ayana memohon kepadanya.


"Yaudah deh, kalau kamu maunya sekarang. Kita akan pulang sekarang. Tapi, bagaimana dengan ibu kamu?." Ucap Evano.


"Ibu kan sudah besar, dan bisa menjaga dirinya sendiri. Dia kan sekuat diriku, jadi ibu pasti kuat. Akan aku temui ibu dulu, kalau begitu." Jawab Ayana langsung berdiri, dengan tongkatnya.


"Eh, biar aku saja yang memanggil ibu sayang. Kamu masih sakit, dan jangan terlalu banyak bergerak. Nanti luka, atau apapun itu, malah kambuh lagi. Kamu harus nurut." Ucap Evano langsung mendudukkan Ayana di sofa.


"Baiklah, makanya itu, cepat panggilkan ibu, biar aku yang mengatakannya." Kembali duduk, dengan bantuan Evano.


"Iya sayangku, cintaku. Aku panggilkan ibu dulu ya. Kamu duduk manis disini." Ucap Evano langsung ke dapur, untuk memanggil ibu mertuanya.


Saat Evano sedang memanggil ibunya." Dia begitu manis, dan romantis. Tapi, aku belum ingat dengan ibunya. Semoga, saat di rumahnya nanti. Ingatanku kembali dengan seutuhnya." Ucap batin Ayana ikut mengemil cemilan yang di berikan ibunya.


Di dapur. Evano pun langsung menghampiri ibu mertuanya." Bu, Ayana memanggil ibu." Ucap Evano menatapnya.

__ADS_1


Sontak ibu mertuanya ikut menatap Evano." Eh, nak Evano. Kenapa emangnya?." Tanya ibu mertuanya.


"Itu


__ADS_2