
"Itu nek..., saya mau membantu mama.Karena mama kasihan, mengerjakan pekerjaan rumah sendirian."Jawab Kayra menundukkan kepalanya.
"Ck.., sudah sana, sana.Menyebalkan."Kesal bu Christina mengusir Kayra dari hadapannya.
"Baik nek..., saya permisi dulu."Langsung pergi kedapur.
Sesampai dapur."Mama...."Panggil Kayra langsung memeluk Ayana dan menangis.
"Sayang..., kamu kenapa."Melihat wajah Kayra.
"Kenapa menangis."Merapikan rambut Kayra.
"Nenek memarahiku ma..., masa dia membentak ku ma."Jawab Kayra memasang wajah sedih.
"Kenapa nenek memarahi mu sayang..., apa kau membuat salah, hingga nenek marah?."Tanya kembali Ayana untuk memastikannya.
"Tadi aku sedang menyapu dan tiba tiba nenek datang dan memarahiku.Dia menanyakan kenapa aku menyapu dan aku bilang, karena mau membantu mama dan nenek malah mengusirku.Hikss."Jawab Kayra sambil menangis ketakutan.
Jongkok."Jangan takut sayang..., ada mama disini.Kalau begitu Kayra langsung masuk aja kekamar dan tidak usah membantu mama lagi.Mama bisa mengerjakannya dengan sendiri.Okey."Tersenyum untuk menenangkan suasana hati Kayra yang takut.
"Baik ma..., jagalah diri mama ya ma."Ucap Kayra menyemangati Ayana.
"Terima kasih banyak sayang.., mama akan baik baik saja.Kau pergilah kekamar mu."Mengelus rambut Kayra.
Kayra pun langsung masuk ke kamarnya.Ayana langsung berdiri dan menuju ke ruang tamu, untuk berhadapan dengan ibu mertuanya.
"Ibu...."Panggil tegas Ayana.
Menoleh."Ehm.., ada apa wanita gila?."Tanya ibu mertuanya.
"Kenapa ibu memarahi anakku.Seharusnya ibu tidak boleh membentaknya.Kenapa ibu selalu saja marah marah kepada orang..., ibu boleh memarahiku sepuas mungkin.Tapi jangan pernah membentak anakku!!!."Jawab tegas Ayana.
Berdiri dan menghampirinya."Kenapa emangnya kalau aku membentaknya.Dan apa boleh aku meluapkan amarahku denganmu.Apa boleh!!!.
"Ibu boleh memakiku dan menyakitiku.Tapi jangan pernah membentak anakku bu.., dia masih kecil dan belum tau apa apa bu.Masa ibu tega dengannya."Ucap Ayana dengan mata berkaca kaca.
"Masa melawan ibu mertuanya harus mengeluarkan air matanya sih.Dasar cengeng!!!."Ucap ibu mertuanya langsung menjambak rambut Ayana dengan kuat.
__ADS_1
"Auh..., sakit bu."Kesakitan Ayana.
"Kau bilang aku boleh menyakitimu, asalkan tidak anakmu yang aku sakiti.Masa segini doang sudah kesakitan sih."Jawab ibu mertuanya tersenyum jahat.
"Sini kau..., akan ku beri kau pelajaran."Langsung menarik Ayana ke gudang, untuk disiksa.
Sesampai gudang.Ibu mertuanya langsung mendorong Ayana hingga terjatuh dan ibu mertuanya jongkok, lalu mencengkeram pipi Ayana dengan erat.Ayana tidak sedikitpun melawan perbuatan yang sudah dilakukan ibu mertuanya.
"Kali ini aku akan memberi pelajaran yang kecil saja."Ucapnya langsung menampar wajah Ayana dengan keras.
"Plakk..."Sekali tamparan.
"Plakk..."Dua kali tamparan lebih keras.
"Plakkk."Tiga kali tamparan, hingga membuat pipi Ayana memerah dan Ayana mimisan.
Mengkibas tangannya."Nah..., ini baru sudah cukup.Kau sangat cantik ketika seperti ini.Kalau begitu aku pergi dan jangan coba coba mengadu kepada anakku..., atau kau akan tahu akibatnya.Kau mengerti."Menarik kembali rambut Ayana.
"Iy..., iya bu..., aku mengerti."Gemetaran Ayana.
Ibu mertuanya pun langsung pergi dari gudang tersebut dan Ayana sendirian di gudang yang gelap itu."Astaga..., apa yang ibu mertuaku lakukan.Kenapa aku tidak bisa melawannya yatuhan.Aku tidak bisa memukul seorang ibu..., aku tidak bisa.Hiksss...., Hiksss."Tangis pecah Ayana sambil menutupi hidungnya yang terus mengeluarkan darah.
"Kayra harus mengecek suara dari gudang."Langsung keluar dari kamarnya.
Saat Kayra menuju gudang.Kayra berpapasan dengan neneknya.Neneknya hanya melirik dan langsung fokus menuju ke kamarnya."Nenek habis dari gudang..., apa mama juga ada disana ya."Ucap batin Kayra.
Kayra pun langsung berlari menuju gudang tersebut.Sesampai gudang, Kayra sangat terkejut dengan pemandangan Ayana yang sedang kesakitan dan menahan darahnya yang terus mengalir dari hidungnya.Seketika itu juga Kayra mulai meneteskan air matanya.
"Mama..., mama."Langsung menghampirinya dan memeluk Ayana.
"Sayang..., kenapa kau ada disini?."Tanya Ayana memeluk Kayra dengan erat.
Melepas pelukannya."Kenapa mama bisa seperti ini..., apa semua ini perbuatan nenek.Hikss."Tanya Kayra sambil menangis.
"Mama tidak apa apa kok sayang...., kau tenang saja."Mencoba menenangkan suasana hati Kayra yang cemas dengannya.
"Gimana mau tenang..., mama separah ini.Mari kita masuk kekamar, biar Kayra obati ma."Membantu Ayana berdiri.
__ADS_1
"Terima kasih banyak sayang..., mama bisa berdiri sendiri kok.Ucap Ayana.
"Biar aku bantu ma..., mama tidak usah banyak bicara.Biar aku bantu ma."Jawab Kayra membantu Ayana menuju kamarnya.
Sesampai kamar.Kayra Langsung mengambil kotak obat dan mulai mengobati pipi Ayana yang terluka dan juga hidung Ayana yang berdarah."Mama tahan sakitnya ya ma..., ini akan sedikit sakit."Ucap Kayra mengobatinya dengan sangat hati hati.
"Iya sayang..., terima kasih banyak.Anak mama memang yang paling perhatian sama mama."Bahagia Ayana.
Kayra pun langsung fokus mengobati luka ibunya."Kenapa nenek bisa menyakiti mama seperti ini?."Tanya Kayra sambil mengobati luka tersebut.
"Entahlah sayang..., tadi mama hanya mencoba untuk membantu mu dan melawan nenekmu.Tapi nenekmu malah memukul mama..., biarlah nak."Tersenyum Ayana.
"Mama tidak boleh seperti ini terus..., bisa bisa mama lebih terluka lagi dari hari ini.Seharusnya mama melawannya lebih keras lagi dan jangan diam aja dong ma."Ucap Kayra memberi masukan untuk ibunya.
"Iya sayang mama..., mama akan mencobanya."Jawab Ayana tersenyum bahagia dengan perhatian yang diberikan anaknya padanya.
Setelah beberapa menit, luka pun berhasil diobati oleh Kayra.Kayra pun langsung duduk disamping Ayana."Sudah siap ma..., lukanya sudah beres.Kalau mama mau istirahat, istirahat saja ma.Biar aku yang membantu pekerjaan mama yang belum selesai.Mama tidak perlu khawatir..., ada Kayra disini."Ucap Kayra mengelus tangan Ayana dengan lembut.
"Terima kasih..., banget.Buat anak mama, mama sayang banget sama kamu sayang."Langsung memeluk Ayana dan meneteskan air matanya.
"Kayra juga sayang mama dan mama jangan menangis.Kayra tidak suka melihat mama menangis.Okey."Jawab Kayra bahagia dan memeluk erat tubuh Ayana.
"Mama tidurlah dulu..., biar Kayra yang menyiapkan makanan untuk mama makan."Melepaskan pelukannya dan langsung berdiri dihadapan Ayana.
"Baik bos Kayra...., mama akan menunggu masakan mu."Hormat.
"Mama tidurlah..., aku kedapur dulu."Langsung meninggalkan Ayana dan Ayana pun berbaring dan tidur.
Kayra langsung menuju dapur dan mengambil makanan yang sudah dimasak oleh Ayana."Mama pasti menyukai desain makanan yang kubuat.Hehehe."Tertawa sendiri Kayra.
"Oh ya..., kan aku punya rumput laut dikulkas.Aku akan mengambilnya dan menghiasinya."Langsung mengambil rumput laut yang ada di kulkas.
"Selesai..., mama pasti akan menyukainya.Heheheh."Langsung membawakan makanan tersebut ke kamar ibunya.
"Makanan sudah siap ma..."Langsung masuk kedalam kamar Ayana.
"Apa yang kau buat sayang?."Tanya Ayana.
__ADS_1
"Aku membuat....