
Tiba tiba ada yang mengetuk pintu ruang istirahat Kayra. "Siapa yang datang itu sayang. Coba kamu chek." Ucap Ayana.
"Baik ma." Kayra pun langsung membukakan pintu tersebut, dan ia adalah Jae dan Cuky.
"Eh, paman Jae dan Cuky." Ucap Kayra, dan Ayana langsung berdiri dan menghampiri mereka berdua.
"Kami disini mau lihat keadaan Kayra. Tapi sepertinya kamu sudah sehat ya sayang." Ucap Jae mengelus rambut Kayra.
"Sudah dong paman. Aku sudah sehat." Bahagia Kayra.
"Ini ada makanan untuk Kayra. Tadi sekalian kami mampir ke toko kue. Nih sayang." Memberikannya kepada Kayra.
"Terima kasih banyak paman. Aku akan memakannya nanti." Kembali tersenyum Kayra.
"Kalau begitu, kalian masuk dulu ya sayang. Ada yang mau mama omongin dengan paman Jae, termasuk kamu ya Cuky." Ucap Ayana tersenyum.
"Siap mama"
__ADS_1
"Siap tante." Ucap Kayra dan Cuky langsung masuk kedalam ruang istirahat Kayra, untuk menyantap kue yang dibelikan Jae.
"Mari kita duduk di luar dulu." Ucap Ayana langsung duduk bersama Jae.
"Kamu tahu dari mana, kalau Kayra sakit. Padahal aku tidak memberitahukannya kepadamu?." Tanya Ayana.
"Aku tahu dari wali kelas Kayra dan Cuky. Kan mereka satu kelas. Aku dengar dari wali kelas mereka, katanya Kayra sedang sakit, dan dirawat di rumah sakit ini. Jadi, aku tahu deh, dan menjenguk keadaan Kayra." Jawab Jae tersenyum tipis.
"Kamu jadi repot repot begini. Terima kasih banyak, sudah meluangkan waktu kamu untuk menjenguk Kayra." Ikut tersenyum Ayana.
"Tidak apa apa kok. Sama sekali tidak merepotkanku." Ucap Jae tertawa tipis.
"Dan, apa kamu sudah mengingat ingatan kamu?." Tanya Jae kembali.
"Entahlah Jae. Ya begitulah keluargaku sekarang, sebenarnya aku sudah mengingat semua masa laluku. Tapi aku tidak mau memberitahukannya kepada keluarga suamiku. Maka sebab itu, ini rahasia kita, dan jangan katakan pada siapapun, termasuk suamiku sendiri. Kau paham kan Jae." Jawab Ayana sambil mengelus tangannya sendiri.
"Kamu sudah tidak lupa ingatan lagi. Pantas saja aku melihat dirimu, seperti sudah mengenal lingkungan ini. Ternyata sudah mengingat semuanya. Benar selama ini dugaanku." Ucap Jae.
__ADS_1
"Terima kasih banyak Jae, karena kau menyadarinya duluan, kalau aku sudah mengingat semuanya. Tapi aku mohon, jangan katakan kepada siapapun, apalagi kepada anakku. Aku belum siap mengatakannya. Lain waktu aku akan menceritakannya kepada Kayra." Ucap Ayana menatap wajah Jae.
"Aman Ayana. Aku tidak akan memberitahukannya kepada siapapun. Aku akan menjaga rahasia ini." Jawab Jae tersenyum kembali.
Tiba tiba ada yang menghampiri mereka berdua, dan ia adalah Kayra dan Cuky. Mereka datang, sambil memegang bolu di tangan mereka.
"Mama." Bahagia Kayra, langsung berdiri dihadapan Ayana.
"Ayah." Panggil Cuky, juga berdiri dihadapan Jae.
"Eh, kenapa kalian kemari. Bukannya kalian didalam tadi?." Tanya Ayana sambil tersenyum.
"Kami bosan ma. Dan kami membawa sepotong bolu ini untuk mama. Mending mama cobain deh, enak tahu, yakan Cuky." Jawab Kayra, sambil menaikkan alisnya, kepada Cuky.
"Benar itu. Kalau begitu, mending ayah cobain nih, biar Cuky yang suapi bolunya." Jawab Cuky langsung menyuapi Jae.
"Aku juga mau menyuapi mama. Buka mulut mama, karena bolunya akan datang." Ucap Kayra langsung menyuapi Ayana.
__ADS_1
"Bagaimana rasanya?." Tanya Kayra dan Cuky dengan bahagia.
Ayana dan Jae saling bertatapan. "Rasanya