
"Sebenarnya...., sebenarnya aku tidak setuju dengan perjodohan ini."Jawab Evano.
"What..., berarti kita senasib deh."Ucap Lia juga.
"Maksudnya?."Bingung Evano.
"Saya juga tidak mau denganmu..., ini semua karena kemauan ibuku saja.Jadi aku harus menuruti kemauannya.Aku sangat tidak mau dengan perjodohan ini, tapi mau gimana lagi."Jawab Lia menjelaskannya.
"Okey..., berarti nasib kita sekarang sama dan aku mau meminta bantuan mu."Ucap Evano.
"Bantuan apa?."Tanya Lia.
"Apakah kau bisa bekerja sama denganku, untuk berpura pura romantis didepan ku.Saat ada istriku."Jawab Evano.
"What..., berpura pura romantis didepan istrimu.Apa itu tidak terlalu jahat."Kaget Lia.
"Akan ku bayar kau Dan kau hanya perlu romantis didepan istriku dan memainkan akting bersama ku."Ucapnya kembali menjelaskannya.
"Selama ini aku sudah sangat menyakiti istriku dan aku tidak menyakitinya lagi.Jadi..., kau bisa membantuku?."Tanya Evano meminta bantuan.
"Ehm...
"Aku akan membayar mu."Ucapnya sekali lagi.
"Iya, iya.Aku akan mengikuti rencana mu dan segera kirim uangnya kepadaku."Jawab Lia.
"Nah..., gitu dong.Akan aku kirim uangnya, jika kau melakukannya dengan baik."Ucap Evano tersenyum.
"Baiklah..., aku akan memainkan akting ini dengan baik dan aku tidak akan ikut campur dengan keluargamu itu."Ucapnya sambil membalikkan bola matanya.
"Tapi omong omong..., kenapa ibumu berkata kalau kau belum mempunyai istri?."Tanya Lia.
"Dia tidak mengganggap Istriku sebagai menantunya.Karena fisik istriku.Sudahlah..., jangan ikut campur urusanku..., kau hanya perlu memainkan drama mu, saat ada istriku.Kau mengerti."Jawab Evano.
"Apa aku boleh meminta nomor mu.Agar lebih memudahkan ku untuk menghubungimu."Meminta Evano.
"Ini nomor ku...."Langsung memberikan nomor ponselnya.
"Terima kasih banyak."Ucap Evano langsung meletakkan ponselnya ke jasnya.
"Baiklah..., kalau begitu mari kita kembali keruang tamu.Mungkin ibu dan ibumu sudah menunggu kita."Pergi duluan.
"Baiklah."Menyusul dari belakang.
Disisi lain.Ayana yang terduduk dilantai dan menangis tanpa suara."Hikss...., Hikss...., aku tidak boleh menangis, aku tidak boleh menangis.Hiksss...."Tangisnya diam sambil menutupi wajahnya.
__ADS_1
"Kenapa aku tidak bisa bahagia tuhan.Kenapa..."Marah dengan dirinya sendiri.
"Kenapa aku tidak secantik wanita itu, kenapa..."Terus memukuli dadanya sendiri.
"Aku lelah tuhan..., aku lelah dengan semua ini.Apa yang akan aku lakukan kedepannya nanti.Apa tuhan."Marah Ayana.
"Sudahlah..., tidak ada gunanya aku marah marah sendiri begini.Ini semua sudah kenyataannya...., mau gimana lagi."Langsung berdiri dan duduk kursi.
"Aku hanya bisa menerima semua ini dan mengikuti alur kehidupan.Aku akan terima semua ini, walaupun harus aku yang tersakiti."Ucap batinnya kembali meneteskan air matanya.
Diruang tamu."Kalian sampai juga..., kalian abis ngobrolin apa?."Tanya ibu Evano.
"Hanya tentang hal hal pribadi."Jawab Evano langsung duduk disampingnya.
"Kelihatannya kalian sudah akur ya?."Tanya ibunya Lia.
"Ya begitulah kira kira bu..."Jawab Lia tersenyum.
"Kalian sangat cocok kelihatannya...., benar benar cocok dan sangat serasi."Bahagia bu Christina.
"Kenapa ibu tiba tiba menjodohkan ku dengan Lia?."Tanya Evano menatapnya.
"Tidak apa apa nak..., kau sangat kesepian begini.Tentu kau butuh pendampingkan..., jadi ibu mencarikan jodoh yang cocok untukmu."Jawab ibunya mengelus rambut Evano.
Menatapnya."Oh ya deh..., terserah mama saja, asalkan mama bahagia."Ucap Evano kembali menatap wajah ibunya.
"Nah..., gitu dong dari tadi.Kan enak ibu dengarnya."Ucap bahagia kembali ibunya.
"Ayana...."Panggil ibu mertuanya dengan keras.
Didapur."Eh..., ibu memanggilku.Aku harus buru buru kesana dan jangan sampai mereka tahu, kalau aku habis menangis."Langsung menghapus air matanya dengan kain dan membilas wajahnya.
"Iya bu..., aku datang."Jawab Ayana dari dapur langsung menghampiri ibu mertuanya yang berada di ruang tamu.
"Ada apa bu memanggil saya?."Tanya Ayana menatapnya.
"Bereskan gelas gelas ini dan cemilan cemilan ini.Jangan lupa untuk membilasnya.Kau mengerti."Perintah ibu mertuanya.
"Baik bu..."Langsung mengambil gelas gelas kotor yang ada dimeja.
"Sayang..., kapan kita akan berkencan?."Tanya Lia memulai aktingnya dan mendekati Evano.
"Aku akan mengabarimu nanti."Jawab Evano mengelus tangan Lia dan sudah memulai aktingnya.
Ayana melirik mereka berdua dan langsung fokus merapikan barang barang kotor.Setelah merapikannya, Ayana langsung menuju dapur.
__ADS_1
Didapur."Hikss...., Hiksss.Lagi lagi aku harus melihat mereka begitu, kenapa tuhan."Tidak sanggup melihat pemandangan seperti itu.
"Hatiku sangat hancur melihat mereka sedang berduaan didepan wanita yang sudah sah.Sudahlah..., aku harus fokus untuk menjaga anakku saja dan hiraukan mereka berdua."Ucap batinnya sambil membilas gelas gelas yang kotor.
Disisi lain.Lia langsung melepaskan tangannya dari Evano dan kembali fokus dengan ibu dan ibunya Evano.
"Tuh kan..., kalian sangat cocok dan sudah sangat serasi sebagai pasangan."Ucap ibunya Evano kembali memuji mereka berdua.
"Terima kasih banyak tante..., saya jadi malu."Ucap Lia.
"Sudahlah bu..., jangan memuji Lia seperti itu.Dia jadi berbangga diri."Ucap Evano.
"Hey..., justru kita harus berbangga diri dong."Sombong Lia sambil membalikkan bola matanya.
"Terserah mu."Ucap Evano melipat tangannya.
"Sudahlah..., kalian jangan marah marah begini.Kalian harus damai..., kalian kan sudah resmi menjadi sepasang kekasih.Kenapa masih marah marah begini sih."Ucap ibunya Lia.
"Dia duluan bu...."Ucap Lia sambil menunjuk Evano.
Evano hanya diam dan tidak mau menatap wajahnya."Sudahlah..., kalau begitu bu Christina..., kami pulang dulu, karena kami sudah lama disini."Ucap bu Anggraini langsung berdiri.
"Oh ya jeng..., lain kali mampir lagi kalau ada waktu.Saya akan membukakan pintu dengan lebar lebar dan anggap seperti rumah sendiri."Bahagia bu Christina.
"Iya jeng..., lain kali saya akan kesini, jika ada waktu."Jawabnya.
"Saya pulang dulu ya tante."Memberi salam kepada ibunya Evano.
"Iya nak..., hati hatilah dan sering berjumpalah dengan Evano."Ikut bahagia.
"Aman tante..., Evano kami pulang dulu."Melambaikan tangannya.
"Ya..."Ikut Melambaikan tangannya.
Lia dan ibunya pun langsung pulang.Setelah mereka pergi.Evano langsung duduk kembali dan menatap wajah ibunya.
Menoleh."Kenapa kau menatap ibu seperti itu?."Tanya ibunya ikut menatapnya.
"Apa ibu akan terus melanjutkan perjodohan ini?."Tanya kembali Evano.
"Iya dong..., kau sangat cocok dengan Lia dan ibu akan menikahkan kalian, jika tanggal sudah di tentukan."Jawab ibunya tanpa merasa bersalah sedikitpun.
"Apa ibu tidak bersalah dengan apa yang ibu lakukan ini?."Tanya kembali Evano.
"Ini tidak salah dan jangan mencoba melawan perkataan ibu dan kau membantah perkataan ibu.Kau mengerti!!."Bentak ibunya kepadanya.
__ADS_1