
Tiba tiba saja Ayana kembali merasakan sakit kepala yang begitu hebat." Argh, sakit banget. Kenapa ini lebih sakit ya. Aku harus minum obat, mungkin saja di letakkan di sekitar sini." Ucap Ayana langsung mencari obat tersebut, di lemari penyimpanan, sambil memegang kepalanya yang sakit.
Ayana pun langsung mendapatkan obat pusing kepala, dan ia langsung duduk dan meminumnya." Fyuh, siap juga ya aku minum obatnya. Semoga pusing kepalanya mereda." Ucap batin Ayana langsung meletakkan air putih di mejanya.
"Sekarang aku mengingat semuanya. Ternyata, selama ini, ibu mertuaku jahat kepadaku. Kenapa aku selalu disiksa, dan aku mengingat, kalau aku disiksa karena aku jelek dan tidak bisa kerja apapun." Ucap kembali Ayana sambil menahan kesedihannya.
"Aku tidak boleh memberitahukan kepada Evano, kalau aku sudah mengingat masa laluku, dan tinggal sedikit lagi, ingatanku kembali seutuhnya." Ucap Ayana mengusap air matanya, yang hampir jatuh.
Saat Ayana sedang sedih. Tiba tiba ada yang mengetuk pintunya." Halo ma." Panggil yang tidak lain lagi ialah Kayra.
"Eh, masuklah." Ucap Ayana langsung mengusap air matanya.
Kayra pun langsung masuk, dengan Evano di belakangnya." Halo sayang. Bagaimana dengan keadaan kamu?." Sapa Evano sekaligus bertanya, dan langsung duduk di sampingnya.
"Eh, kalian kenapa datang kemari?." Tanya Ayana langsung tersenyum.
__ADS_1
"Kami membawa makanan untuk mama. Karena tadi mama tidak ikut makan dengan kami. Padahal sangat asyik tahu ma. Dengan begitu, kami buatkan makanan khusus mama. Ini ma." Jawab Kayra langsung memberikan makanan tersebut kepada Ayana.
"Terima kasih banyak sayang. Kenapa repot repot begini sih. Dan terima kasih juga buat kamu ya Evano." Ucap Ayana langsung mengambil makanan tersebut dan mencicipinya.
"Bagaimana rasanya ma?." Tanya Kayra dengan bahagia.
"Ehm, enak banget sayang. Apa benar ini masakan kamu, bersama papa?." Tanya Ayana sambil mengunyah makanan tersebut.
"Tentu saja dong ma. Kami kan mantan Chef. Hahahahah." Jawab Kayra membuat lelucon.
Ayana pun juga ikut tertawa dengan bahagia, sambil mengunyah makanannya. Dan Evano juga memberikan minum untuk Ayana." Ini minum dulu sayang. Biar kamu tidak tersedak." Langsung memberikan minuman tersebut kepada Ayana.
"Terima kasih banyak sayang." Meminum minuman tersebut dengan senyuman.
"Sini, biar aku suapi saja. Biar kamu tidak kelelahan." Langsung mengambil piring yang ada di tangan Ayana, dan menyuapinya.
__ADS_1
"Ciee, mama dan papa sangat soswet banget. Kayra jadi iri nih." Mengejek Kayra, sampai menutup mulutnya malu malu.
"Hahahah, namanya papa dan mama kamu sudah menikah sayang. Masa tidak boleh romantisan." Ucap Evano kembali tersenyum dengan bahagia, sambil menyuapi Ayana.
"Kalau begitu, Kayra mau masuk ke kamar Kayra dulu ya ma, pa. Ada tugas yang harus Kayra kerjakan. Aku duluan ya ma, pa. kalian lanjut romantisan saja. Hahahah." Mengejek kembali Kayra dan langsung keluar dari kamar Ayana.
"Kamu." Malu Ayana.
Setelah Kayra pergi." Apa kamu sudah mandi sayang?." Tanya Evano menatapnya.
"Belum, tadi mau duduk sebentar dulu. Eh, ga tau ya, kalian masuk ke kamar. Jadi, nanti aja deh mandinya." Jawab Ayana kembali tersenyum, dengan menatap wajah Evano.
"Sesudah makan, mandilah, dan tidurlah kalau kamu kelelahan ya sayang. Kamu kan masih sakit. Kamu paham." Ucap Evano mengelus rambutnya.
"Aku,
__ADS_1