
Tiba tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya." Eh, siapa ya. Masuk." Ucap Ayana.
Yang masuk adalah Kayra." Eh, sayang. Kenapa kamu belum tidur?." Tanyanya.
"Aku tidak bisa tidur ma. Apa boleh aku tidur bersama mama." Jawabnya sekaligus bertanya.
"Yaudah sini tidur bareng mama. Bagaimana kalau mama ceritakan dongeng, mau gak." Ucap Ayana langsung berbaring bersama Kayra.
"Mau banget ma. Kayra sudah sangat merindukan cerita dongeng mama. Kalau begitu, ceritain dong ma." Sudah tidak sabar Kayra.
Ayana pun langsung menceritakan dongeng yang berjudul tentang pangeran yang menyelamatkan putri yang tidur sepanjang hidupnya.
Setelah menceritakannya." Ma, apa cerita pangeran dan putri ada di dunia nyata?." Tanya Kayra menatap wajah Ayana.
__ADS_1
"Tentu saja ada sayang. Dan ada di suatu tempat." Jawab Ayana mengelus rambut Kayra.
"Hua, semoga saja aku seperti di cerita itu ya ma." Ucap Kayra sambil menguap.
"Kamu sudah mengantuk kan sayang. Kalau begitu, tidurlah, dan akan mama temani disini." Ucap Ayana bahagia, karena ada anaknya yang ada di sisinya.
Kayra pun tertidur." Kasihan banget sih anakku ini. Harus hidup di keluarga yang hanya bahagia kalau tidak ada neneknya. Aku harus apa ya tuhan." Ucap Ayana kembali meneteskan air matanya.
"Aku harus kuat di depan anakku. Aku tidak boleh lemah karena masalah sepele ini." Ucap Ayana langsung mengusap air matanya, dan kembali tersenyum kepada anaknya yang masih tidur.
"Aku sungguh pria yang bodoh, bodoh. Kenapa aku tidak bisa menjadi suami yang baik untuknya. Kenapa aku harus menjalani semua kemauan ibuku. Andai saja ayah tidak mengatakan hal terakhir seperti itu."
"Mungkin aku dan Ayana akan hidup bahagia, sampai sekarang." Ucap batin Evano menahan air matanya yang hampir menetes.
__ADS_1
Tiba tiba ada yang mengetuk pintu rumahnya, dan ia adalah ibunya sendiri. Evano pun langsung membukakan pintu tersebut." Eh, ibu. Ibu sudah pulang?." Tanyanya.
"Ibu baru selesai dari arisan. Tadi cukup lama, karena ada kesibukan lainnya disana. Omong omong, kenapa kamu sudah kembali dari Perusahaan." Jawabnya sekaligus bertanya.
"Aku cepat kembali, karena harus menjemput Ayana bu." Jawab Evano tersenyum, dan mereka langsung duduk di sofa.
"Hah, apa dia sudah disini?." Tanya kembali ibu mertuanya, dengan wajah kaget.
"Kenapa ibu harus kaget begitu. Seharusnya ibu bahagia, karena Ayana sudah kembali dan sudah sehat?." Tanya balik Evano yang bingung dengan ibunya sendiri.
"Tidak apa apa kok. Ibu hanya kaget saja, dan ibu tidak suka dengannya. Sudah membuat mu kerepotan, dan malah membuat ibu kesulitan juga." Jawab ibunya langsung melipat kedua tangannya, dan membalikkan bola matanya.
"Bu, bisa ga ibu jangan seperti itu kepada Ayana. Dia adalah wanita yang baik kepada kita semua bu. Ibu jangan melakukan hal yang membuat dirinya sakit bu. Aku tidak suka seperti itu." Ucap Evano sedikit tegas kepada ibunya.
__ADS_1
"Kamu sudah pandai melawan ibu ya. Ini semua karena istri mu itu. Kamu jadi pandai melawan ibu, dan membangkang perkataan ibu. Kamu mau jadi pahlawan!." Tegas ibunya langsung mempelototinya.
"Aku,