Marriage Is Not Beautiful

Marriage Is Not Beautiful
Episode 79: Semangat


__ADS_3

"Apa kamu kelelahan sayang?." Tanya Evano langsung menatapnya.


"Aku gak kelelahan kok sayang. Aku baik baik saja." Jawab Ayana tersenyum, untuk menutupi masalahnya.


"Kelihatannya, ada yang aneh dari istriku. Dia kenapa ya, apa dia dimarahi ibu lagi." Ucap batin Evano, langsung meminum kopinya.


"Kalau begitu, aku masuk kamar dulu ya sayang. Ada yang harus aku kerjakan di kamar. Aku duluan." Ucap Ayana langsung masuk ke kamarnya.


"Benar, ada yang aneh dari istriku." Ucap batin Evano langsung mengambil ponselnya, dan menghubungi seseorang, dan ia adalah ibunya.


Tersambung." Halo anakku sayang. Ada apa menghubungi ibu?." Tanya ibunya dengan bahagia.


"Ibu sedang dimana. Ada yang mau aku katakan pada ibu?." Tanya balik Evano dengan serius.

__ADS_1


"Ibu sedang di luar sayang, ada hal yang harus ibu lakukan dengan teman arisan ibu. Ada apa emangnya sayang." Jawab ibunya sekaligus bertanya.


"Gapapa bu. Nanti saat ibu pulang, baru aku katakan. Udah dulu ya bu, sampai jumpa nanti." Jawab Evano langsung mematikan ponselnya.


"Ada yang aneh dari Evano." Ucap ibunya kembali mengobrol dengan teman arisannya.


Kembali ke rumah." Aku harus mengecek keadaan istriku. Ada yang aneh darinya." Ucap Evano menuju kamar Ayana.


Di kamar Ayana. Ayana langsung duduk di tempat tidurnya, dan menutupi wajahnya. Ia menangis." Yatuhan, kenapa aku bisa begini sih. Setiap hari, aku selalu diperlakukan salah oleh ibu mertuaku. Hanya karena aku jelek, setelah aku melahirkan. Dan ibu tidak pernah menyayangi anakku, padahal itu adalah cucunya." Ucap Ayana meneteskan air matanya.


Evano tidak jadi masuk, dan kembali ke ruang tamu. Ia terduduk, dan langsung mengerutkan kening.


Evano pun langsung meneteskan air matanya juga." Kenapa wanita secantik kamu, harus menderita sayang. Seharusnya aku tidak membuat mu menderita seperti ini, karena kamu adalah bidadari yang turun dari langit."

__ADS_1


"Aku adalah pria yang tidak pantas menjadi pria mu, karena aku hanya bisa diam, disaat kamu dimarahi dan disiksa oleh ibuku. Maafkan aku sayang, maafkan aku." Ucap batin Evano, menyalahkan dirinya sendiri, dan memukuli kepalanya sendiri.


"Seharusnya dulu aku tidak menikahi kamu sayang. Dan dengan begitu, kamu akan menikah dengan pria yang menyayangi mu, dan ibu mertuanya juga menyayangi mu. Tapi maafkan aku sayang, kamu harus berada di fase, yang dimana kamu yang harus tersiksa dan dicaci maki." Ucap batin Evano kembali, dan terus meneteskan air matanya.


Disisi lain. Di kamar Ayana, Ayana langsung mengusap air matanya." Kamu harus kuat Ayana, dan jangan terus meneteskan air mata mu. Kamu harus semangat, demi anak mu kelak." Ucap Ayana langsung mengusap air matanya kembali, dan kembali berdiri.


"Mending aku keluar chek Evano deh. Apa dia pergi, atau masih disini." Ucap Ayana langsung keluar dari kamarnya.


Saat Ayana keluar dari kamarnya, tiba tiba ia melihat Evano yang sedang menangis." Eh, kenapa Evano menangis. Apa yang terjadi dengannya." Ucap batin Ayana bertanya pada dirinya sendiri.


"Aku harus menenangkannya. Mana tahu itu urusan Perusahaan, yang membuatnya sedih." Ucap Ayana langsung menghampiri Evano.


"Sayang, kamu kenapa menangis?." Tanyanya langsung duduk disamping Evano, dan mengelus punggung Evano.

__ADS_1


Sontak Evano kaget, dan langsung menatap wajah Ayana." Eh, sayang. Aku,


__ADS_2