Marriage Is Not Beautiful

Marriage Is Not Beautiful
Episode 58: Boleh Pulang


__ADS_3

"Kenapa kau tersedak begitu?." Tanya Jae kepadanya dan menatap wajahnya.


"Aku begini karena melihat wajah mu." Jawab Ayana kembali mengunyah makanannya.


"Kenapa dengan wajahku. Apa karena aku terlalu tampan, makanya kau sampai tersedak?." Tanyanya sambil menyombongkan dirinya dengan mengelus rambutnya.


"Siapa juga yang melihat mu karena tampan. Kau malah mirip dengan kecoa." Jawabnya tertawa tipis.


"Hah, kecoa. Masa aku setampan ini, di bilang kecoa sih. Apaan sih kamu mah." Ucap Jae langsung melipat kedua tangannya.


"Tapi, gapapa deh kalau aku mirip kecoa. Kecoa kan imut dan bisa terbang. Jadinya aku akan terbang ke luar negeri, tanpa bayar tiketnya. Hahahahah." Ucap Jae jadi membayangkan dirinya menjadi kecoa.


"Apaan sih, sampai di bayangkan. Hahahahahah, ada ada saja." Ucap Dae hwa ikut tertawa dengan candaan Jae, dan mengekspresikan wajahnya dengan leluconnya.


"Entah kenapa, setiap di dekat Jae. Aku selalu tertawa dan bahagia. Rasanya tenang gitu, kalau ada di sampingnya. Kenapa ya." Ucap batin Ayana tersenyum kepadanya.


"Cepat habiskan makanan mu itu. Biar kenyang dan cepat sembuh." Ucap Jae menatapnya.


"Aku berharap kau tidak sembuh Ayana. Agar aku bisa bertemu dengan mu terus. Entah kenapa, aku ga rela kalau kamu bersama dengan Evano." Ucap batin Jae juga sambil tersenyum tipis kepadanya.


Selesai makan. Jae pun langsung memberikan minum kepada Ayana, dan ia pun langsung meminumnya." Terima kasih banyak Jae." Memberikan gelas tersebut kepada Jae.


"Sama sama." Langsung mengambilnya dan meletakkan di sampingnya.


Tiba tiba dokter datang dan suster juga bersamanya." Pagi Ayana. Bagaimana dengan keadaan mu sekarang?." Tanya dokter tersebut tidak lupa dengan senyumannya.


"Cukup baik dok. Tinggal pusing nya saja." Jawabnya ikut tersenyum.


"Pagi Jae." Sapa pak dokter kepada Jae juga.


"Pagi juga dok." Langsung berdiri dan tersenyum.


"Saya akan memeriksa pasien Ayana. Apakah pak Jae bisa keluar dulu." Ucap dokter kepadanya.


"Oh, baik dok. Saya akan keluar, dan semangat untuk mu Ayana." Jawabnya menyemangatinya Ayana dan langsung keluar dari ruang istirahat Ayana.


Setelah Jae keluar." Dia sangat akrab dengan mu. Apa kalian sahabatan?." Tanya dokter tersebut sambil memeriksa keadaan Ayana dengan alat alat yang sudah di persiapkan.

__ADS_1


"Hanya sebatas teman saja kok dok. Tidak lebih, dan saya juga sudah memiliki keluarga. Mana mungkin saya akan macam macam dengan pria lain, selain suami saja." Jawabnya dengan jelas.


"Sungguh wanita yang sangat baik. Semoga tuhan selalu ada di sisi mu." Bahagia dokter tersebut setelah memeriksa Ayana.


"Bagiamana dengan keadaan saya dok?." Tanya Ayana langsung duduk kembali.


"Keadaan anda sudah sangat membaik. Suster akan memberikan obat, agar anda lebih stabil." Jawab dokter tersebut.


"Apa saya bisa pulang hari ini dok?." Tanya Ayana kembali.


"Anda sudah bisa pulang kok. Maka sebab itu, minumlah obat ini, agar kesehatan mu juga stabil dan hari ini juga kamu sudah bisa pulang." Jawab dokter kembali dan meletakkan obat untuk Ayana di meja yang berada tepat di sampingnya.


"Terima kasih banyak dok, saya akan langsung meminum obat ini. Terima kasih banyak dok sekali lagi." Ucap Dae hwa langsung bahagia karena akan pulang.


"Kalau begitu, saya permisi dulu ya nona Ayana. Mari suster." Ucap dokter tersebut langsung keluar bersama susternya.


Saat di luar. Jae pun langsung berdiri." Bagaimana dengan kondisi Ayana sekarang dok?." Tanya Jae.


"Kami sudah menerangkannya kepada Ayana, dan saya duluan ya pak Jae. Karena ada operasi yang harus kami selesaikan sekarang. Kami permisi." Jawabnya terburu buru dan meninggalkan Jae.


"Kata dokter, aku sudah bisa pulang hari ini juga, dengan meminum obat imun ini." Jawabnya dengan nada bahagia.


"Dia akan pulang hari ini, dan aku tidak bisa bertemu dengannya selama ini lagi. Sudahlah." Ucap batin Jae langsung menundukkan kepalanya.


"Kau kenapa Jae?." Tanya Ayana melihat wajah Jae yang sedih, karena jawaban darinya tadi.


"Eh, aku tidak apa apa kok. Aku baik baik saja. Aku hanya bahagia mendengar mu akan pulang hari ini juga.


"Semoga kau bisa mengingat semuanya saat di rumah nanti."Jawab Jae langsung tersenyum palsu.


"Ada yang aneh dari Jae. Tapi apa yah." Ucap batin Ayana bingung sendiri.


Tiba tiba ada yang mengetuk pintu kembali." Masuklah." Ucap Ayana.


Ternyata ia adalah Evano." Eh, Evano. Apa sudah pulang dari Perusahaan?." Tanyanya langsung menatap Evano.


"Eh pak Evano. Silahkan." Langsung berdiri dan mempersilahkan untuk duduk.

__ADS_1


"Aku belum siap dari pekerjaan. Tapi aku sudah merindukan mu. Bagaimana dengan keadaan mu sekarang." Jawabnya sekaligus bertanya.


"Kata dokter. Keadaan ku sudah membaik, dan aku bisa pulang hari ini." Jawabnya kembali bahagia.


"Kapan dokter mengatakannya?." Tanya kembali Evano sambil mengelus tangan Ayana.


"Barusan kok. Tanya saja Jae, dia sudah dari tadi disini." Jawabnya.


"Apa itu benar pak Jae. Apa benar dokter mengatakan hal itu?." Tanyanya kepada Jae.


"Benar pak Evano. Dokter memang mengatakan hal itu, dan Ayana bisa pulang hari ini juga. Karena Ayana sudah membaik." Jawab Jae menjelaskannya.


"Baguslah kalau benar yang di katakan dokter itu. Nanti sore kita akan langsung pulang ke rumah. Bagaimana." Ucapnya sambil menaikkan alisnya.


"Boleh banget." Jawabnya sangat bahagia, karena akan pulang ke rumahnya.


Disisi lain." Andai kamu tahu Ayana. Justru rumah kamu itu adalah penyakit dari diri kamu sendiri. Aku sangat kasihan pada mu Ayana." Ucap batin Jae menatap wajah Ayana dengan penuh belas kasihan.


"Andai kamu tahu, kalau kamu sering curhat kepadaku soal rumah tangga mu yang kelam itu. Tapi kamu sama sekali belum mengingat semua itu." Ucap batinnya kembali dengan wajah murung.


"Lebih baik aku pergi sekarang deh. Dari pada berlama-lama disini. Lagian, bentar lagi Cuky juga akan pulang. Aku harus pulang." Ucap batin Jae.


"Permisi pak Evano dan Ayana. Saya mau pulang duluan, karena ada urusan mendadak di rumah. Kabari aku kalau ada masalah ya Ayana. Aku duluan." Ucap Jae langsung bergegas keluar dari ruang istirahat Ayana.


"Baiklah, sampai jumpa nanti Jae." Jawab Ayana melambaikan tangannya, saat Jae sudah pergi.


"Jae orang yang sangat baik, dan selalu ada disisiku. Tapi, kenapa dia tidak mau menikah lagi ya?." Tanyanya kepada Evano.


"Mungkin dia mau fokus untuk menjaga anaknya dulu. Karena banyak zaman sekarang, wanita yang hanya memikirkan uang dan membiarkan anak tirinya terlantar, dan dia malah asik berfoya-foya." Jawab Evano menjelaskannya secara detail.


"Ouh, begitu ya." Ucap Ayana kembali tersenyum kepada Evano.


"Jawaban Jae dan Evano berbeda. Entah kenapa, jawaban dari Jae yang lebih menyayat hatiku dan membuat hatiku sedih. Kenapa ya." Ucap batin Ayana langsung menundukkan kepalanya.


"Kamu kenapa sayang?." Tanya Evano.


"Eh, aku

__ADS_1


__ADS_2