
Selesai mandi dan Ayana sudah berpakaian rapi untuk tidur.
Saat Ayana ke dapur, dia tidak sengaja melihat Evano yang tertidur di atas meja makan.Ayana pun menghampiri nya dan duduk sambil memandangi wajah Evano yang tertidur.
"Dia begitu tampan ketika tidur.Apakah kami akan bisa bersama selamanya, dalam keadaan begini."Ucap batin Ayana tersenyum.
Ayana pun langsung membangun kan Evano."Evano..., Evano.Bangunlah, tidurlah di kamar."Panggil Ayana sambil menggoyangkan badan Evano.
Evano pun perlahan membuka matanya."Hem..., eh.Kau Ayana, apa aku sudah tertidur lama disini?."Tanya Evano langsung duduk tegap karena malu dengan Ayana.
"Kau baru tidur sebentar.Tidurlah di kamar, jangan disini."Jawab Ayana.
"Baiklah..., terima kasih banyak sudah membangunkan ku."Ucap Evano langsung menuju kamar nya.
Setelah Evano pergi."Rambut nya sampai acak acakan begitu, sangat menggemaskan."Ucap batin Ayana senyum sendiri.
Keesokan paginya.Dimana seperti biasanya, Ayana sudah bangun sangat pagi untuk menyiapkan sarapan pagi, agar ibu mertuanya tidak marah padanya.
"Harum nya makanan ini.Aku jadi ingin memakan nya."Ucap Ayana mencicipi makanan tersebut dengan sedikit.
"Hemmm..., benar dugaan ku.Makanan ini begitu sedap, ku harap anakku, suamiku dan ibu mertua ku menyukainya."Ucap Ayana tersenyum bahagia.
Beberapa menit pun berlalu, dimana Ayana sudah menyiapkan sarapan pagi dan sedang menyusun nya di atas meja makan.
Saat Ayana sedang merapikan piring piring tersebut di atas meja.Tiba tiba Evano dan Kayra muncul dan masih dalam keadaan baru bangun dan rambut berantakan.
"Pagi ma...."Sapa Kayra sambil mengusap matanya yang masih lengket.
"Pagi...."Sapa Evano juga ikut mengusap matanya yang ikut lengket.
"Pagi juga...., kalian mandilah dulu.Aku sudah menyiapkan sarapan untuk kalian."Jawab Ayana tersenyum dengan tingkah lucu mereka berdua.
"Baik ma..., yuk pa."Ucap Kayra menggandeng tangan Evano.
"Yuk sayang...."Jawab Evano ikut menggandeng tangan Kayra dan mereka bergegas mandi.
Setelah mereka siap mandi.Kayra dan Evano sudah berpakaian rapi dan harum.Mereka menuju dapur untuk sarapan bersama.
__ADS_1
"Halo ma..., kami sudah cantik dan tampan kan ma."Panggil Kayra langsung memeluk Ayana.
"Wah...., anak mama memang selalu cantik kok.Mama nya saja sampai kalah dengan kecantikan mu.Kalau begitu mari kita makan bersama sayang."Jawab Ayana sambil mengelus rambut Kayra dengan lembut.
"Ok mama..., yuk pa makan bersama."Ajak Kayra juga.
Kayra dan Evano pun sarapan pagi bersama."Mama kenapa tidak ikut makan bersama kami?."Tanya Kayra sambil mengunyah makanan nya.
"Tidak apa apa sayang, kalian makan lah dulu nasi kalian.Mama mau memanggil nenek dulu, untuk mengajak makan bersama.Kalian habiskan nasi kalian ya."Jawab Ayana langsung menuju ke kamar ibu mertuanya.
"Siap mama cantik...."Teriak Kayra bahagia dan kembali memakan sarapan nya.
Ayana pun menuju ke kamar ibu mertuanya untuk memanggil nya.Ayana mengetuk pintu."Bu...., apa ibu sudah bangun.Aku sudah menyiapkan sarapan untuk ibu, kalau ibu sudah bangun, ibu bisa ikut makan bersama kami."Ucap Ayana dari luar.
"Diam kau...., pergilah.Aku mau tidur dulu.Menganggu saja."Jawab ibu mertuanya dari dalam dan masih ingin tidur.
"Baik bu...., kalau begitu aku duluan.Kalau ibu mau makan, ibu bisa langsung ke dapur."Ucap Ayana langsung kembali ke dapur dalam keadaan murung.
Sesampai dapur."Ma..., mana nenek.Apa nenek tidak mau makan bersama kita?."Tanya Kayra langsung sadar kalau tidak ada neneknya bersama ibunya.
Evano hanya melirik nya dan tidak mengatakan apapun.Dia hanya bisa terdiam dan memandangi wajah Ayana yang sedih.
"Setelah makan, mama akan mengantarkan mu ke sekolah ya sayang."Ucap Ayana duduk di samping nya.
Kayra mengangguk."Biar aku saja yang mengantar nya."Ucap Evano baru berkata.
"Tidak usah..., nanti kau terlambat lagi datang ke perusahaan mu."Jawab Ayana tidak enakan terhadap suaminya sendiri.
"Kebetulan hari ini ada waktu sebentar, jadi aku bisa mengantar Kayra kesekolah.Boleh kan sayang.Ucap Evano kepada Kayra.
"Boleh banget pa..., biar papa saja yang ngantar ya ma.Nanti mama kelelahan lagi.Biar papa saja yang mengantar."Jawab Kayra bahagia.
"Baik sayang...., mama akan ikut saja, jika Kayra yang sudah mengatakan nya."Ucap Ayana mengelus pipi Kayra.
Setelah mereka selesai makan.Evano pun langsung berangkat untuk mengantarkan Kayra ke sekolah nya.
"Kami pergi dulu ma..., dahh..."Ucap Kayra melambaikan tangannya dan tersenyum lebar.
__ADS_1
"Kalian hati hati lah di jalan.Dadah sayang."Jawab Ayana ikut melambaikan tangannya.
Setelah Evano pergi.Ayana kembali mengerjakan pekerjaan rumah nya seperti biasanya."Aku belum menyapu, aku harus cepat mengerjakan pekerjaan rumah, sebelum ibu marah padaku."Ucap Ayana langsung mengerjakan pekerjaan rumah nya lagi.
Saat Ayana sedang menyapu rumah, ibu mertuanya keluar dari kamar nya."Huamm..."Baru bangun ibu mertuanya.
"Pagi bu..."Sapa Ayana tersenyum.
Ibu mertuanya hanya terdiam dan langsung menuju ke dapur.Seketika itu juga hati Ayana kembali sakit dan dia harus tabah dalam menjalani semua kehidupan ini.
"Biarlah ibu seperti itu, yang terpenting aku tidak terpisah dengan anakku Kayra."Ucap batin Ayana kembali menyapu.
Di dapur, ibu mertuanya yang langsung duduk dan makan.Hidup nya sudah terbilang enak, karena semuanya di urus oleh menantu nya.
"Makan dulu deh..., setelah itu beraktivitas."Ucap ibu mertuanya langsung makan dengan porsi sedang.
Selesai ibu mertuanya sikap makan.Ibu mertuanya langsung menuju ke ruang tamu, dimana Ayana sedang menyapu seluruh rumah.
"Hei..., sini kau."Panggil ibu mertuanya.
Ayana langsung menghampiri nya."Iya bu..., ada apa?."Tanya balik Ayana.
"Cepat cuci piring itu.Kerja aja ga becus, gimana sih.Menantu ga ada guna."Ucap ibu mertuanya memasang wajah tajam.
"Saya juga sudah bangun pagi kok bu, cuma karena pekerjaan hanya saya yang mengerjakan nya.Jadi begitu lama, ibu juga tidak membantu saya kok."Jawab Ayana.
"Kurang ajar kau....
"Plakk."Bunyi tamparan dari ibu mertuanya yang mengenai tempat di pipi Ayana.
"Auh...., kenapa ibu tiba tiba menampar saya?."Tanya Ayana sambil memegang pipinya yang kesakitan.
"Makanya jangan coba coba melawan saya, dasar menantu jelek dan bau."Ucap ibu mertuanya mencengkram pipi Ayana dan langsung melepaskan nya dengan keras.Ibu mertuanya pun langsung duduk di sofa dan menonton televisi.
"Kau jangan diam saja disana.Cepat kerjakan pekerjaan mu itu, malah bengong disitu."Marah ibu mertuanya membalikkan bola matanya lalu.
Ayana pun langsung menuju ke dapur dalam keadaan menangis.
__ADS_1