Marriage Is Not Beautiful

Marriage Is Not Beautiful
Episode 45: Perhatian


__ADS_3

Saat Jae sedang menatap wajah Ayana.Tiba tiba ada yang memanggilnya dari luar dan ia adalah dokter yang merawat Ayana.


Jae langsung keluar dari ruang istirahat Ayana."Eh, dokter.Ada apa ya dok?."Tanya Jae.


"Saya mau memberitahukan soal keadaan pasien bernama Ayana."Jawabnya.


"Oh ya dok, bagaimana dengan keadaan pasien didalam?."Tanyanya.


"Kondisinya sudah sedikit membaik.Tapi dia sering mengalami sakit kepala yang begitu hebat, karena ada sebagian ingatannya yang kembali.Sebab itu, saya meminta kepada bapak, agar jangan terlalu memberikannya kenangan yang buruk dan jangan terlalu buru buru untuk memberikannya kenangan yang ada, pada sebelumnya.


"Karena itu sangat berpengaruh bagi pasien.Pasien akan mengalami sakit kepala yang begitu hebat dan itu akan berbahaya pada ingatannya dan tidak akan bisa mengembalikan ingatannya yang dulu."Jawab dokter tersebut menjelaskannya dengan rinci.


"Baiklah dok, terima kasih banyak dok, atas informasinya."Ucap Jae tersenyum.


"Sama sama pak, saya permisi dulu karena masih ada pasien lainnya."Ucap dokter tersebut langsung pergi.


Jae pun langsung masuk kembali ke ruang istirahat Ayana dan langsung duduk di sampingnya."Andai istriku masih hidup dan tidak meninggal saat melahirkan Cuky.Mungkin kami akan bahagia, hingga Cuky sebesar ini.Tapi kenapa di keluarga Ayana, Ayana sudah sudah mendapatkan anak yang baik dan suami yang cukup baik.Tapi keluarga mereka malah hancur, karena ibu kandung Evano.Aku sangat kasihan kepadanya.Dia pasti sangat sengsara di kehidupannya."Ucap batin Jae masih menatap wajah Ayana dan Jae menguap karena mengantuk.


Tanpa di sengaja, Jae pun tertidur di kursinya, sambil melipat tangannya.


Keesokan paginya.Ayana terbangun dan membuka matanya dengan perlahan lahan."Eh, Jae disini, dan dia tertidur di kursinya.dia pasti kelelahan, karena menjagaku dan Kayra.Dia sangat perhatian sekali dan apakah suamiku sama dengannya dan melebihinya."Ucap batinnya tersenyum sambil menatap wajah Jae.


Saat Ayana sedang menatapnya.Tiba tiba Jae bangun."Eh, kamu sudah bangun.Apa sudah dari tadi bangun?."Tanyanya sambil mengusap matanya yang lengket.


"Eh, saya barusan bangun kok.Apa kamu dari tadi malam disini sampai pagi?."Jawabnya sekaligus bertanya.


"Iya, aku kasihan melihat mu sendirian dan mana tau kamu membutuhkan sesuatu, kan aku sudah ada disini."Jawabnya tersenyum.


Kayra pun ikut bangun juga di sofa."Selamat pagi paman dan mama."Sapanya sambil mengusap matanya.


Menoleh."Eh, kamu sudah bangun nak Kayra.Mending sekarang paman antarkan kamu pulang dulu ya, biar paman antarkan ke sekolah, bagaimana?."Tanyanya.

__ADS_1


"Boleh paman.Tapi kenapa paman yang mengantarkanku.Dimana papa?."Jawabnya sekaligus bertanya.


"Papa kamu sedang sibuk sayang dan mungkin tidak sempat mengatakan kamu ke sekolah.Jadi paman yang di tugaskan oleh papa kamu, untuk menjaga kamu.Yuk paman antar ke rumah dulu."Jawab Jae tersenyum.


Kayra langsung menghampiri Ayana."Ma, aku pergi ke sekolah dulu ya ma.Mama baik baik disini dulu ya ma."Ucap Kayra berpamitan kepada Ayana.


"Iya nak, hati hati ya."Jawab Ayana tersenyum.


"Aku pergi dulu ya ma.Yuk paman."Langsung menatap wajah Jae.


"Aku pergi dulu ya Ayana dan jangan terlalu banyak bergerak jika membutuhkan sesuatu, pencet saja bel yang ada di atas kepala kamu, untuk memanggil perawat."Ucap Jae tersenyum kepadanya.


"Baiklah, kamu juga hati hati ya."Jawabnya ikut tersenyum.


"Kami duluan."Jae dan Kayra langsung melambaikan tangannya dan Ayana ikut melambaikan tangannya.


"Kenapa pria itu begitu perhatian kepadaku ya.Kalau di lihat lihat, dia manis juga."Ucap batin Ayana tersenyum tipis.


Pintu terbuka dan yang membukakan pintunya adalah Evano."Eh, Kayra dan Jae ada apa kemari?."Tanya Evano.


"Kirain saya kamu sudah ke perusahaan.Saya mau mengantarkan anak mu ke rumah untuk ke sekolahnya.Ternyata sudah ada kamu, aku berikan kembali anak mu."Jawab Jae hwa.


"Papa."Panggil Kayra langsung memeluk Evano.


"Iya sayang, mending kamu masuk dan mandi, agar kita bisa ke sekolah, nanti terlambat."Jawab Evano sambil mengelus rambut Kayra.


"Baik pa, aku masuk dulu ya pa, dan terima kasih banyak paman, karena sudah mengantarkan Kayra ke sekolah."Ucap Kayra melambaikan tangannya kepada Jae.


"Iya sayang."Jawab Jae ikut melambaikan tangannya.


Setelah Kayra masuk."Bagaimana dengan keadaan istri saya?."Tanya Evano kepadanya.

__ADS_1


"Dia sudah membaik, tapi harus dirawat lagi, karena dia masih merasakan sakit kepala yang begitu menyakitkan."Jawab Jae serius.


"Maksud mu bagaimana?."Tanya Evano sedikit bingung.


"Kata dokter, dia bisa merasakan pusing yang begitu hebat.Jika dia melihat semua yang bersangkutan dengan masa lalunya.Jadi jangan terlalu diberi kenangan masa lalunya, apa lagi masa lalunya yang buruk.Itu akan membuat dirinya fatal."Jawab Jae menjelaskannya.


"baiklah, aku akan memberikannya kenangan yang baik.Terima kasih banyak pak Jae, karena sudah membantu saya."Ucap Evano berjabat tangan dengan Jae.


Dan Jae pun ikut berjabat tangan dengannya." sama sama pak.Saya juga teman Ayana dan saya akan melakukan yang terbaik dengannya."Jawab Jae tersenyum.


"Kalau begitu, saya duluan ya pak Evano.Karena mau mengantarkan anak saya ke sekolahnya.Terima kasih banyak pak Evano, saya duluan."Ucap Jae pamit dan langsung masuk kedalam mobilnya.


"Sama sama pak."Tersenyum Evano.


Jae pun langsung pergi dengan mobilnya dan Evano langsung masuk kedalam rumahnya.Didalam, ibunya langsung keluar dari kamarnya dan menghampiri Evano.


"Nak, apa ada orang tadi.Ibu seperti mendengar suara orang."Tanya ibunya.


"Iya bu, itu teman Evano dan dia mengantarkan Kayra pulang."Jawabnya tersenyum.


"Kalau anak mu sudah pulang.Dimana Ayana kalau begitu?."Tanyanya kembali.


"Aku juga tidak tahu bu, mungkin dia menginap di rumah temannya.Karena dia lelah bekerja di rumah bu.Ibu jangan terlalu memaksanya bu, karena dia juga seorang ibu."Ucap Evano menasehati ibunya.


"Jangan coba menasehati ibu.Ibu juga tahu kalau dia seorang ibu.Tapi kan memang tugas dia, untuk membantu pekerjaan rumah."Ucap ibunya sedikit tegas.


"Tapi kenapa Ayana yang selalu mengerjakannya bu, dan ibu malah duduk enak enakan dan memarahinya.Apa ibu tidak kasihan dengannya?."Tanya Evano.


Ibunya langsung menamparnya."Plak."Bunyi tamparan tersebut.


"Jangan coba coba menasehati ibu, karena ibu juga tahu itu.Dan jangan coba melawan ibu mu ini, atau kau sama saja dengan mengingkari janji terakhir ayah mu."Ucap ibunya sambil menunjuk nunjuk wajah Evano dan langsung masuk ke kamarnya kembali.

__ADS_1


Evano yang hanya bisa pasrah, langsung menundukkan kepalanya dan menghela nafasnya dalam dalam.Saat Evano sedang melamun, tiba tiba ada yang memanggilnya dan ia adalah,


__ADS_2