Marriage Is Not Beautiful

Marriage Is Not Beautiful
Episode 43: Sakit


__ADS_3

Saat mereka sedang istirahat.Evano pun langsung masuk ke ruang istirahat tersebut.Otomatis semua langsung menatapnya dan Evano langsung menghampiri Ayana yang berbaring sedang tidur.


"Papa."Panggil Kayra langsung memeluk Evano.


"Mama kamu kenapa sayang?."Tanyanya.


"Mama....


Tiba tiba Ayana terbangun, akibat suara bisik mereka."Kamu siapa?."Tanya Ayana kepada Evano.


Evano langsung menatapnya."Aku suami kamu.Kenapa kamu bisa lupa denganku.Ada apa dengannya."Jawab Evano sekaligus bertanya kepada Jae hwa.


"Mari kita bicarakan diluar pak Evano."Ucap Jae hwa mengajaknya untuk bicara diluar, karena tidak mau mengganggu istirahat Ayana.


"Baiklah."Jawabnya langsung keluar dari ruang istirahat Ayana.


Di luar ruangan mereka saling bertatapan."Kenapa dengan istri saya dan kenapa dia mengatakan hal seperti itu?."Tanya Evano.


"Istri anda terkena amnesia."Jawab Jae hwa langsung ke intinya.


"Apa!, Kenapa dia bisa amnesia begitu?."Kaget Evano kembali bertanya kepadanya.


"Dia berusaha menyelamatkan anak mu yang hampir di tabrak oleh mobil dan Ayana yang malah di tabrak oleh mobil tersebut dan kepalanya terbentur keras di jalan.Dan itulah kenapa, dia bisa terkena amnesia dan dokter juga mengatakan bahwa dia perlu istirahat yang cukup dan jangan berikan kenangan yang buruk dengannya.Itu akan membuatnya tidak akan sembuh dan akan semakin parah dan bisa juga berhubungan dengan ingatannya itu."Jawab Jae hwa menjelaskannya dengan detail.


"Astaga, aku harus bagaimana ini.Istriku mengalami hal buruk."Ucap Evano langsung mengerutkan keningnya.


"Aku sama sekali tidak mempunyai kenangan yang indah beesama Ayana.Dia sudah sangat terkenal tersiksa bersama ku.Aku harus apa ya tuhan."Ucap batinnya sambil memegang dahinya.


Jae hwa tiba tiba memegang bahu Evano."Jangan membuatnya menangis lagi dan jangan kau sia siakan wanita sebaik dia."Ucap Jae hwa menatapnya.


"Mari kita masuk sekarang."Ucapnya langsung masuk kedalam dan meninggalkan Evano.


Evano langsung ikut masuk kedalam dan langsung menghampiri Ayana yang sedang berbaring."Apa benar kau suamiku?."Tanya Ayana menatapnya.


"Benar.Maafkan aku, karena aku tidak ada disamping mu.Maafkan aku."Ucap Evano langsung menggenggam kedua tangan Ayana dan meminta maaf kepadanya.

__ADS_1


"Tidak apa apa.Lagian masih ada pria itu yang menemaniku."Jawab Ayana sambil menunjuk Jae hwa.


"Nama ku Jae hwa, panggil saja Jae."Tersenyum Jae hwa kepadanya.


"Iya itu deh."Ikut tersenyum Ayana.


"Apa aku hanya memiliki anak dan suami saja?."Tanyanya kembali langsung menatap wajah Evano kembali.


"Tidak, kamu memiliki ibu kandung dan ibu mertua sayang.Apa kamu tidak mengingatnya sama sekali."Jawabnya sekaligus bertanya.


"Oh ya pak Evano.Apa anda mempunyai nomor ponsel ibunya Ayana.Saya mau menghubunginya tentang keadaan Ayana sekarang?."Tanya Jae hwa kepadanya.


"Tidak usah, biar aku sendiri yang mendatangi rumah ibu mertuaku.Kau tidak perlu terlalu mempedulikannya."Jawab Evano langsung berdiri.


"Jangan memarahi Jae hwa seperti itu.Karena dia yang menemaniku terus dari tadi, saat kamu tidak ada disini."Ucap Ayana membela Jae hwa dan menenangkan emosi Evano.


"Maafkan aku, maafkan."Kembali duduk dan mengelus tangan Ayana.


"Karena kau sudah disini.Kami pulang duluan.Ayana, aku pulang dulu ya dan Kayra, paman pulang dulu ya sayang."Memberi salam pamit.


"Hati hati ya paman dan sampai jumpa di sekolah Cuky."Ucap Kayra ikut melambaikan tangan.


Jae hwa pun langsung keluar dari rumah sakit tersebut bersama anaknya dan didalam."Apa kamu ada merasakan sakit?."Tanya Evano kepada Ayana.


"Tidak ada kok, hanya sedikit pusing saja."Jawabnya tersenyum.


"Istirahatlah dulu dan jangan memaksakan dirimu.Kayra akan menemani mu dulu dan aku akan membeli makanan dulu di luar."Ucap Evano langsung berdiri dan memakai kembali jasnya.


"Kayra, tolong jaga mama kamu ya.Papa mau keluar sebentar, untuk membeli makanan mama mu."Ucap Evano mengelus rambut Kayra.


"Aman pa, ******* semuanya kepada Kayra."Hormat Kayra langsung duduk di kursi samping Ayana.


Evano pun langsung pergi untuk membeli makanan untuk Ayana dan Ayana kembali menatap wajah Kayra.Kayra yang menyadarinya, langsung menatap wajah Ayana.


"Mama kenapa menatapku?."Tanyanya.

__ADS_1


"Aku masih bingung dan tidak percaya, kalau kamu ini adalah anakku.Kenapa aku bisa secepat ini menikah ya."Bingung sendiri Ayana dengan dirinya.


"Aku akan menceritakan sedikit hal tentang mama.Waktu dulu, pas mama belum lupa ingatan.Mama sering membacakanku cerita dongeng dan bahkan mama selalu mengantarkanku ke sekolah, setiap harinya.Yang paling aku sukai dari mama adalah, walau mama sedang bersedih, mama masih bisa tersenyum didepan orang tersebut dan memberikannya lelucon.Mama memang sangat lucu dulu."Ucap Kayra menceritakan tentang diri Ayana, agar Ayana ingat.


"Tapi, ada satu hal yang membuat mama sedih dan takut."Langsung menundukkan kepalanya.


"Emangnya siapa yang membuatku selalu sedih dan kenapa aku sampai sedih dan takut?."Tanyanya kembali.


"Dia adalah ibu papa sendiri.Aku tidak mau membuat mama sakit kepala lagi, gara gara memaksakan mama untuk mengingat semua itu.Lebih baik, mama rasakan momen barunya dan perlahan lahan saja ma, untuk mengingatnya.Dengan begitu, kita bisa bermain bersama lagi ma."Ucap Kayra langsung memeluk Ayana.


"Terima kasih banyak nak.Cara bicara mu sudah seperti orang dewasa.Sungguh menggemaskan."Gemas Ayana kepada anaknya sendiri.


"Apa kau mempunyai tempat yang begitu membuat hatiku tenang?."Tanya Ayana kembali kepada Kayra.


"Aku kurang tahu ma, tempat dimana mama akan meluangkan emosi mama.Tapi aku tahu, dimana mama akan bersenang senang dan bahagia."Jawabnya tersenyum bahagia, karena bisa mengobrol dengan Ayana.


"Benarkah, jika saya sudah sembuh.Bisakah kamu mengajak saya berkeliling kota ini?."Tanyanya.


"Boleh banget, untuk mama apa yang ga boleh sih.Bahkan kalau bisa dunia ini, milik mama seorang." Jawab Kayra bahagia melihat Ayana bahagia.


Mereka berdua pun saling bercanda gurau.


Saat sedang bercanda.Evano pun datang, sambil membawa makanan untuk Ayana.


"Kelihatannya kalian sudah akrab ya.Ini makanan favorit kamu, yaitu ramen.Apa kamu menyukainya."Ucap Evano langsung mengeluarkan ramen tersebut.


"Ramen."Ucap Ayana dengan pelan.


Seketika itu juga, entah kenapa kepala Ayana langsung pusing yang begitu hebat."Auh."Kesakitan Ayana sambil memegangi kepalanya.


Evano dan Kayra pun panik."Eh, kau tidak apa apa sayang.Mana yang sakit?."Tanya Evano.


"Tidak apa apa kok.Gara gara aku menatap ramen itu, entah kenapa aku jadi mengingat sesuatu yang membuat kepalaku begitu sakit."Jawabnya sambil menahan sakit kepalanya.


"Kenapa begitu ya?."Tanyanya.

__ADS_1


"Mungkin karena,


__ADS_2