
Setelah Evano pergi. Kayra pun langsung duduk di kursinya dan menatap wajah Ayana. Ayana pun menatap wajah Kayra juga." Kenapa menatapku seperti itu?." Tanya Ayana kepadanya.
"Sebenarnya, kenapa mama sepertinya tidak senang kalau ada papa disini. Apa mama marahan dengan papa?." Tanya Kayra sambil mengelus tangan Ayana.
"Tidak sayang. Mama hanya lagi ga enak untuk berbicara saja. Dan lagian, papa kamu pasti sangat kelelahan. Jadi mama tidak mau membuat papa mu, tambah pusing sayang." Jawabnya tersenyum agar Kayra tidak curiga dengannya.
"Baik lah ma." Ucapnya langsung nurut kepada Ayana.
Evano pun langsung masuk kedalam, karena sudah membeli mie ayam yang di inginkan Ayana." Mie ayam sudah datang." Ucapnya langsung tersenyum kepadanya.
Ayana pun langsung duduk." Sayang, kamu boleh tidur duluan kok. Papa mau menyuapi mama kamu dulu. Kelihatannya kamu kelelahan begitu." Ucap Evano.
"Aku lapar pa." Ucapnya sambil memegang perutnya.
"Kalau begitu, mending makan bareng mama saja yuk. Mama ga akan habis memakan mie ayam ini. Yuk makan bareng mama aja." Ucap Ayana mengajaknya makan bersama.
"Wah, mau banget ma. Gapapakan pa." Ucapnya meminta izin kepada Evano.
"Boleh sayang. Siapa yang tidak mau sih. Kalau begitu, biar papa menyuapi kalian berdua. Duduklah dengan manis." Ucap Evano langsung memangku Kayra dan Evano mulai menyuapi Kayra dulu dan baru Ayana yang ia suapi.
"Bagaimana rasanya sayang?." Tanyanya kepada Kayra.
"Enak pa. Apa lagi kalau papa yang menyuapinya. Jadi tambah enak deh." Jawab Kayra sambil mengunyah ramen tersebut.
"Bagaimana dengan kamu sayang. Apa kamu menyukainya?." Tanyanya juga kepada Ayana.
"Enak kok." Jawabnya juga sambil tersenyum.
"Besok kita jadi taman hiburan kan pa. Aku sudah tidak sabar, untuk taman hiburan bersama mama?." Tanyanya langsung menatap wajah Evano.
"Tentu dong sayang. Besok kita akan jalan jalan ke taman hiburan. Biar mama kamu juga tidak bosan." Jawab Evano mengelus rambut Kayra.
"Tapi pa. Kenapa mama tidak di bawa pulang saja pa. Pasti nenek sangat merindukan mama?." Tanya Kayra kepada Evano.
__ADS_1
"Benar juga yang dikatakan Kayra. Dimana ibu mertuaku. Aku ingin sekali menemuinya. Mungkin dia akan sangat merindukanku bukan. Bagaimana kalau besok, sepulang jalan jalan dari taman hiburan kita ke rumah dulu." Ucap Ayana mendukung Kayra.
"Bagaimana aku menjelaskannya kepada Ayana. Kalau ibu mertuanya tidak seperti yang ia bayangkan. Bagaimana ini." Ucap batin Evano jadi melamun.
"Evano. Kenapa kamu diam saja?." Tanyanya sambil menyadarkan Evano yang melamun.
"Eh, gapapa. Tapi, besok kita harus mengecek keadaan mu dulu. Kalau kamu benar benar sudah sehat, baru kita bisa sekalian pulang ke rumah. Biar gak bolak balik juga. Kalau ingatan kamu belum ingat sepenuhnya, kamu jangan tinggal dulu di rumah. Karena nanti, akan menganggu ingatan kamu.Kamu mengerti kan." Jawab Evano tersenyum kepadanya.
"Baiklah, aku akan mengikuti perintah kamu. Asalkan kamu bahagia." Jawabnya bahagia sambil menatap wajah Evano.
Keesokan paginya. Dimana Ayana langsung bangun. Dan saat dia sudah bangun, ternyata ada Evano yang sedang tidur di sofa bersama Kayra dan Kayra tidur diatas badan Evano." Ehm, dia sangat lucu juga.Persis seperti Jae.
"Eh, kenapa tiba tiba aku memikirkan Jae ya. Dasar Ayana, kamu harus sadar, kalau kamu sudah punya suami." Ucap batinnya menyadarkan dirinya sendiri.
"Evano." Panggilnya dengan lembut.
Sontak Evano terbangun dan membuka matanya pelan pelan." Eh, kamu memanggilku." Ucapnya langsung bangun pelan pelan dan memindahkan Kayra ke sofa, dari badannya.
Evano langsung duduk di samping Ayana." Ada apa sayang. Kenapa kamu memanggilku?." Tanyanya dengan lembut.
Evano langsung mengambilkan air minum, yang langsung di taruhnya di gelas. Dan langsung memberikannya." Ini minuman kamu sayang." Langsung memberikannya kepada Ayana.
"Terima kasih banyak." Langsung mengambilnya dan meminum air putih tersebut.
"Aku panggilkan dokter dulu ya. Biar mengecek keadaan kamu." Ucap Evano langsung memanggil dokter diluar.
Setelah beberapa menit. Dokter dan suster pun datang, dan langsung masuk ke ruang istirahat Ayana.
"Pagi nona Ayana." Sapa dokter tersebut sambil tersenyum.
"Pagi dok. Boleh periksa kesehatan saya, bagaimana. Atau ada perkembangan." Jawab Ayana ikut tersenyum.
"Baik nona Ayana. Kami periksa dulu ya." Ucapnya langsung memeriksa kesehatan Ayana.
__ADS_1
Sedangkan Evano menunggu diluar. Setelah beberapa menit, dokter pun selesai memeriksa Ayana." Bagaimana dengan keadaan saya dok?." Tanyanya langsung menatap wajah dokter tersebut.
"Anda sudah cukup baik nona Ayana. Anda hanya butuh beberapa hari lagi, disini. Setelah itu, baru anda boleh pulang, setelah ingatan anda kembali sepenuhnya. Dari pemeriksaan tadi, ada sedikit demi sedikit, ingatan anda yang kembali. Setelah ingatan anda kembali, baru anda boleh pulang. Anda mengerti kan nona Ayana." Jawab dokter tersebut menjelaskannya secara detail.
"Baik dok. Terima kasih banyak dok." Jawabnya sambil menghela nafasnya.
"Oh ya suster. Letakkan obat untuk nona Ayana, agar ia minum nanti, selesai sarapan dan saat malam." Perintah dokter tersebut langsung keluar duluan, untuk menemui Evano.
Diluar. Evano langsung menghampirinya." Bagaimana dengan kondisinya dok?." Tanya Evano.
"Kondisinya lumayan baik. Tapi dia harus tinggal disini dulu, sampai ingatannya kembali. Dan berikanlah dia tentang hal hal yang baik, agar ingatannya lebih cepat pulih.
"Semoga anda mengerti maksud saya, ya pak Evano." Jawabnya kembali menjelaskannya secara detail.
"Saya mengerti dok. Terima kasih banyak atas kerja sama anda." Jawabnya langsung menundukkan badannya dan memberi salam.
"Kalau begitu, saya permisi dulu pak Evano. Karena masih banyak pasien juga." Langsung meninggal Evano.
Suster pun langsung pergi juga. Dan Evano langsung masuk kedalam ruang istirahat Ayana. Dan langsung duduk kembali di sampingnya." Bagaimana sudah enakan?." Tanyanya.
"Ya begitulah." Jawabnya.
"Kalau begitu, aku mau bangunkan Kayra dulu. Dan kita langsung ke taman hiburan." Ucap Evano langsung membangunkan Kayra.
Setelah mereka siap siap, dan Evano sudah memandikan Kayra juga. Mereka sudah bersiap siap untuk berangkat ke taman hiburan." Apa kalian sudah siap?." Tanya Evano sambil bersorak.
"Siap." Jawab Ayana dan Kayra dengan bahagia, dan mereka langsung berangkat ke taman hiburan, dengan Ayana dibantu menggunakan kursi roda oleh Evano.
Merekapun langsung berangkat ke taman hiburan. Sesampai taman hiburan, Evano langsung menggendong Ayana dan langsung meletakkannya di kursi rodanya.
Merekapun langsung masuk ke taman hiburan tersebut." Wah, lihat itu pa, ma. Sangat cantik baling baling nya." Menunjuk baling baling tersebut, dan sontak Ayana langsung menatap ke arah baling baling tersebut.
"Ayo pa, kita bermain lempar gelang disana. Kan mama juga bisa bermain nya. Yuk pa." Langsung menarik tangannya.
__ADS_1
Saat mereka ke tempat bermain gelang. Tidak sengaja Ayana melihat penjual gulali. Sontak ia langsung mengingat,