
"Kenapa dia bisa lupa ingatan?." Tanya ibunya kembali.
"Dia bisa amnesia karena tertabrak oleh sebuah mobil, saat dia mau menolong Kayra yang mau tertabrak oleh mobil bu. Sebab itu dia lupa ingatan. Dan ibu jangan memarahinya terus, karena masih dalam tahap penyembuhan." Jawab Evano menjelaskannya secara detail kepada ibunya sendiri.
"Baiklah, ibu akan menjaga emosi ibu. Sudahlah, ibu mau pulang dulu. Ibu muak disini." Ucap ibunya langsung pulang kembali ke rumahnya, dan tidak masuk ke ruang istirahat Ayana.
"Ibu selalu saja seperti itu kepada Ayana." Ucap batin Evano langsung masuk kedalam ruang istirahat Ayana.
Didalam ruang istirahat Ayana. Evano pun langsung duduk di sampingnya." Dimana ibu?." Tanya Ayana langsung menatapnya.
"Katanya ibu sedang sibuk disana, dan dia harus kembali ke rumah sayang." Jawab Evano langsung mengelus tangan Ayana.
"Benar yang di katakan suami kamu itu Ayana. Cobalah percaya dengannya." Ucap Jae mendukung Evano.
"Baiklah, aku akan mempercayainya. Tapi, apa aku bisa pulang ke rumah besok. Aku mau tahu dengan rumahku. Apa boleh?." Tanyanya langsung kepada Evano.
"Eh, kenapa tiba tiba sayang. Kamu kan masih sakit, dan harus di rawat di rumah sakit dulu, agar kamu cepat sembuh." Ucap Evano.
"Aku sudah sembuh kok. Pokoknya aku mau pulang, dan aku bosan disini terus. Apa boleh?." Tanyanya memasang wajah menyedihkan di hadapan Evano.
"Baiklah sayang. Aku tidak bisa menolak wajah mu yang manis ini. Besok kita akan langsung pulang." Jawabnya pasrah dan menurut saja dengan permintaan Ayana.
"Terima kasih banyak sayang." Ucap Ayana langsung bahagia dan memeluk Kayra yang ada di dekatnya.
"Yeah, besok mama akan kembali ke rumah. aku sudah sangat merindukan mama di rumah. Yeah." Bahagia Kayra di dalam pelukan Ayana.
"Oh ya pak Jae. Terima kasih banyak karena sudah banyak menemani istri saya selama ini. kalau tidak ada anda, mungkin entah apa yang akan terjadi dengan istri saja nanti." Ucap Evano langsung menundukkan badannya.
"Eh, tidak perlu sampai sebegitunya pak. Saya juga berterima kasih kepada anda, karena sudah mengajak anak saya bermain di taman hiburan. Terima kasih banyak sekali lagi pak." Jawab Jae ikut menundukkan badannya dan kembali tegap dengan Evano.
"Sama sama pak."
"Kalau begitu, saya harus kembali ke rumah bersama Cuky. Karena pak Evano sudah ada disini." Ucap Jae berpamitan kepada mereka.
__ADS_1
"Aku pulang dulu ya Kayra, paman dan tante cantik." Ucap Cuky juga langsung melambaikan tangannya, dan pulang bersama dengan Jae.
Setelah Jae dan Cuky pergi. Evano pun kembali menatap wajah Ayana dengan baik.
Malam pun tiba. Dimana Ayana sudah tidur dan tangannya menggenggam tangan Evano. Sedangkan Kayra, tidur di pangkuan Evano dan Evano belum tidur.
"Kalian sangat cantik ketika tidur. Aku jadi benar benar menyayangi kalian." Ucap batin Evano mengelus pipi Kayra yang sedang tertidur.
"Melihat kamu seperti ini. Aku jadi tidak tega untuk menceraikan kamu sayang. Tapi ini juga demi kebahagiaan mu. Dan aku harus benar benar melepaskan kamu di kemudian waktu." Ucap batin Evano mengelus pipi Ayana juga dengan lembut.
Keesokan paginya. Dimana Evano tertidur di kursinya bersama Kayra yang ia pangku. Dan Ayana terbangun dan sudah di lihatkan dengan pemandangan suami dan anaknya.
"Mereka sungguh benar benar menungguku. Kadang aku kasihan kepada mereka." Ucap batin Ayana menatap wajah Evano dan Kayra.
Tiba tiba Evano pun terbangun dan membuka matanya dengan perlahan lahan." Eh, kapan kamu sudah bangun?." Tanya Evano langsung menatapnya dengan tatapan kasih sayang.
"Aku baru bangun juga kok. Mending kamu bilas wajah kamu dulu, dan letakkan Kayra di sofa dulu, kalau ia masih tidur." Ucap Ayana kepadanya.
"Baiklah." Langsung menurut dan menggendong Kayra di sofa dan Evano pun langsung masuk ke kamar mandi, untuk membilas wajahnya yang sedikit lengket.
"Kan begini lebih bagus daripada sebelumnya. Bagus." Ucapnya sambil mengedipkan matanya sebelah.
"Kalau begitu, aku mau pulang dulu. Untuk mengganti pakaian Kayra dengan pakaian sekolah, dan bisa langsung berangkat ke sekolahnya. Dan sepulang nanti, aku akan langsung mengajak mu pulang." Ucap Evano mengelus tangannya.
"Baiklah, aku akan menuruti kemauan kamu." Ucap Ayana langsung mengangguk.
"Kalau begitu, aku duluan dan aku akan menggendong Kayra yang masih tidur.
"Jaga diri kamu baik baik baik ya sayang." Mengelus rambut Ayana dan langsung keluar bersama Kayra yang ia gendong.
Setelah Evano dan Kayra pergi. Ayana melamun sejenak." Apa aku benar benar kelihatan bahagia di keluarga ku ini?." Tanyanya kepada dirinya sendiri.
"Kenapa kalau dilihat lihat, keluarga ku ini bukan keluarga yang baik baik saja. Sudah kelihatan dari ibu suamiku tadi. Kelihatannya dia tidak suka denganku.
__ADS_1
"Beginilah kalau belum mengingat semua ingatanku. Jadi, aku sulit menebaknya. Semoga saat pulang nanti, aku mengingat semuanya, agar aku bisa tahu semua tentang keluargaku." Ucap batin Ayana menatap atap atas.
Tiba tiba ada yang mengetuk pintunya." Permisi, apa ada orang di dalam?." Tanya yang tidak lain lagi ialah Jae.
"Eh, masuklah." Jawab Ayana langsung duduk dan menyender ke dinding di belakangnya.
"Halo Ayana. Ini aku Jae, apa aku mengganggu istirahat mu?." Tanyanya sedikit tidak enakan.
"Sama sekali tidak mengganggu kok. Aku juga sudah bangun dari tadi. Omong omong ada apa kemari?." Jawabnya sekaligus bertanya.
"Aku membawakan mu sarapan Ayana. Pasti kamu belum makan kan." Ucapnya sambil menaikkan alisnya.
"Tahu aja sih, kalau orang lagi lapar. Kamu punya Indra ke enam ya?." Tanyanya membuat candaan.
"Hahahahh, aku kan pengikut si dukun yang gak bisa ngomong itu. Aku lupa lagi namanya, sudahlah." Jawab Jae tertawa sambil membuka nasi kotak tersebut.
"Aku membawakan mu nasi kotak. Semoga kamu menyukainya Ayana." Langsung memberikannya kepada Ayana, nasi kotak tersebut.
"Terima kasih banyak Jae." Langsung menatap nasi kotak tersebut.
"Kenapa di tatap saja. Di makan dong, atau kau mau kau suapi?." Tanyanya dengan senyuman tipisnya.
"Aku bisa sendiri kok. Aku hanya sedang berdoa lewat hati tadi." Jawabnya langsung melahap nasi kotak tersebut dengan perlahan lahan.
"Bagaimana rasanya?." Tanyanya kepada Ayana yang sedang mengunyah makanannya.
Ayana pun mengangguk, sebagai tanda enak." Baguslah kalau kau suka. Kau suka, aku akan suka." Ucapnya juga menatap wajah Ayana saat sedang memakan makanannya.
Ayana pun melirik ke arah Jae. Seketika itu juga, Ayana tersedak." Huk, uhuk." Tersedak.
"Eh, kau kenapa." Langsung mengambil air putih yang ada di meja, dan memberikannya kepada Ayana.
Ayana pun langsung meminumnya." Argh, sedapnya." Ucap Ayana menikmatinya.
__ADS_1
"Kenapa kau tersedak begitu?." Tanya Jae kepadanya dan menatap wajahnya.
"Aku begini karena,