
"Aku baik baik saja kok bu. Kalau ada waktu aku akan pulang bersama anakku. Cucu ibu." Jawab Ayana tersenyum.
"Terima kasih banyak sayang. Ibu jadi ingin cepat bertemu dengan cucu ibu. Kalau begitu sehat sehat terus ya sayang." Ucap ibunya.
"Baik bu." Ucap Ayana mematikan ponselnya.
"Maafkan aku bu, karena aku berbohong pada ibu. Aku tidak ingin membuat ibu cemas karena ini semua. Karena aku sudah banyak Kesalahan pada ibu. Aku tidak ingin membebani ibu lagi. Maafkan aku bu." Ucap Ayana meneteskan air matanya.
Sesampai rumahnya." Aku harus kembali mengerjakan pekerjaan ini. Agar aku bisa cepat cepat istirahat. Mana besok aku harus masak untuk teman arisan ibu." Ucap batin Ayana langsung menuju ke dapur.
Setelah beberapa menit. Ayana sedang menyapu ruang tamu dan ibu mertuanya sedang menonton televisi sambil mengemil seperti biasanya.
Ayana hanya bisa terdiam karena dia sudah sering melihat pemandangan seperti itu. Tiba tiba Evano mengetuk pintu dan reflek ibu mertuanya mengambil sapu yang ada di tangan Ayana dan mendorong Ayana untuk duduk.
Dan ibu mertuanya memberi Snack kepada Ayana. Seketika itu juga ibu mertuanya membukakan pintunya sambil memegang sapu.
"Selamat datang anakku." Sapa ibu mertuanya.
"Mari makan dulu. Ibu sudah memasakkan masakan yang kau suka. Kau lihat itu istri mu. Malah enak enakan sedangkan ibu yang mengerjakan pekerjaan rumah. Mari nak." Ucap ibu mertuanya berbohong kepada Evano dan berpura pura mengelap keringatnya.
Evano hanya menatap wajah Ayana lalu ikut ibunya ke dapur untuk makan. Saat mau menuju dapur. Evano terhenti dan membalikkan badannya ke arah Ayana.
"Kau tidak ikut makan?." Tanya Evano kepada Ayana.
"Aku." Tiba tiba kata katanya terpotong oleh ibu mertuanya." Dia sudah makan dari tadi. Lihat dia, dia malah enak enakan makan Snack." Jawab ibu mertuanya.
"Apa itu benar. Apa kau sudah makan?." Tanya Evano untuk memastikannya.
"Ehm, aku sudah makan. Kalian makanlah duluan." Jawab Ayana tersenyum agar Evano tidak curiga dengannya.
Evano pun pergi menuju ke dapur bersama ibunya. Setelah Evano dan ibunya ke dapur. Seketika itu juga ayana terdiam dan membayangkan perlakuan ibu mertuanya selama ini.
"Sudahlah Ayana, kau harus menerima semua ini.Kau tidak boleh menangis. Kau harus menjadi kuat." Ucap batin Ayana mengusap air matanya yang mau terjatuh.
Disisi lain. Evano yang sedang makan bersama ibunya dan ibunya hanya memperhatikannya. Evano menoleh." Apa ibu sudah makan?." Tanya Evano menatapnya.
"Sudah sayang, kau makanlah. Kau pasti lelah karena bekerja kan. Makanlah yang banyak." Jawab ibunya sedang menunggu sesuatu.
"Kenapa ibu masih disini. Katakan jika ada yang mau ibu katakan." Ucap Evano menghentikan makannya.
__ADS_1
"Sebenarnya, apa kau tidak ingin mencari wanita lain. Apa kau tidak bosan dengan istri mu itu?." Tanya ibunya.
"Kenapa ibu mengatakan hal yang tidak masuk akal seperti itu. Selamanya aku tidak akan meninggalkannya bu." Jawab Evano mengerutkan keningnya.
"Kau lihat itu istri mu. Tidak pernah berdandan, bahkan malas banget ke Mall. Bagaimana aku tidak bosan melihatnya." Ucap ibunya kesal.
"Sudahlah bu, jangan menanyakan hal yang tidak masuk akal seperti itu. Ini uang untuk ibu." Jawab Evano memberikan uang kepada ibunya.
"Terima kasih banyak sayang, kalau seperti ini tidak apa apa deh. Asalkan ada uang, aman deh. Kalau begitu ibu ke kamar dulu." Ucap ibunya senang dan memeluk uang tersebut lalu meninggalkan Evano.
Saat ibu mertuanya menuju ke kamarnya. Dia menatap Ayana dengan tatapan tajam lalu kembali menuju ke kamarnya.
"Lagi lagi ibu mertuaku selalu saja begitu. Sudahlah, aku mau ke kamar dulu dan bergegas untuk menjemput Kayra." Ucap batin Ayana menuju ke kamarnya.
Saat sedang di kamarnya. Ayana duduk melamun, sambil memegang foto pernikahannya." Saat ini adalah saat yang paling indah dalam hidupku. Hingga kedatangan kayra, hidupku jadi lebih berwarna. Walau begitu banyak rintangan, aku harus tetap kuat, demi anakku." Tersenyum ayana sambil menatap foto tersebut.
Tiba tiba Evano mengetuk pintu kamarnya." Tok...tok...
"Apa aku boleh masuk?." Tanya Evano.
"Eh." Langsung meletakkan foto tersebut ke mejanya dengan rapi.
"Silahkan." Jawab Ayana merapikan pakaiannya.
"Kenapa tiba tiba menanyakan hal itu. Ada apa denganmu?." Jawab Ayana sekaligus bertanya.
"Tidak apa apa. Apa aku boleh menjemput kayra sekali saja." Tanya Evano kepadanya.
"Boleh saja. Itu akan lebih membuat kayra bahagia, jika kamu yang menjemputnya. Aku baru saja ingin menjemputnya." Jawab Ayana.
"Kita bisa bersama sama menjemputnya. Karena sudah lama kita tidak bersama. Apa kamu keberatan jika kita bersama menjemput kayra?." Tanya Evano.
"Ehm, boleh saja kok. Kalau begitu kita pergi sekarang saja. Kamu bisa keluar dulu. Aku mau ganti pakaian dulu." Jawab Ayana.
"Baiklah, aku tunggu di luar." Ucap Evano keluar dari kamarnya dan menunggu di luar.
Setelah beberapa menit. Ayana pun keluar dari kamarnya dan keluar untuk menghampiri Evano." Mari kita pergi sekarang." Ucap Ayana.
"Baiklah," Jawab Evano membukakan pintu mobilnya agar Ayana tinggal masuk.
__ADS_1
"Terima kasih banyak."
Didalam perjalanan menuju Sekolah Kayra." Bagaimana dengan pekerjaan mu. Apa lebih baik?." Tanya Ayana memulai pembicaraan.
"Baik baik saja, apa kau mau datang sesekali ke Perusahaan ku?." Jawab Evano sekaligus bertanya.
"Kapan kapan saja. Justru kamu akan malu melihatku seperti ini." Ucap Ayana tersenyum.
"Kenapa aku harus malu?." Tanya Evano.
"Tidak apa apa, sudahlah." Jawab Ayana menatap kaca luar.
"Ada apa dengan istriku ini. Dari bahasa kami sudah sangat berbeda dari biasanya. Sekarang bahasa kami sudah seperti pertama kali berkenalan. Sudahlah, selagi dia bahagia. Aku ikut bahagia." Ucap batin Evano menatapnya.
Sesampai sekolah Kayra. Kayra yang sudah menunggu di gerbang Sekolah. Ayana dan evano langsung turun dari mobilnya." Sayang." Panggil Ayana langsung memeluknya.
"Mama." Jawab Kayra lari dan memeluknya.
Evano yang berada di belakangnya tersenyum bahagia melihat anaknya bahagia. Kayra reflek melihat Evano." Papa?." Kenapa papa di sini?." Tanya Kayra melepaskan pelukannya.
"Papa rindu dengan mu sayang. Apa papa tidak boleh menjemputmu?." Jawab Evano sekaligus bertanya sambil bertekuk badan.
"Bukan papa, aku hanya heran saja. Kan papa tidak pernah menjemput ku. Ini pertama kalinya papa menjemput ku.Aku sangat bahagia." Jawab Kayra langsung memeluk Evano.
"Papa juga menyayangi mu sayang." Ucap Evano memeluknya.
"Apa papa tidak bekerja?." Tanya Kayra kembali.
"Papa lagi tidak sibuk. Bagaimana kalau kita ke Mall sebentar untuk bermain. Apa kau mau sayang?." Jawab Evano sekaligus bertanya kembali.
"Apa, ke Mall. Mau banget pa, aku mau." Jawab Kayra girang.
"Sayang, papa sedang sibuk. Kita pergi lain saja ya." Ucap Ayana kepadanya.
"Papa tidak sibuk kok ma. Kan papa sendiri yang bilang, yakan pa." Jawab Kayra.
"Benar sayang," Ucap Evano memegang hidung Kayra.
"Kalau begitu mari kita pergi bersama pa,ma." Bahagia kayra hingga menari nari.
__ADS_1
"Yaudah mama mengalah deh. Mama ikut juga." Ucap Ayana.
"Kalau begitu,