Marriage Is Not Beautiful

Marriage Is Not Beautiful
Episode 29: Selingkuhan Palsu


__ADS_3

"Baik bu..., baik.Aku akan mengikuti kemauan ibu.Fine."Ucap Evano langsung masuk ke kamarnya.


"Gitu dong dari tadi..."Tersenyum tipis ibunya.


Dikamar Evano."Sebenarnya...., sebenarnya aku tidak ingin melakukan semua ini.Aku tidak ingin menyakiti hati istriku...., tapi mau bagaimana lagi.Aku juga tidak mau melihat istriku menderita begini dan seterusnya."Ucap batin Evano sambil menutupi wajahnya.


"Maafkan ayah nak..., ayah tidak bisa menjadi sesosok ayah yang baik bagimu.Maafkan ayah."Menjambak rambutnya sendiri.


Disisi lain.Ayana pun selesai merapikan gelas gelas kotornya.Dan mau menuju kamarnya.Saat mau menuju kamarnya.Tiba tiba mertuanya datang menghampirinya.


Hei..."Panggil ibu mertuanya langsung berhadapan dengan Ayana.


Ayana pun menoleh."Eh ibu..., ada apa bu."Tanya Ayana menatapnya.


"Kau tahu kan soal perjodohan tadi dan jangan coba coba untuk ikut campur dan kau urus saja anakmu itu.Okey."Jawab ibu mertuanya.


"Baik bu..."Ucap Ayana sambil menundukkan kepalanya.


"Baguslah kalau kau langsung mengerti..., kalau begitu aku pergi dulu.Dadah."Sombong ibu mertuanya langsung pergi ke kamarnya.


Setelah ibu mertuanya pergi."Aku harus menerima semua ini dan aku harus kuat."Ucapnya menyemangati dirinya sendiri dan matanya sudah lebam karena menangis.


Ayana pun langsung masuk ke kamarnya."Didalam kamar."Fyuh..., capeh banget yatuhan..., kenapa begini hidupku."Ucapnya selalu menyerah dan lelah pada dirinya sendiri.


Ayana langsung melihat wajah anaknya yang masih tidur ditempat tidurnya.Karena kejadian tadi.Ayana perlahan lahan mengelus rambut Kayra.


"Maafkan mama ya sayang...., kamu harus melihat semua penderitaan ini.Maafkan mama."Ucapnya mulai meneteskan air matanya lagi.


Tiba tiba Kayra terbangun."Mama..."Perlahan lahan membuka matanya.


"Eh sayang..., kamu sudah bangun.Maafkan mama karena sudah membangunkan kamu."Ucap Ayana jadi tega melihat anaknya terbangun karenanya.


Langsung duduk."Tidak apa apa ma..., ini bukan salah mama."Jawabnya mengelus pipi Ayana.


Reflek melihat mata Ayana yang lebam."Kenapa mata mama begini..., apa mama habis menangis yah?."Tanya Kayra langsung peka.


"Anak mama memang peka ya.Tau aja..., apa yang terjadi dengan mamanya.Ini tidak apa apa kok sayang, jangan khawatirkan mama."Jawab Ayana tidak mau memberitahukannya kepada Kayra.

__ADS_1


"Baiklah ma..., aku tidak akan menanyakannya lagi kepada mama.Omong omong, mama dari mana?."Tanya Kayra mengelus tangan Ayana.


"Mama habis melayani teman arisan nenek dan tadi mama habis membilas gelas gelas yang kotor.Ini mama barusan siap mengerjakannya."Jawab Ayana.


"Kenapa mama masih mengerjakan pekerjaan rumah yang berat begitu.Kan mama masih terluka dan lelah.Seharusnya mama duduk diam disini dan bangunkan aku, agar aku yang membersihkan pekerjaan rumah."Cemas Kayra kembali.


"Tidak apa apa sayang..., mama kuat kok.Kan mama sudah besar dan seharusnya yang istirahat itu kamu.Kan kamu masih kecil dan butuh istirahat yang cukup."Mengelus rambut Kayra dengan lembut.


"Baiklah mama ku sayang..., aku sayang mama dan lain kali, mama harus memberitahuku kalau mama butuh bantuan.Okey."Langsung memeluk Ayana dengan erat.


"Mama juga sayang kamu sayang..., sayang banget."Ikut memeluknya dalam kebahagiaan mereka berdua.


Keesokan paginya.Dimana Evano mengetuk pintu kamar Ayana."Siapa yang mengetuk pintu sepagi ini."Ucap Ayana baru bangun dan langsung membuka pintu tersebut.


"Eh.., Evano.Ada apa?."Tanya Ayana sambil mengusap matanya yang masih sedikit tertutup.


"Dimana Kayra?."Tanya balik Evano.


"Dia masih tidur dan ini masih subuh.Kenapa tiba tiba bangun dan langsung menanyakan Ayana?."Tanya Ayana bingung.


"Aku hanya rindu dengannya..., apa aku boleh masuk?."Jawab Evano sekaligus meminta izin kepada Ayana.


Evano pun langsung masuk kedalam dan duduk disamping Kayra yang masih tertidur."Maafkan ayah ya sayang..., karena ayah tidak mengajakmu bermain lagi.Karena ayah sangat sibuk bekerja, untuk memberimu pelajaran yang terbaik."Ucap batin Evano mengusap pipi Kayra dengan lembut.


"Kenapa kemarin kau tidak menemuiku?."Tanya Evano.


"Tidak apa apa..., aku hanya kelelahan dan mau bertemu dengan Kayra saja.Aku juga sangat rindu dan mau melihat wajahnya."Jawab Ayana berbohong.


"Apa aku harus menanyakan soal perjodohan kemarin.Tidak deh..., aku tidak sanggup mendengarnya dan aku tidak akan peduli dengan semua itu."Ucap batin Ayana menggenggam kedua tangannya dan menundukkan kepalanya.


"Kenapa dengan istriku ya.Dia diam saja dan tak berani menatapku lama.Apa ini karena aku?."Ucap batinnya dan bertanya pada dirinya sendiri.


"Aku sudah melihat wajah Kayra dan aku harus cepat pergi ke perusahaan."Ucap Evano langsung berdiri dan merapikan jasnya.


"Baiklah..., hati-hatilah dan jangan lupa untuk makan."Ucap Ayana menyalim tangan Evano dan Evano langsung pergi dari kamarnya.


Setelah Evano pergi.Ayana langsung duduk kembali di samping Kayra."Aku harus kuat.., Ayana harus kuat."Menyemangati dirinya sendiri dan tersenyum kepada dirinya sendiri.

__ADS_1


Saat Evano menuju perusahaannya.Tiba tiba ponselnya berdering."Siapa yang menghubungiku lagi."Langsung mengangkatnya.


"Halo..., ada apa?."Tanyanya.


"Ini aku Lia..., apa kau punya waktu sekarang?."Jawab Lia sekaligus bertanya.


"Ada apa emangnya?."Tanya balik Evano.


"Sudahlah..., mari kita bertemu di cafe.Akan aku kirim lokasinya sekarang."Jawab Lia langsung mematikan ponselnya.


Melihat lokasinya."Aku akan datang dan akan mendengar perkataannya."Langsung menuju lokasi tersebut.


Sesampai lokasi.Evano langsung masuk kedalam cafe tersebut dan Lia sudah menunggunya.


Langsung menghampirinya dan duduk dihadapannya."Ada apa kau memanggilku kemari?."Tanya Evano.


"Santai dong..., pesan kopi dulu.Setelah itu, aku akan memberitahukannya."Jawab Lia tersenyum.


Setelah memesan kopi dan kopi pun sudah datang."Katakan sekarang..., apa yang mau kau katakan."Ucap Evano langsung meminum kopinya.


"Aku mau meminta dp bayaran ku dulu.Sebagai selingkuhan palsu mu."Jawab Lia langsung ke inti.


"What..., itu doang yang mau kau katakan?."Kaget Evano.


"Iya..., dan kau harus membayar lebih, karena aku pandai berakting lho."Ucap Lia menaikkan alisnya.


"Baiklah, baiklah..., aku akan membayar mu lebih.Jika kau berhasil membuat aku dan istriku bercerai."Ucap Evano mengusap mulutnya yang berantakan akibat kopi tersebut.


"Tentu saja..."Kembali menikmati kopi hangatnya.


Disisi lain.Ayana langsung mengantarkan anaknya ke sekolah seperti biasanya.


Sesampai sekolah."Belajarlah dengan baik ya sayang dan jangan malas malasan."Ucap Ayana mengelus rambut Kayra kembali.


"Baik mama aku yang paling cantik.Aku pergi dulu."Langsung keluar dari mobil dan tidak lupa untuk mencium kening Ayana.


"Anakku memang yang paling hebat..., aku sangat mencintainya.

__ADS_1


Ayana pun langsung menggas mobilnya dengan pelan, karena mau melihat pemandangan.Saat Ayana menikmati perjalanannya.Sontak Ayana kaget, karena melihat suaminya sedang berduaan dengan wanita kemarin dan Ayana reflek memberhentikan mobilnya.


"Itu kan...


__ADS_2