Marriage Is Not Beautiful

Marriage Is Not Beautiful
Episode 44: Rumah Sakit


__ADS_3

"Kenapa begitu ya?."Tanyanya.


"Mungkin karena kamu masih sakit dan jangan terlalu memaksakannya.Mending sekarang kamu duduk dulu dan aku akan menyuapi kamu makan."Jawab Evano langsung menghembus ramen yang masih panas.


Ayana pun langsung duduk dan Evano langsung menyuapi ramen tersebut kepada Ayana."Ehm, bagaimana rasanya?."Tanya Evano.


"Enak."Jawabnya sambil mengunyah ramen tersebut.


Ayana menatap wajah Evano."Apa suamiku, seperti ini sebelumnya.Apa dia romantis seperti yang aku bayangkan."Ucap batinnya.


"Kenapa papa dan mama sangat romantis sih.Kan aku jadi iri."Ucap Kayra cemburu.


"Kamu selalu saja seperti itu sayang.Sini duduk bareng ayah."Ucap Evano tersenyum tipis dan Kayra langsung duduk dipangkuan Evano.


"Sini pa, biar aku yang menyuapi mama."Ucap Kayra mengambil mangkuk ramen yang ada ditangan Evano.


"Hati hati ya sayang, awas terkena kuah panasnya."Ucap Evano berjaga jaga.


"Aman pa, sini ma biar Kayra suapin."Ucap Kayra langsung menyuapi ramen tersebut kepada Ayana.


"Aaaa, ehm.Bagaimana ma, suapan Kayra lebih enak kan ma?."Tanyanya sambil tersenyum.


"Enak nak."Jawabnya ikut tersenyum.


"Setelah makan, tidurlah dengan baik dan jangan memaksakan dirimu."Ucap Evano.


"Baiklah."Jawabnya menurut.


Setelah makan ramen.Tiba tiba ponselnya Evano berdering."Sebentar ya, aku angkat telepon dulu."Langsung keluar dari ruang Istirahat Ayana dan langsung mengangkat teleponnya.


"Halo, ada apa ya?."Tanyanya.


"Ini ibu nak, kau dimana saja, dari tadi ibu cari dikamar mu dan di perusahaan mu tidak ada.Kau dimana dan istri mu juga tidak ada.Kalian kemana sih?."Tanya ibunya.


"Kalau aku mengatakan bahwa Ayana lupa ingatan karena suatu kecelakaan.Ibu pasti akan lebih menyiksanya.Aku tidak mau memberinya luka yang begitu sakit."Ucap batin Evano.

__ADS_1


"Halo sayang, kenapa kau diam saja?."Tanya ibunya.


"Eh, maaf bu.Aku sedang ada rapat, tapi kalau Ayana, aku tidak tahu dia dimana bu.Udah dulu ya bu, aku mau rapat."Langsung mematikan ponselnya.


"Maafkan aku bu, karena aku sudah membohongi ibu.Aku hanya tidak mau, kalau Ayana mendapatkan penderitaan yang ia dapatkan sebelumnya."Ucap batin Evano jadi merasa bersalah kepada ibunya.


Evano kembali masuk dan langsung duduk disamping Ayana dan Ayana sudah tertidur, akibat kekenyangan karena makan ramen."Dia begitu cantik ketika tidur.Bagaimana bisa, aku menyakiti hatinya yang mudah rapuh."Ucap batinnya kembali dan mengelus tangan Ayana dengan lembut.


"Putri ku juga tidur disampingnya.Jika aku terus bersama mereka, aku akan terus membuat hatinya hancur dan dia pasti akan langsung ingat dan mengingat semua penderitaanya.Aku tidak mau sampai begitu.Aku harus meminta bantuan kepada pak Jae."Ucapnya langsung menghubungi Jae.


Tersambung."Halo, siapa ya?."Tanya Jae.


"Ini saya Evano, suami Ayana."Jawabnya.


"Oh, pak Evano.Ada apa omong omong, menghubungi saya?."Tanyanya kembali.


"Apa saya bisa meminta bantuan anda pak Jae.Saya mau pak Jae selalu menemani istri saya, karena saya sangat membutuhkan anda pak.Karena anda yang dekat dengannya.Kalau mau, saya akan membayar anda, berapapun yang anda mau."Jawab Evano menjelaskannya.


"Tidak perlu dibayar, saya bisa melakukannya dengan ikhlas.Saya akan sering menjenguknya di rumah sakit."Jawab Jae tidak mau imbalan apapun dengan Evano.


"Baiklah pak Jae.Terima kasih banyak pak Jae, saya tutup dulu telponnya."Langsung mematikan ponselnya.


Ayana pun terbangun."Apa tidur mu nyenyak nona Ayana?."Tanya Jae sambil menaruh keranjang buah tersebut di atas meja.


"Eh, kamu Jae hwa kan.Kenapa datang kemari lagi?."Tanyanya balik.


"Aku ini kan teman mu, tentu aku akan menjenguk mu dong.Kenapa emangnya, apa tidak boleh."Jawabnya kembali bertanya juga.


"Boleh kok.Maaf telah menyinggung hati mu.Omong omong gimana anak cowok kamu itu?."Tanyanya.


"Maksud mu Cuky?.


"Iya, aku lupa lagi."Jawabnya tersenyum.


"Dia sudah tidur dan katanya dia kelelahan.Dia memang begitu, sungguh anak yang menggemaskan."Jawabnya langsung duduk di samping Ayana.

__ADS_1


"Kenapa anak mu juga ikutan tidur?."Tanyanya yang di maksud ialah Kayra.


"Entahlah, bangun bangun sudah ada dia yang tidur di samping kasur ini.Mungkin dia kelelahan karena menjag saya seharian."Jawabnya sambil mengelus rambut Kayra yang sedang tidur.


"Kalau kau kelelahan, tidurlah atau kau butuh sesuatu, biar aku ambilkan?."Ucap Jae hwa.


"Aku haus banget nih, apa bisa tolong ambilkan segelas air putih untukku.Maaf membuat mu repot."Jawab Ayana.


"Oh, tentu tidak merepotkan nona.Ini akan menjadi pekerjaanku, untuk menjaga mu nona."Tersenyum kepada Ayana.


"Dia pria yang cukup baik.Kenapa lagi lagi, saat di dekatnya hatiku berdetak dengan kencang.Kau sudah punya suami Ayana, harus ingat.Ya walaupun kau belum ingat apapun."Ucap batinnya menyadarkan dirinya sendiri.


Jae hwa langsung mengambilkan segelas air putih kepadanya."Ini minuman anda nona."Langsung memberikannya kepada Ayana dan Ayana langsung duduk.


"Tunggu, aku akan memindahkan Kayra ke sofa, agar dia lebih nyaman untuk tidur.Kamu jangan bergerak dulu."Ucap Jae langsung menggendong Kayra dsn meletakkannya di sofa.


"Dia begitu perhatian kepada anak kecil dan sangat sayang kepada anak kecil.Dan dia juga lumayan."Ucap batin Ayana sedikit kagum dengan Jae.


"Eh, ingat Ayana.Kau harus mengingat sesuatu dan jangan pikirkan soal pria."Ucapnya sambil menggelengkan kepalanya.


"Kenapa anda menggelengkan kepala anda.Apa ada yang sakit?."Tanya Jae langsung duduk di sampingnya.


"Eh, tidak ada apa apa kok.Aku baik baik saja."Tersenyum Ayana, agar Jae tidak curiga dengannya.


"Yaudah, minumlah air putih itu."Ucap Jae melipat kedua tangannya dan menatap wajah Jae.


Ayana meliriknya."Jangan menatap saya seperti itu.Seperti mau memakan saya saja."Ucap Ayana sudah meminumnya dan langsung memberikannya kepada Jae lagi.


"Aku tidak mau memakan mu.Tapi aku jadi ingat kembali soal kejadian sebelumnya, yang pernah kau alami."Ucap Jae langsung meletakkan gelas tersebut di atas meja.


"Ada apa dengan sebelumnya?."Tanyanya.


"Sudahlah, ini belum saatnya kau menanyakan hal seperti itu.Mending tidur dan besok kita bisa jalan jalan melihat udara segar."Jawab Jae tersenyum.


"Baiklah, jika kau tidak mau memberitahukannya.Lebih baik aku tidur dan selamat malam Jae."Mulai menutup matanya.

__ADS_1


"Sungguh wanita yang malang.Semoga tuhan selalu bersama mu dan terus menjaga mu."Ucap batin Jae tersenyum tipis dan menatap wajah Ayana yang tertidur.


Saat Jae sedang menatap wajah Ayana.Tiba tiba ada yang memanggilnya dari luar dan ia adalah,


__ADS_2