
Saat Ayana kesakitan. Tiba tiba ada yang mengetuk pintu rumah, dan ia adalah Evano dan Kayra.
"Eh, siapa itu." Ucap Ayana langsung membuka pintu rumahnya.
Sontak Ayana langsung melihat Evano dan Kayra." Mama. Mama." Peluk Kayra.
"Eh sayang. Kamu sudah pulang?." Tanya Ayana mengelus rambutnya.
"Sudah dong ma. Dan kenapa mama sudah bisa pulang?." Jawabnya sekaligus bertanya.
"Namanya mama sudah sehat. Kalau begitu, mari kita masuk, dan mama akan menyiapkan makanan untuk kalian." Jawab Ayana, dan mereka langsung masuk kedalam.
Didalam rumah." Oh ya ma, aku mau mandi dulu ya ma. Soalnya udah bau. Heheheheh." Ucap Kayra bahagia, dan langsung masuk ke kamarnya.
"Iya sayang." Jawab Ayana ikut tersenyum dan langsung ke dapur, dengan diikuti Evano.
__ADS_1
Di dapur." Sayang." Panggil Evano.
Ayana langsung menatapnya." Iya. Ada apa?." Tanya Ayana kepadanya.
"Biar aku saja yang masak sayang. Kamu kan masih sakit sayang. Biar aku saja yang masak ya." Jawab Evano langsung berdiri di sampingnya.
"Gapapa sayang. Biar aku saja sayang yang masak. Aku sudah banyak ngerepotin kamu." Ucap Ayana tersenyum.
"Baiklah kalau itu mau kamu. Tapi, aku akan menjaga kamu disini." Ucap Evano hanya bisa pasrah dan langsung duduk, sambil memandang Ayana.
"Terima kasih banyak. Aku akan memasak makanan yang enak untuk kalian." Ucap Ayana langsung mengambil bahan bahan dan mulai memasak untuk Evano dan Kayra.
Ayana langsung mengerutkan keningnya.", Argh. Tahan Ayana, jangan sampai Evano melihat mu." Ucap batin Ayana menahan sakit kepalanya.
"Apa benar, selama ini aku memang disiksa di keluarga suamiku. Karena aku tidak pernah mengingat masa lalu yang bahagia di rumah ini. Apa benar, ibu mertuaku orang yang jahat." Ucap batin Ayana hanya bisa melamun dan terus bertanya kepada dirinya sendiri.
__ADS_1
Setelah selesai membuat makanan. Ayana langsung menyusunnya di meja makan, dan dibantu oleh Evano. Setelah meletakkannya di atas meja, Kayra pun datang." Halo ma, pa. Apa makanannya sudah selesai?." Tanya Kayra langsung duduk di samping Evano.
"Sudah dong sayang. Mari kita makan bersama." Jawab Evano langsung mengelus rambut Kayra dengan lembut.
"Mari ma, kita makan bersama." Ajak Kayra langsung memegang tangan Ayana.
"Mama mau mandi dulu deh. Karena dari tadi, keringat mama banyak banget karena sakit itu. Kalian makan duluan saja. Nanti mama menyusul." Jawab Ayana mengelus pipi Kayra, dan langsung masuk ke kamarnya.
Di kamar Ayana, Ayana langsung duduk di tempat tidurnya, sambil memegang dahinya." Kenapa aku tidak mengingat kebahagiaan yang ada di rumah ini. Apa tidak ada kebahagiaan di rumah ini?." Tanya kembali Ayana kepada dirinya sendiri.
Tiba tiba Ayana kembali melihat seisi kamarnya. Dan saat dia melihat isi rumahnya kembali. Tiba tiba saja dia melihat setrika yang ada di depannya, dan sontak ia merasakan sakit yang begitu sakit. Dia mengingat kembali masa lalunya.
"Halah, banyak mulut kau. Sini kau ku beri pelajaran, kau tidak tahu, ini adalah pakaian yang paling saya suka. Dasar anak bodoh, sini kau!." Ucap ibu mertuanya marah besar dan langsung menjambak rambut Ayana.
"Sakit bu, aku minta maaf bu. Maaf bu.." Kesakitan Ayana memohon ampun.
__ADS_1
"Diam kau, ini adalah hukuman yang setimpal untukmu. Beraninya kau merusakkan pakaian kesayangan ku. Kau harus mendapatkan hukuman nya." Ucap ibu mertuanya tidak merasa kasihan kepadanya.
Tiba tiba saja Ayana,