Marriage Is Not Beautiful

Marriage Is Not Beautiful
Episode 56: Ketahuan Ibu


__ADS_3

"Sesuatu apa yang kau ingat?." Tanya kembali Jae.


"Aku mengingat sesuatu ketika aku bermain di tempat itu juga, dan anakku terus memanggilku untuk meminta dibelikan es krim. Apa benar, Kayra memang anakku?." Jawabnya sekaligus bertanya kepada Jae.


"Tunggu ingatan mu seluruhnya kembali. Baru kau bisa yakin, kalau semua didepan mata mu itu benar." Jawab Jae tersenyum kepadanya.


"Kalau begitu, makanlah kembali bolu ini. Aku sudah bersusah payah membelinya bersama dengan Cuky." Kembali memberikan bolu tersebut kepada Ayana.


"Iya, iya. Terima kasih banyak." Jawabnya langsung mengambil bolu pemberian Jae.


"Omong omong Jae. Evano pernah bilang, kalau dia mempunyai ibu, dan berarti dia ibu mertuaku kan. Dan seperti apa wajah ibu mertuaku?." Tanya Ayana menatap wajah Jae.


"Aku juga tidak tahu. Aku tidak pernah bertemu dengan ibunya pak Evano." Jawabnya dengan jujur.


"Berarti kau juga belum pernah melihat wajah ibu mertuaku ya?." Tanyanya kembali.


"Iyalah, mana tau aku seperti apa wajah ibu mertua mu. Entah mirip Barbie, atau mirip Gorila." Ucap Jae membuat lelucon.


"Hei kamu. Jangan mengejek orang tua tau. Dasar." Kesal Ayana.


"Maaf, namanya biar kamu gak sedih, dan tetap tersenyum." Menunjukkan senyum pepsodent nya.


"Hahahahah, dasar aneh." Tertawa Ayana melihat senyum Jae yang sangat lebar.


"Nah, gitu kan cantik, kalau tertawa dan tersenyum. Jangan hilangkan senyuman kamu yang manis itu. Hahahah." Ikut tertawa Jae.


Disisi lain. Evano pun sudah sampai bersama Kayra dan Cuky di taman hiburan. Merekapun langsung masuk kedalam taman hiburan tersebut dengan bahagia.


Saat mereka masuk. Tidak sengaja ada ibu Christina yang lewat, saat pulang dari berbelanja." Eh, itu kan Evano, dan anaknya. Tapi, siapa anak laki laki itu." Ucap ibunya melihat mereka dengan detail.


"Aku harus menyelidikinya. Pak, berhentikan Taxi ya." Ucap ibu Christina langsung menyuruh supir Taxi berhenti.


"Baiklah." Langsung berhenti tepat di depan taman hiburan tersebut.


"Terima kasih." Langsung memberikan uang tersebut dan masuk kedalam taman hiburan, dengan sembunyi sembunyi.


Didalam taman hiburan tersebut. Evano, Kayra dan Cuky langsung bermain odong odong, dan Evano melihat mereka yang sangat bahagia. Dibalik itu, ibunya melihat mereka dengan sembunyi sembunyi.


"Kenapa mereka sebahagia itu. Siapa anak laki laki itu, dan dimana Ayana jelek itu. Kenapa dia malah menyuruh anakku, untuk menemani mereka. Sungguh tidak berguna anak itu." Ucap batin ibunya.


"Aku harus menghampirinya." Ucap ibunya langsung mendatangi Evano.

__ADS_1


"Evano." Panggil Ibunya, dan sontak Evano langsung menatap wajahnya.


"Eh, ibu. Kenapa ibu ada disini?." Tanyanya.


"Harusnya ibu yang bertanya seperti itu. Kenapa kau disini?." Tanya ibunya balik.


"Aku sedang menemani Kayra bermain dan ini adalah anak dari teman aku. Namanya adalah Cuky, teman sekolah Kayra." Jawab Evano sekaligus memperkenalkan Cuky.


"Pantas, aku tidak asing dengan wajahnya. Ternyata dia adalah anak yang pernah aku lihat, saat Ayana sedang berduaan bersama pria itu." Ucap batin ibunya.


"Kemana istri mu itu. Kenapa malah kamu yang menjaga anak mu disini?." Tanya ibunya dengan detail.


"Dia sedang ada di rumah sakit bu. Dia sedang sakit kritis, makanya beberapa hari lalu, dia tidak pulang." Jawab Evano jujur.


"Kenapa dia bisa masuk rumah sakit. Pasti biaya ya banyak ya." Ucap ibunya malah mempermasalahkan uang rumah sakit, bukan menanyakan bagaimana kabar Ayana.


"Kenapa ibu malah menanyakan biaya rumah sakit, bukan menanyakan bagaimana keadaan Ayana sekarang. Dimana sih hati nurani ibu." Ucapnya sedikit marah kepada ibunya.


"Kau mulai melawan ibu mu ini, hah. Aku yang telah melahirkan mu, dan kenapa kamu malah memarahi ibu. Sadar kamu. Kamu pasti sudah terpengaruhi oleh istri kamu, yang gak beres itu." Ucap ibunya menghina Ayana langsung.


"Bu, sudahlah bu. Jangan terus menghina Ayana, karena dia istriku bu. Stop menghina dia." Tegas Evano.


"Kalau begitu, bawa ibu untuk melihat istri mu nanti. Bagaimana?." Tanya ibunya sambil melipat kedua tangannya.


"Baiklah, aku juga tidak mau malu di rumah sakit. Kalau di rumah, baru aku mau." Jawab ibunya sambil membalikkan bola matanya.


"Ibu selalu saja seperti itu kepada Ayana." Ucapnya sambil memegang keningnya.


Setelah mereka bermain cukup lama. Merekapun langsung menuju rumah sakit.


Dalam perjalanan."Nenek mau ikut kami ke rumah sakit juga?." Tanya Kayra menatapnya.


"Iya, kenapa emangnya. Apa gak boleh?." Tanya neneknya.


"Boleh kok nek. Mama pasti bahagia, kalau bertemu dengan nenek." Jawabnya dengan bahagia.


Merekapun langsung sampai di Rumah Sakit. Sesampainya, merekapun langsung masuk kedalam ruang istirahat Ayana, yang sudah di pindahkan oleh dokter dsn suster setempat.


Saat mereka masuk kedalam. Ibu Christina langsung menatap wajah Ayana yang baru bangun dari tidurnya." Eh, kalian sudah pulang?." Tanyanya.


"Eh kalian sudah kembali?." Tanya Jae juga langsung berdiri dari kursinya.

__ADS_1


"Salam bu. Saya Jae, teman Ayana." Memperkenalkannya kepada ibu Christina.


"Saya Christina." Tidak mau berjabat tangan, juga tidak menatap wajah Jae.


"Kenapa kau bisa masuk rumah sakit?." Tanya ibu mertuanya kepada Ayana.


"Kamu siapa?." Tanya Ayana kepadanya.


"Dia siapa Evano?." Tanyanya kepada Evano dan menatapnya.


"Bu, ada yang belum Evano katakan pada ibu. Mari kita bicarakan di luar dulu bu." Ucap Evano langsung menuntun ibunya.


"Tunggu sebentar ya Ayana. Aku akan memberitahukan mu." Jawab Evano tersenyum dan langsung keluar bersama ibunya.


Setelah Evano dan ibu Christina keluar." Dia siapa?." Tanya kepada Kayra dan yang lainnya.


Kayra pun langsung duduk di samping Ayana, dan menatapnya." Dia nenek aku ma. Kalau di bilang, berarti dia ibu mertua mama." Jawab Kayra pintar.


"Pintar banget anak kamu Ayana. Dia sangat pintar." Ucap Jae langsung mengelus rambut Kayra.


"Jelas paman. Namanya anak mama gitu lho." Jawabnya bahagia.


Tiba tiba saja, Ayana kembali mengingat sesuatu, dengan wajah wanita tersebut.“ Sudah tidak pandai merawat diri, kerjaannya ngurus anak doang, susah amat. Saya jadi nyesel milih kamu jadi menantu saya.


"Sudah tidak pernah berdandan sampai suami mu itu tidak pernah mengajak mu ke pesta teman temannya karena kau jorok seperti ini." Mengingat masa masa ia disiksa oleh ibu mertuanya.


"Argh, sakit banget kepalaku." Ucap Ayana kesakitan, sambil memegangi kepalanya yang sakit.


"Auh." Langsung memasang wajah kesakitan.


"Eh, kau kenapa Ayana." Panik Jae.


Sedangkan diluar ruangan Ayana tadi." Kenapa dia tidak mengingat ibu. Apa dia mulai durhaka pada ibu mertuanya ini?." Tanya ibunya dengan kesal.


"Dia terkena amnesia bu. Maka sebab itu, dua melupakan segalanya." Jawab Evano dengan jujur.


"Yang benar saja dong. Jangan mencoba membohongi ibu. Katakan yang sejujurnya." Masih tidak percaya ibunya.


"Kalau ibu masih tidak percaya. Ibu bisa menanyakannya kepada dokter." Ucap Evano.


"Kenapa dia bisa lupa ingatan?." Tanya ibunya kembali.

__ADS_1


"Dia bisa amnesia karena,


__ADS_2