
"Apa yang ibu lakukan kepada Ayana, sampai dia menangis begitu!." Tegas Evano kepada ibunya.
"Ibu tidak ngapain ngapain kok, ibu hanya menyuruhnya untuk mengerjakan pekerjaan rumah." Jawab ibunya yang santai, seperti tidak melakukan kesalahan apapun.
Ibunya pun langsung masuk ke kamarnya, dan hanya ada Evano di dapur. Evano pun langsung duduk di lantai, sambil mengepalkan kedua tangannya. "Apa yang telah aku lakukan kepada Ayana, sampai dia merasakan nerakaku." Ucap Evano, dan air matanya menetes ke lantai.
Evano pun langsung berdiri kembali, dan menyambungkan masakan yang dibuat oleh Ayana.
Setelah itu, Evano pun langsung meletakannya diatas meja. "Aku harus meminta maaf kepada Ayana, agar dia tidak kembali menangis." Ucap Evano mengusap air matanya, dan langsung ke kamar Ayana.
"Sayang, maafkan perbuatan ibuku ya sayang. Sayang, aku mohon kamu keluar, dan kita sarapan bersama." Ucap Evano dengan lembut.
Ayana pun langsung membukakan pintunya, dan langsung menatap wajah Evano. "Kamu jangan menangis terus dong sayang, bagaimana kalau air mata kamu habis nanti." Ucap Evano mengusap air mata Ayana.
"Mari sarapan, dan jangan menangis lagi." Ucap Evano langsung membantu Ayana menuju meja makan.
Mereka berdua langsung duduk berhadapan, dan Evano langsung meletakkan piring untuk Ayana dan memberikan nasi juga lauk pauk untuknya.
__ADS_1
"Makan yang banyak ya sayang dan jangan menangis terus." Ucap Evano kembali tersenyum, dan langsung mengunyah makanannya.
"Omong omong, kamu mau antarkan ke pekerjaan kamu?." Tanya Evano menatapnya.
Ayana menganggukkan kepalanya. "Sepertinya dia tidak mau berbicara denganku. Apa dia benar benar sakit hati dengan ucapan ibu tadi." Ucap batin Evano terus menatap Ayana yang sedang makan.
Selesai sarapan, Ayana pun langsung bersiap siap untuk pergi ke pekerjaannya, dan setelah bersiap siap. Ayana pun langsung naik kemobil Evano.
Di perjalanan, "Kenapa kamu diam saja sih sayang, ngomong dong." Ucap Evano mengelus tangan Ayana.
"Kenapa emangnya kalau aku diam. Aku lagi pengen diam saja." Ucap Ayana berbicara juga.
"Aku tidak marah kepadamu kok sayang." Jawab Ayana kembali tersenyum.
"Kalau tidak marah, kenapa diam saja daritadi?." Tanya Evano kembali.
"Aku hanya lagi badmood saja sayang, dan malas berbicara. Kalau begitu, jangan pikirkan yang aneh aneh." Jawab Ayana kembali tersenyum dengan bahagia.
__ADS_1
"Nah gitu dong, kan cantiknya kembali lagi. Kamu lebih cantik kalau tersenyum begini." Ikut bahagia Evano.
Sesampai tempat kerja Ayana, Ayana dan Evano langsung turun dari mobil.
"Jangan paksakan diri kamu disini sayang. Kalau ada apa apa, langsung hubungi aku saja sayang." Ucap Evano mengelus pipi Ayana.
"Aman sayang." Ikut tersenyum Ayana kepada Evano.
"Kalau begitu, aku pergi dulu sayang. Dan sampai jumpa nanti malam di rumah." Ujar Evano melambaikan tangannya, dan langsung pergi meninggalkan Ayana.
Saat Evano sudah pergi, Ayana pun langsung masuk ke dalam cafe. Dan saat di dalam, sudah ada Jae yang sedang mengobrol dengan bosnya.
"Jae." Panggilnya langsung menghampiri Jae.
Sontak Jae langsung berbalik badan. "Eh Ayana. Kamu sudah datang akhirnya. Aku kira kamu gak datang." Ucap Jae tersenyum langsung, saat Ayana datang.
"Mana mungkin aku gak datang, kan aku sudah diterima bekerja disini. Dan tentunya aku harus datang dong." Jawab Ayana ikut tersenyum.
__ADS_1
"Wah, karena kebetulan kamu sudah ada disini Ayana. Kamu