
"Sayang. Kenapa kamu lama banget didalam sayang?." Tanya Ayana langsung jongkok dan mengelus rambut Kayra.
"Didalam tadi, ada kegiatan menggambar mama. Jadi, aku dan Cuky sedang membuat gambar uang yang sangat indah." Jawab Kayra dengan bahagia.
"Kalau begitu, mari kita pulang sayang. Oh ya pak Jae, jangan lupa nanti sore ya pak." Melambaikan tangannya, dan langsung masuk kedalam mobil.
"Semakin hari, Ayana semakin cantik. Sungguh mengagumkan. Kenapa, wanita secantik dia, bisa disiksa oleh keluarga yang tidak pernah menyayanginya." Heran Jae, langsung menggandeng tangan anaknya dan kembali pulang.
Disisi lain. Ayana pun langsung menuju rumah, di perjalanan." Ma." Panggil Kayra yang duduk disampingnya.
"Iya sayang. Ada apa memanggil mama?." Tanya Ayana sambil menyetir mobil.
"Apa kita akan bisa bersama dengan papa dan nenek ma?." Tanya Kayra dengan pertanyaan yang aneh.
"Maksud kamu apa sih sayang. Jangan yang aneh aneh bertanya ya sayang, soalnya mama lagi lelah banget." Jawab Ayana hanya bisa menutup lukanya, dengan senyuman.
"Kayra tahu kok perasaan mama seperti apa. Jadi mama tidak perlu memendamnya ma." Mengelus paha Ayana dan bahagia.
__ADS_1
Sontak Ayana yang mendengarnya, langsung tersentuh." Anak mama pandai berbicara ya sayang. Persis seperti mamanya. Hahahah." Membuat candaan, agar ia tidak menangis.
"Hahahah, namanya anak mama gitu lho. Kan mama yang paling menyayangi Kayra, tentu Kayra mirip mama dong." Ucapnya kembali menyombongkan dirinya sendiri.
Saat Ayana sedang menyetir. Tiba tiba saja ia melihat seseorang yang ada di luar cafe, sedang berduaan. Dan tidak lain lagi, ia adalah Evano dan Lia.
Sontak Ayana langsung memberhentikan mobilnya." ****." Bunyi rem tersebut, secara mendadak.
"Kenapa tiba tiba mama berhenti ma. Apa yang terjadi?." Tanya Kayra yang ikut kaget, karena mobil tiba tiba berhenti secara mendadak.
"Tidak apa apa kok ma. Kayra baik baik saja, karena Kayra kuat." Jawabnya sambil menunjukkan otot ditangannya.
"Hahaha, anak mama memang menggemaskan deh. Kalau begitu, mari kita pulang." Kembali menggas mobilnya kembali, menuju rumah.
Disisi lain." Bagaimana dengan keadaan mu di perusahaan?." Tanya Lia sambil meminum kopinya.
"Begitulah. Sudah lumayan bagus juga kondisinya di perusahaan. Omong omong, kenapa kau mengajakku bertemu?." Jawabnya sekaligus bertanya.
__ADS_1
"Soal itu. Apa kita mau melanjutkan hubungan palsu ini, didepan orang tua kita?." Tanya balik Lia.
"Tentu saja. Agar istriku cepat menceraikanku, dan dia bisa hidup bahagia, tanpa penderitaan, dari ibuku." Jawab Evano dengan jelas.
"Baguslah. Tapi, bagaimana kalau sampai aku menyukaimu?." Tanya Lia kembali, menatapnya dengan serius.
"Anggaplah ini sebagai candaan saja. Lagian, kita kan tidak bertemu lagi, dan hanya bertemu, kalau ada rencana yang mendesak. Dan ibu, atau istriku yang mau menemuimu." Jawab Evano dengan santai.
"Baguslah kalau begitu. Untung saja, semoga semua cepat berakhir. Agar aku bisa dekat dengan pacarku lagi, dan bisa kembali ke pelukannya." Jawab Lia dengan bahagia, dan kembali meminum kopinya.
Disisi lain. Ayana pun sampai ke rumah, dan mereka berdua langsung turun dari mobil." Mari masuk sayang." Langsung menggandeng tangan Kayra.
"Tunggu ma. Ada yang mau Kayra katakan disini." Langsung menahan Ayana yang mau masuk kedalam.
"Apa sayang?." Tanya Ayana langsung jongkok, dan menatap wajahnya.
"Apa mama
__ADS_1