
Ditengah candaan mereka berdua.Tiba tiba ada yang memanggil Ayana dan ia adalah Evano.
Sontak Ayana dan Jae langsung berbalik badan ke belakang.Evano pun langsung menghampiri mereka berdua."Eh, Evano.Kenapa kemari, apa kamu tidak kerja?."Tanyanya.
"Iya pak Evano.Kata anda, tadi mau langsung ke perusahaan?."Tanya Jae juga.
"Saya tadi sudah ke perusahaan juga dan saya jadi teringat dengan istri saya.Jadi saya langsung ke sini deh.Saya jadi merasa bersalah, karena meninggalkan mu."Jawab Evano langsung bertekuk lutut di hadapan Ayana.
"Berdirilah dan jangan seperti ini.Ada apa kemari?."Tanyanya kembali.
"Aku hanya mau mengajak mu jalan jalan sebentar.Tapi sudah pak Jae yang mengajak mu keluar jalan jalan.Pak Jae bisa pulang dulu, biar sekarang Ayana yang akan saya urus."Ucap Evano kepada Jae.
"Baik pak Evano.Saya pamit dulu ya pak Evano dan Ayana."Ucapnya berpamitan.
"Iya Jae, terima kasih banyak, karena sudah mengantarkanku jalan jalan."Ucap Ayana tersenyum.
"Sama sama, aku duluan."Melambaikan tangannya dan langsung meninggalkan mereka berdua.
Ayana pun kembali menatap wajah Evano."Apa kamu sudah makan?."Tanya Evano sambil mengelus tangan Ayana.
"Belum nih, aku ga selera makan soalnya."Jawabnya sambil tersenyum tipis.
"Jangan telat makan gitu dong.Mending kita makan dulu di dalam dan aku akan menyuapi kamu.Yuk."Ucap Evano langsung mendorong kursi roda Ayana dan langsung masuk kedalam.
"Yaudah yuk."Jawabnya.
Didalam ruang istirahat Ayana.Evano langsung mengambil sarapan yang sudah di siapkan oleh perawat.Evano pun langsung duduk di sampingnya, sambil memegang sarapan tersebut dan Ayana langsung duduk di tempat tidurnya, setelah dibantu pindahkan oleh Evano, dari kursi rodanya.
Evano pun langsung meniup nasi tersebut yang masih panas dengan hati hati dan langsung menyuapinya kepada Ayana.
"Aaaa.Nah, gitu kan pandai."Tersenyum Evano.
"Ehm."Langsung mengunyah sarapannya dan ikut tersenyum.
"Apa suka?."Tanya Evano menatapnya.
__ADS_1
"Suka kok, apalagi kalau di suapi oleh suami sendiri."Jawabnya tersenyum kepada Evano sambil mengunyah sarapannya.
"Kalau suka, aku juga akan senang.Dengan begini, kamu bisa cepat pulih dan tidak bosan di rumah sakit ini lagi."Kembali menyuapi Ayana kembali.
Setelah sarapan habis.Ayana pun kekenyangan."Apa sudah kenyang?."Tanya Evano langsung menaruh piring yang sudah habis ke meja di sampingnya.
"Sudah,"Jawabnya tersenyum.
"Kalau mengantuk, tidurlah.Jangan memaksa diri mu.Kalau butuh sesuatu, katakan saja padaku."Ucapnya langsung mengambil buah apel dan mengupas kulitnya.
"Kamu sedang apa?."Tanya Ayana menatapnya.
"Lagi mengupas apel, untuk kamu makan.Agar cepat pulih dan tidak lemas."Jawabnya sambil mengupas apel tersebut dengan serius.
Setelah mengupas apel tersebut.Evano langsung memberikan sepotong apel, kepada Ayana."Nih, dimakan ya."Langsung memberikan apel tersebut kepada Ayana.
Dan Ayana langsung mengambilnya dan memakan apel tersebut."Ehm, enak banget.Terima kasih banyak Evano."Nikmat Ayana sambil mengunyah apel tersebut.
"Baguslah, jika kamu menyukainya.Nih dimakan lagi."Langsung memberikan semua apel yang sudah di potonginya kecil kecil.
"Aku mau ke kantor dulu ya.Apa tidak apa apa kamu sendirian disini?."Tanyanya.
"Iya sayang, aku pergi dulu dan sampai juga nanti malam."Ucap Evano mengecup kening Ayana dan langsung pergi meninggalkan Ayana.
Setelah Evano pergi."Astaga, kenapa dia mencium keningku.Tiba tiba, saja.Membuat hati orang deg degan."Ucap batinnya sambil memegang jantungnya yang berdetak dengan kencang.
"Sadarlah Ayana.Kau harus fokus untuk menjaga diri mu, agar kau bisa pulih dan bisa pulang secepatnya."Ucap Ayana kembali memakan apel tersebut.
Disisi lain.Diluar rumah sakit, tiba tiba ponsel Evano berdering dan itu adalah panggilan dari Lia.
"Lia, ada apa menghubungiku."Langsung mengangkatnya.
"Halo Lia, ada apa menghubungiku?."Tanyanya kepada Lia.
"Kau sedang dimana.Kau tidak pernah memberikanku pekerjaan lagi, untuk membuat istri mu cemburu.Kau dimana?."Tanyanya balik.
__ADS_1
"Aku sedang di rumah sakit.Bagaimana kalau kita berjumpa di cafe, aku akan mengirimkan lokasinya kepada mu.Aku akan mengatakan yang sebenarnya disana."Jawab Evano kepadanya.
"Baiklah, aku akan tunggu sekarang juga."Langsung mematikan ponselnya.
"Aku harus ke cafe dulu dan aku akan menyerahkan pekerjaanku, kepada asistenku."Langsung menuju lokasi tersebut.
Sesampai lokasi tersebut.Evano pun langsung masuk kedalam cafe tersebut dan duduk di tempat yang sudah ia pesan.Dan Lia belum datang.
Evano pun menunggunya dan langsung duduk, juga memesan segelas kopi cappucino hangat.
Setelah beberapa menit.Lia pun datang juga dan langsung duduk di hadapan Evano."Maaf lama, tadi ada urusan mendadak di rumah."Ucapnya langsung meletakkan tasnya di sampingnya.
"Tidak apa apa, santai saja."Ucapnya tersenyum.
"Ada hal apa, sampai kau mengajakku datang kemari.Padahal aku hanya menanyakan soal tadi, dan kau malah mengajakku sampai ke sini.Ada apa?."Tanyanya sambil melipat kedua tangannya.
"Hal ini sangat membuatku tidak bisa memakai mu dulu.Karena istriku mengalami amnesia."Jawabnya sambil menundukkan kepalanya.
"What, amnesia.Kenapa bisa terjadi hal itu."Kaget Lia, langsung menanyakannya.
Evano pun langsung menjelaskan kejadian, yang sudah ia dapatkan informasinya dari Jae.
Setelah menjelaskannya."Astaga, jadi kau tidak bisa menyewaku lagi dong.Astaga."Langsung memegang keningnya.
"Maafkan aku, tapi aku akan memberi mu uang, untuk biaya yang sudah kau lakukan sebelumnya.Aku akan membutuhkan mu lain waktu."Ucapnya sambil mengaduk kopinya.
"Baiklah, aku juga tidak akan memaksa mu.Dan terima kasih, atas bayarannya selama ini.Thank you."Jawabnya bahagia, karena mendapatkan uang dari Evano.
"Sama sama, kalau begitu saya duluan.Karena mau langsung ke perusahaan dan terima kasih sekali lagi, karena sudah datang kemari."Ucap Evano langsung berdiri dan keluar dari cafe tersebut, untuk menuju ke perusahaannya.
Disisi lain lagi.Ayana yang sedang sendirian dan bosan tidak melakukan apapun di rumah sakit."Bosan banget, aku harus apa ya, biar aku ga bosan."Ucap Ayana bosan di rumah sakit tersebut.
"Mending aku ke belakang rumah sakit deh, untuk melihat bunga dan kupu kupu yang indah.Karena tadi aku juga sebentar disana.Aku kesana aja deh."Ucap Ayana sudah bertekad dan langsung pelan pelan turun dari ranjangnya dan mau duduk di kursi rodanya.
Saat Ayana mau duduk di kursi rodanya.Tiba tiba dia terpeleset dari tempat tidurnya dan Ayana pun jatuh ke lantai.Sontak kepala Ayana langsung terkena lantai.
__ADS_1
"Aduh.Tolong."Ucap Ayana kesakitan dan kepalanya berdarah.
Tiba tiba ada yang datang dan ia adalah,