
"Ikutin aja deh, kemauan ibu mertuaku. Dari pada nanti dia marah." Ucap batin Ayana kembali membereskan piring nya.
Siang pun tiba. Dimana ibu mertuanya sudah bersiap siap dan menunggu teman arisan nya. Ayana yang di dapur sedang menyiapkan cemilan dan jus untuk teman teman arisan ibu mertua nya.
"Ting, tong." Bunyi bel rumah mereka.
Ibu Christina langsung berdiri dan membukakan pintu untuk menyambut mereka.
"Datang juga jeng, silahkan masuk jeng." Sapa ibu Christina merubah wajah nya menjadi seorang yang lembut.
"Terima kasih jeng," Ucap teman arisan nya yang bernama bu Anggraini dan bu Anggun.
Merekapun duduk bersama." Tunggu ya jeng, saya ambilkan minuman dan makanan nya dulu." Ucap ibu Christina kepada mereka.
"Baiklah." Jawab bu Anggraini dan bu Anggun bersamaan.
Ibu Christina bu langsung berdiri dan menuju ke dapur. Sesampai dapur, Ayana yang baru saja menyiapkan minuman jus tersebut dan meletakkan nya di atas meja dapur.
"Hei kau, cepat antarkan makanan dan minuman ini ke ruang tamu. Karena teman saya sudah datang, cepat dan ga pake lama." Ucap tegas ibu mertuanya menatap nya.
"Baik bu." Jawab Ayana.
Ibu mertuanya pun langsung kembali ke ruang tamu tanpa membawa apapun dan Ayana yang membawa semua makanan dan minuman tersebut ke ruang tamu.
Sesampai ruang tamu." Ini minuman dan cemilan bu, silahkan di nikmati." Ucap Ayana tersenyum.
"Terima kasih banyak sayang." Jawab bu anggun tersenyum dan bu Anggun di kenal sebagai wanita yang cukup baik kepada orang asing.
Setelah Ayana meletakkan cemilan dan minuman tersebut. Ayana pun langsung kembali ke dapur nya.
Saat Ayana sudah pergi." Silahkan di nikmati jeng, cemilan dan minuman nya." Tersenyum bu Christina.
"Iya jeng." Jawab bu Anggraini mencicipi cemilan tersebut.
"Oh ya jeng, bagaimana dengan arisan di rumah bu Anggraini nanti?." Tanya bu Christina.
__ADS_1
"Bentar lagi akan di adakan dengan perpaduan teh yang bagus dan makanan yang lebih enak deh bu Christina. Tenang aja,aman kok." Jawab bu Anggraini tersenyum.
"Omong omong jeng, bagaimana dengan jodoh anak mu itu. Apa sudah dapat?." Tanya bu Anggun.
"Belum nih, anak saya belum mau menikah dan berpacaran. Karena dia sangat sibuk dengan pekerjaan nya jeng. Biasa, namanya juga bos pemilik Perusahaan. Jadi begitu deh." Jawab bu Christina dengan sombong nya.
"Wah, anak mu memang hebat nya. Smoga saja dia bertemu dengan jodoh yang setimpal dengan pekerjaan nya itu. Yakan jeng." Ucap bu Anggraini sambil mengemil cemilan tersebut.
"Smoga aja deh jeng." Jawab bu Christina tersenyum bahagia karena berhasil membohongi mereka.
"Saya ada kenalan tu jeng, anak nya baik banget. Itu, anak dari temen aku. Katanya anak nya itu, baik, udah gitu cantik lagi jeng. Cocok itu dengan anak mu." Ucap bu Anggraini.
"Lain kali saja, saya akan menjodohkan nya. Kalau begitu berikan nomor telepon teman ajeng itu. Barangkali anak saya, mau mencari jodoh." Jawab ibu Christina mengeluarkan ponsel nya.
"Boleh dong jeng, bentar ya." Jawab bu Anggraini mengambil ponsel nya yang terletak di tas nya.
"Sepertinya ada yang tidak beres dengan pembantu tadi. Kenapa dia memasang wajah suram dan seperti nya dia menatap wajah bu Christina begitu lama. Apa itu bukan pembantu nya ya." Ucap batin bu Anggun mulai merasa ada yang aneh dari pembantu tersebut.
Ibu Anggraini tidak tahu, bahwa perempuan tadi itu, adalah istri dari Evano." Ini jeng nomor nya. Kalau apa langsung hubungi aja." Jawab ibu Anggraini memberikan nomor telpon teman nya.
"Omong omong bu Christina, ada yang mau saya katakan. Apa boleh saya bertanya jeng." Tanya bu Anggun.
"Boleh saja bu Anggun. Mau bertanya soal apa?." Jawab bu Christina sekaligus bertanya.
"Apa pembantu tadi itu, sudah lama bekerja di sini?." Tanya bu Anggun.
"Kenapa tiba tiba bu Anggun menanyakan soal itu?." Tanya kembali bu Christina.
"Tidak apa apa jeng, saya hanya bertanya saja. Soalnya dari kemarin itu, saya belum pernah lihat pembantu tersebut. Apa dia pembantu baru di sini jeng?." Jawab bu Anggun untuk memastikannya.
"Iya nih jeng, baru beberapa hari dia bekerja disini. Jeng anggraini juga udah tau kok soal pembantu tersebut. Yakan jeng Anggraini." Jawab bu Christina dan menatap wajah bu Anggraini.
"Benar tu jeng Anggun. Sudah lama juga kok pembantu itu. Kemarin itu saya juga sudah melihat pembantu bu Christina kok." Ucap ibu Anggraini tersenyum.
"Ouhh, terima kasih banyak sudah memberitahu nya jeng Christina, maaf menganggu anda." Jawab bu anggun tersenyum untuk menenangkan suasana.
__ADS_1
Sore pun berlalu. Dimana bu Anggraini dan bu Anggun akan pulang karena waktu juga sudah menandakan sore menjelang malam.
"Ini sudah sore jeng. Mari kita pulang, sebelum kemalaman." Ucap ibu Anggun kepada bu Anggraini.
"Mari," Jawab bu Anggraini.
"Kami pulang dulu ya jeng, karena sudah sore juga. Takutnya kemalaman juga. Terima kasih banyak soal cemilan dan minuman nya hari ini ya jeng." Berterima kasih bu Anggraini dan tersenyum kepada bu Christina.
"Iya jeng, sama sama. Hati hati jeng, kalau ada waktu mampir lagi." Jawab Christina ikut tersenyum.
"Terima kasih ya jeng, kami pergi dulu." Ucap bu anggun keluar dari rumah Christina.
"Hati hati jeng." Jawab bu Christina.
Setelah teman teman arisan nya pergi. Ibu christina memanggil Ayana yang berada di dapur dari tadi karena tidak mau ketahuan oleh teman arisan ibu mertuanya.
"Ayana!." Panggil ibu mertua nya dengan tegas.
Ayana sontak kaget." Eh, iya bu, aku datang." Jawab Ayana langsung berdiri dan menyusul ke ruang tamu untuk menemui ibu mertuanya.
Sesampainya." Ada apa bu." Tanya Ayana menatapnya.
"Cepat bereskan semua ini. Saya mau mandi dulu karena saya lelah, buruan selesaikan. Dasar menantu tidak berguna." Jawab ibu mertuanya menggertak nya dan langsung masuk ke kamar nya.
"Baik bu." Jawab Ayana menundukkan kepala nya.
Setelah ibu mertuanya pergi. Ayana langsung mengambil piring piring dan cangkir tersebut dan membereskan meja yang berserakan.
"Huhh, sabar Ayana. Kau kan kuat, jadi jangan menangis dan jadilah wanita yang kuat." Ucap batin Ayana memasang wajah murung dan langsung menuju ke dapur setelah membereskan meja tersebut.
Didapur. Ayana yang sedang membersihkan piring piring kotor dan gelas gelas yang kotor. Tiba tiba kayra memencet bel rumah.
"Ting ,tong." Bunyi bel rumah mereka.
"Eh, ada tamu.Siapa ya." Ucap Ayana mengelap tangan nya yang basah lalu menuju ke pintu untuk membukakan pintu tersebut.
__ADS_1
Saat Ayana membuka pintunya.Ternyata ada,