
"Ada apa dengan istriku..., aku tidak tahu jelas tentang keadaan istriku.Apa yang di sembunyikan nya dari ku."Ucap batin Evano terus menatapnya dari sela pintu.
"Sudahlah...., aku harus cepat kembali ke dapur untuk mengecek suamiku.Apa dia sudah mandi atau belum."Ucap batin Ayana mengusap air matanya lalu meletakkan gambar tersebut dan keluar dari kamar Kayra.
Evano yang langsung duduk di ruang tamu.Agar dirinya tidak ketahuan, bahwa dia sudah mengintip Ayana.
Saat ayana berbalik badan, Ayana menoleh dan di perlihatkan oleh Evano."Apa kau sudah selesai mandi?."Tanya Ayana menghampirinya.
"Aku baru saja selesai...., apa yang kau lakukan di kamar Kayra?."Tanya balik Evano.
"Tidak ada apa apa,aku hanya menidurkan nya saja.Kalau begitu, aku mau mandi dulu dan tunggulah disini.Atau kau mau tidur duluan, silahkan saja."Jawab Ayana langsung menuju ke kamar mandi agar dirinya tidak di tanyakan lagi.
Saat ayana sudah masuk ke kamar mandi.Disisi lain, Evano yang melamun karena merasa curiga kepada istrinya."Pasti ada yang di sembunyikan oleh istriku.Aku harus mencari tahu tentang masalah yang di sembunyikan nya."Ucap batin Evano sambil melipat tangannya.
Dikamar mandi, Ayana yang melamun dan air mengalir di tubuhnya."Kenapa suamiku selalu saja menanyakan pertanyaan yang tidak ingin ku jawab.Apa dia mulai mengetahui masalah yang ku sembunyikan ini."Dalam hati Ayana sambil meremas rambutnya.
"Aku harus berhati hati,agar Evano tidak mengetahui perbuatan ibunya itu.Aku tidak ingin pernikahan ini hancur, karena nanti anakku akan di ejek oleh teman temannya karena tidak memiliki keluarga yang utuh.Aku harus menyembunyikan nya sebaik mungkin."Ucapnya.
Selesai mandi.Ayana yang sudah berpakaian tidur dan tinggal mengeringkan rambutnya yang basah.
"Aku harus mengambil pengering rambut dulu, dikamar ku."Ucap Ayana langsung menuju ke kamarnya.
Di kamar.Ayana langsung mengeringkan rambutnya dan bernyanyi untuk menenangkan dirinya.Ayana tidak tahu bahwa ada Evano yang mengintip dari pintu kamarnya dan tersenyum melihat Ayana bernyanyi.
"Anak itu begitu cantik ketika rambutnya di urai.Aku harus mencari tahu tentang masalah yang di sembunyikan nya."Ucap batin Evano kembali ke kamar nya.
Dikamar Evano.Evano menghubungi seseorang."Halo..., bisakah anda berjaga jaga di rumah saya secara diam diam dan jangan sampai ke keberadaan mu ,diketahui oleh istriku.Bisa di mengerti."Ucap Evano membayar seorang mata mata untuk mencari tahu tentang masalah yang di alami oleh Ayana.
"Baik bos..., saya sebisa mungkin akan melakukan nya dengan baik."Ucap mata mata yang akan di pekerjakan oleh Evano.
__ADS_1
"Baiklah...., uang ya akan ku transfer, jika kau melakukan nya dengan baik.Kalau begitu aku tutup dulu teleponnya."Langsung mematikan ponselnya.
Keesokan paginya.Dimana Evano seperti biasanya sudah pergi duluan.Ayana langsung bangun dan menuju ke dapurnya untuk menyiapkan sarapan ibu mertuanya dan anak nya.
"Apa evano sudah pergi bekerja.Mungkin saja dia sudah pergi, kan biasanya memang jam segini dia pergi bekerja.Yasudahlah."Ucap Ayana sedang memasak untuk sarapan pagi mereka bersama.
Tiba tiba ibu mertuanya datang."Hei..."Panggil tegas ibu mertuanya.
Seketika itu juga Ayana membalikkan badannya dan menghampiri ibu mertuanya."Ya bu..., ada apa?."Tanya Ayana.
"Kenapa kau tidak membangunkan ku kemarin.Kau malah enak enakan makan malam bersama anak ku."Jawab ibu mertuanya dengan tatapan tajam.
"Saya ingin membangunkan ibu.Tapi takutnya ibu malah marah pada saya, karena sudah menganggu tidur nyenyak ibu.Jadi saya tidak membangunkan ibu deh."Jawab Ayana menunduk takut.
"Halah....,alasan aja kamu.Selesai memasak, setrika kan baju saya yang ada di kamar.Jangan lama lama, karena saya mau pergi."Perintah ibu mertuanya dan Ayana hanya bisa mengangguk dan menurut kemauan ibu mertuanya.
"Pagi ma..."Sapa Kayra tersenyum dan menatap wajah Ayana yang sedih.
Mengubah ekspresi ya menjadi ekspresi bahagia.Agar Kayra tidak menanyakan yang aneh aneh kepadanya.
"Pagi juga sayang...., wahhh..., tumben banget udah mandi.Biasanya kan selalu mama yang duluan membangunkan mu."Ucap Ayana tersenyum.
"Kan aku sudah besar ma..., jadi aku ingin mandiri seperti mama.Besok, besok aku akan mandi tanpa mama perintah kan.Bisakan ma."Jawab Kayra memegang tangan Ayana.
"Bisa dong..., kan anak mama hebat.Siapa dulu mama ya."Ucap Ayana ikut bahagia.
"Mama ayana gitu lho..."Jawab Kayra tertawa tipis.
"Kalau begitu mari kita makan dulu.Habis itu baru kita berangkat ke sekolah."Mengambil piring untuk Kayra.
__ADS_1
Kayra pun langsung duduk di kursinya dan melihat Ayana sedang meletakkan nasinya di atas piring nya."Terima kasih banyak ma.."Ucap Kayra langsung mengambil lauk pauk lainnya.
"Sama sama sayang.Makanlah yang banyak, agar kayra tumbuh menjadi orang yang kuat."Ucap Ayana ikut duduk dan menatapnya dengan tatapan bahagia.
"Baik ma..., aku akan makan banyak untuk pertumbuhan ku.Agar aku bisa mengalahkan tinggi mama."Tertawa Kayra langsung memakan sarapan nya.
"Anak ini sudah semakin dewasa, padahal umurnya baru 5 tahun.Tapi sikapnya sudah seperti gadis yang berumur 18 tahun.Persis seperti ayahnya."Ucap batin Ayana menatap wajah Kayra dan Kayra sedang fokus untuk memakan sarapan nya.
Setelah Kayra siap makan."Aku sudah siap ma.Kalau begitu mari kita berangkat ke sekolah ma."Ucap Kayra langsung turun dari kursinya dan meletakkan piring tersebut di pencucian piring.
"Anak mama memang pintar.Kalau begitu mari kita pergi."Jawab Ayana langsung mengambil cardigan nya untuk di pakai.
Merekapun berangkat ke sekolah Kayra.Sesampai sekolah Kayra."Belajarlah dengan baik sayang.Agar kau bisa hidup bahagia kedepannya."Ucap Ayana mengelus rambut nya.
"Baik ma."Jawab Kayra tersenyum lebar dan turun dari mobil nya.Langsung masuk ke sekolahnya.
Ayana pun langsung kembali ke rumah nya.Sesampai rumah, Ayana langsung masuk ke dalam dan langsung masuk ke kamar ibu mertuanya untuk melakukan perintah dari ibu mertuanya.
"Apa ibu di dalam?."Tanya Ayana di luar kamarnya sambil mengetuk pintu nya.
Tidak ada jawaban dan Ayana langsung masuk saja ke dalam, karena tidak ada jawaban.
Di dalam kamar ibu mertuanya."Wah..., banyak banget pakaiannya.Aku harus menyelesaikan semua ini.Hah..."Ucap Ayana menghela nafasnya.
Ayana pun langsung memulai menyetrika pakaian ibu mertuanya."Pakaian ibu mertua cukup bagus juga.Tapi wajahnya tidak sebaik pakaian yang di kenakan ini."Dalam hati Ayana kesal sambil menyetrika pakaian tersebut.
Saat ayana sedang menyetrika.Tiba tiba ponselnya berdering dan kebetulan ponselnya berada di kamarnya."Ada yang menghubungi ku.Aku harus menjawabnya."Ucap Ayana langsung menuju ke kamarnya.
Dia tidak tahu bahwa setrika tersebut belum di matikan dan setrika tersebut masih terletak di baju tersebut dan otomatis baju tersebut hangus dan Ayana tidak menyadarinya.Karena dia bergegas ke kamarnya untuk menjawab telepon tersebut.
__ADS_1