
Ditengah tangisannya.Tiba tiba ada yang mengetuk pintunya."Halo..., apa saya boleh masuk?."Tanya yang tidak lain lagi ialah Evano.
"Itu pasti Evano...., kenapa dia masuk masuk terus sih."Ucap batinnya langsung mengusap air matanya.
"Masuk...."Jawab Ayana langsung merapikan pakaiannya dan mengusap air matanya.
Evano pun langsung masuk kedalam dan langsung duduk disamping Ayana."Ada apa kemari?"Tanya Ayana tanpa ekspresi.
"Aku hanya mau meminta izin padamu, agar aku yang menjemput Kayra.Apa boleh?."Jawab Evano sekaligus bertanya.
"Tidak usah repot repot begitu....,.biar aku saja yang menjemputnya.Mending kamu sama pacar kamu itu dan jangan kemari lagi."Jawab Ayana tidak mau menatapnya.
"Baiklah...., aku duluan dan maaf karena sudah menganggu mu."Jawab Evano langsung keluar dari kamar Ayana.
Saat Evano sudah keluar dari kamar Ayana."Maafkan aku Evano...., aku harus mencueki mu beberapa hari ini.Karena jika memandang wajahmu...., entah kenapa hati ku langsung hancur dan tidak mau menatap mu begitu lama."Ucap Ayana sambil bersiap siap.
"Aku tidak akan merepotkan mu lagi suamiku...., maafkan atas tindakan ku barusan."Ucap Ayana langsung keluar dari kamarnya dan langsung menjemput Kayra.
Setelah beberapa jam menunggu.Ayana pun langsung melihat Kayra yang sudah pulang dan merekapun langsung pulang ke rumah.
Sesampai rumah.Ayana langsung menyuruh Kayra masuk ke kamarnya."Mama kenapa ma...., kelihatannya mama sedang tidak baik baik saja deh.Mama kenapa?."Tanya Kayra.
"Tidak apa apa sayang...., masuklah ke kamarmu dan mandi, juga langsung tidur.Kau mengerti."Jawab Ayana tersenyum untuk menenangkan suasana hati Kayra yang mencemaskan nya.
"Baik mama...., aku duluan dulu."Jawab Kayra langsung masuk kedalam kamarnya tanpa basa basi.
Ayana pun langsung membuka jaketnya dan langsung ke dapur untuk membersihkan piring piring kotor dan menyiapkan makan malam.
Saat Ayana sedang membersihkan piring piring kotor.Tiba tiba ada yang menepuk pundaknya dari belakang dan ternyata ia adalah ibu mertuanya.
__ADS_1
Berbalik badan."Eh..., ibu.Ada apa bu?."Tanya Ayana langsung mengelap tangannya yang basah ke bajunya.
"Nanti malam aku dan Evano akan pergi ke pesta di perusahaannya.Dan kau tidak boleh ikut...., kau mengerti."Jawab ibu mertuanya dengan tajam.
"Kenapa aku tidak boleh ikut bu...., aku ini kan istri sahnya."Tanya Ayana.
"Enak saja kau mau ikut dengan penampilan jelek mu ini....., aku melihatnya saja mau muntah."Ucap ibu mertuanya langsung jujur.
"Baiklah bu...., aku akan mengikuti kemauan ibu."Pasrah Ayana sambil menundukkan kepalanya.
"Baguslah jika kau mengerti...., aku pergi dulu gadis jelek."Ucap ibu mertuanya langsung pergi dan terus menghina dirinya.
"Apa aku sejelek itu Dimata ibu mertuaku ya tuhan."Langsung terduduk dan memasang wajah tersakiti.
"Sudahlah...., lagian kau terus di hina seperti setiap saat.Jadi kau harus kuat Ayana...., kau anggap saja sebagai makanan sehari hari mu."Tersenyum untuk menyemangati dirinya sendiri.
Dia menahan air matanya yang hampir keluar.Sontak Ayana langsung menaikkan kepalanya, agar air matanya tidak jatuh."Sabar Ayana...., kau tidak boleh menangis."Mengkibas kibas air matanya agar tidak terjatuh.
"Eh...., Kayra.Kenapa disini, bukannya mama menyuruh mu untuk tidur?."Tanya Ayana langsung jongkok dan memegang pundaknya dengan kedua tangannya.
"Aku cemas dengan mama dan kenapa mama menaikkan kepala mama.Apa mama mau menangis?."Tanya Kayra terus bertanya.
"Mama tidak kenapa napa kok sayang...., kau tidak perlu khawatir dengan mama.Mama kuat kok."Jawab Ayana tersenyum untuk menenangkan suasana hati Kayra yang kembali cemas kepadanya.
"Katakan yang sebenarnya ma...., aku tidak mau mama berbohong kepadaku.Katakan yang sebenarnya ma?."Tanya Kayra tidak percaya dengan yang dikatakan Ayana.
"Maafkan mama nak."Langsung menangis dalam pelukan Kayra.
"Menangislah semampu mama...., jangan disembunyikan dari Kayra lagi ma.Kayra kan anak mama satu satunya dan mama tidak boleh menyembunyikan masalah mama dari Kayra."Menenangkan Ayana yang menangis dalam pelukannya.
__ADS_1
"Iya sayang...., mama tidak akan menyembunyikannya dari mu lagi.Hikss...., Hikss."Jawab Ayana sambil menangis dan membasahi baju Kayra.
Melepaskan pelukannya."Baju kamu jadi basah begini...., ini semua karena mama.Maafkan mama sayang."Merasa bersalah kepada Kayra karena sudah membasahi pakaian yang baru ia pakai.
"Tidak apa apa mama...., asalkan mama puas dan tidak menangis lagi.Aku jadi merasa lega dan ikut bahagia."Jawab Kayra mengusap air mata Ayana yang masih berada di pipi Ayana.
Memegang tangan Kayra yang sedang mengusap air matanya."Terima kasih banyak sayang...., mama sangat menyayangi mu."Kembali memeluk Kayra dengan sangat bahagia.
"Aku juga menyayangi mama...."Jawab Kayra memeluk erat tubuh Ayana dan ikut bahagia.
Malam pun tiba.Dimana Evano dan ibunya sudah bersiap siap untuk ke pesta perusahaannya."Bu...."Panggil Evano dari kamarnya.
Ibunya langsung menghampirinya."Apa nak..."Tanya ibunya sudah bersiap siap.
"Dimana Ayana..., apa dia sudah siap bu.Tadi aku lupa memberitahukannya dan apa ibu sudah menyampaikannya?."Tanya Evano.
"Ibu sudah mengatakannya kok...., katanya dia tidak mau ikut, karena ada urusan untuk menjaga Kayra dan ibu sudah membujuknya agar ikut dengan kita.Dia tetap tidak mau ikut...., biarkan saja deh."Jawab ibunya berbohong kepadanya.
"Baiklah bu...., mari kita pergi sekarang.sudah mau terlambat nih."Langsung merapikan jasnya dan langsung menyiapkan mobil.
Ayana yang mengintip dari kamarnya di balik pintu."Ibu berbohong kepada Evano, bahwa aku tidak mau ikut karena aku sibuk mengurus anak.Padahal ibu sendiri yang tidak memperbolehkan ku...., sudahlah Ayana.Lagian dia sudah memilik pacar dan mereka akan bertunangan sebentar lagi.Kau harus menjadi kuat.Kau kan Ayana dan kau harus kuat seperti ibu."Kembali menahan air matanya dan menyemangati dirinya sendiri agar tidak menjadi wanita yang lemah.
"Kalau ibu kandung aku tahu, kalau aku diperlakukan buruk disini.Entah bagaimana ekspresi ibu dan mungkin ibu akan langsung terkena serangan jantung."Ucap batin Ayana memandangi mereka dari kejauhan.
Ibu mertuanya pun langsung keluar dari rumahnya bersama Evano yang sudah memanasi mobilnya.Saat ibu mertuanya sudah pergi bersama Evano.Ayana pun langsung pindah tempat ke jendela depan rumah dan mengintip."Pasti Evano akan langsung mengajak pacarnya itu...., huh..."Menghela nafasnya dan hanya bisa pasrah.
"Sabarlah Ayana...., dibalik semua ini, pasti ada kebahagiaan yang menunggu mu."Lagi lagi menyemangati dirinya sendiri.
"Aku harus kembali ke kamar dan menemani Kayra tidur.Pasti dia akan syok..., kalau tahu ayahnya selingkuh."Ucap batin Ayana jadi merasa kasihan kepada anaknya.
__ADS_1
"Jangan sampai Kayra tahu...., kalau papanya...
"Papanya kenapa ma?."Tanya yang tidak lain lagi ialah....