
Tiba tiba ada yang menepuk pundak Evano dari belakang dan ternyata ia adalah ibunya Evano.
Menoleh kebelakang bersamaan."Eh..., ibu.Ada apa kemari?."Tanya Evano.
"Ada apa tante?."Tanya Lia juga.
"Tidak ada apa apa kok nak..., ibu hanya mencari kalian dan menunggu kalian didalam.Mari masuk bersama."Jawab ibunya.
"Baik bu...."Mereka langsung masuk bersamaan.
Diruang tamu.Evano dan Lia langsung duduk di sofanya."Apa kau mau pulang sekarang nak Lia?."Tanya ibu Christina.
"Sebentar lagi bu..."Jawab Lia tersenyum.
"Minum kembali nak minumannya."Ucap ibu Christina.
Setelah beberapa menit.Lia pun pamit untuk pulang."Aku pulang dulu ya tante...., ibu sudah menunggu dirumah."Ucap Lia langsung berdiri dan memberi salam kepada ibu Christina.
"Ya nak..., kau hati hatilah dijalan dan berjumpa lah lain waktu dengan Evano nak."Jawab ibu Christina tersenyum bahagia karena ada Lia.
"Ya tante...., aku duluan dan sampai jumpa lagi Evano."Langsung pergi dan melambaikan tangannya.
Disisi lain.Ayana mengintip dari dapur."Kapan aku seperti Lia...., selalu di sayang dan ibu selalu tersenyum dan tidak pernah tersenyum kepadaku.Kapan aku merasakan kebahagiaan itu."Ucap batin Ayana melihat diam diam.
"Kau masuklah ke kamar mu.Kau pasti lelah nak."Ucap ibunya tersenyum.
"Baiklah bu..., dimana Ayana bu?."Tanya Evano.
"Sudahlah..., kamu masuk saja ke kamar mu sana."Jawab ibunya langsung mendorongnya ke kamar.
"Iya bu...."Hanya bisa pasrah Evano.
"Aku tidak boleh disini dan mengintip mereka.Bisa bisa aku ketahuan ibu dan aku akan di marahinya."Ucap Ayana kembali mengerjakan pekerjaan rumahnya.
Tiba tiba ibu mertuanya menghampirinya."Hei..."Panggil ibu mertuanya.
Berbalik badan."Eh ibu..., ada apa bu?."Tanya Ayana menghampirinya.
"Bersihkan ruang tamu itu..., dan jangan sampai ada sampah sedikit pun."Perintah ibu mertuanya.
__ADS_1
"Tapi tadi baru dibersihkan deh bu..., kenapa langsung kotor?."Tanya Ayana.
Ibu mertuanya langsung menamparnya."Plak...."Bunyi tamparan tersebut.
"Eh..., kenapa ibu tiba tiba menamparku?."Tanya Ayana.
"Pakai nanyak lagi..., ikuti saja perintahku dan jangan membantah perkataan ku.Atau kau akan aku keluarkan dari rumah ini!!."Jawab tegas ibu mertuanya.
"Baik bu..., aku akan membersihkannya."Menurut Ayana dan menundukkan kepalanya.
"Gitu dong...., aku mau tidur dulu dan nanti harus selesai ga pakai lama.Kau paham."Ucap ibu mertuanya.
"Paham bu...."Jawab Ayana masih menundukkan kepalanya karena takut.
"Kalau begitu..., aku duluan.Dadah gadis jelek."Mengejek dan langsung meninggalkannya.
"Sabar Ayana...., kau sudah sering diperlakukan seperti ini dan kau tidak boleh menangis.Kau harus kuat."Menyemangati dirinya sendiri agar kuat.
Diruang tamu."Astaga..., kenapa banyak sampah begini sih dan banyak air yang tumpah disini dan kotor.Padahal aku harus membersihkannya...., sabar Ayana."Langsung membersihkan sofa dan meja meja juga lantai yang kotor.
Setelah beberapa menit.Ayana pun siap membersihkan pekerjaan ruang tamu dan mau membuang sampah tersebut.Saat mau membuang sampah, dia berpapasan dengan Evano suaminya.
"Aku tidak bisa tidur dan aku mau keluar dulu."Jawab Evano menatapnya.
"Kenapa dengan pipimu itu..., kenapa merah begitu dan seperti bekas tamparan?."Tanya Evano fokus ke pipi Ayana.
"Ahh...., ini tidak apa apa kok.Hanya terkena sapu tadi, saat mau menyapu."Jawab Ayana tersenyum untuk menenangkan suasana hati Evano.
"Apa kau berbohong?.Tanya Evano masih terus memastikannya.
"Mana mungkin aku berbohong..., sudahlah.Aku juga tidak mau berurusan dengan mu, mending kau urus pacar barumu."Jawab Ayana langsung membuang sampah.
"Apa dia sakit hati dengan yang aku lakukan kepadanya.Maafkan aku Ayana..., hanya ini yang bisa ku lakukan padamu, agar kau cepat menceriskanku."Ucap batin Evano merasa bersalah kepada dirinya sendiri.
Diluar rumah.Ayana sedang membuang sampahnya.Saat Ayana mau masuk, tiba tiba ada yang menyapanya.
"Halo nona Ayana...."Sapa yang tidak lain lagi ialah ayah Cuky.
Berbalik badan."Eh...., kamu.Kenapa ada disini?."Tanya Ayana.
__ADS_1
"Aku mau menjemput Cuky dan apakah ini rumahmu?."Tanya Jae.
"Iya..., ini rumahku...., apa ini sudah waktunya anak anak pulang ya?."Tanya Ayana.
"Iya..., mas ga tahu sih nona Ayana.Apa mau bareng?."Tanya Jae menawarinya jala bareng.
"Hahahaha...., tidak usah Jae..., aku bisa sendiri kok."Tidak enakan Ayana.
Saat mereka sedang berbincang bincang.Evano mau menyusul Ayana dan dia melihat Ayana sedang mengobrol bersama seorang pria yang tidak ia kenal.
"Siapa dia..., kenapa dia begitu akrab dengan istriku?."Tanya Evano pada dirinya sendiri.
"Biarlah..., lagi pula dia cocok dan dia sangat bahagia saat aku tidak ada.Di berhak bahagia."Ucap Evano tersenyum melihat Ayana yang tersenyum, walau bukan dia yang membuatnya bahagia.
Evano terus memandangi mereka dari pintu dan melihatnya secara diam diam."Kalau begitu saya duluan ya nona Ayana..., apa tidak mau sekalian nih?."Menawarkan kembali Jae.
"Tidak usah Jae...., nanti kamu repot repot lagi.Udah sana..., hahahah."Tertawa tipis Ayana dan mengusirnya.
"Iya, iya..., pakai ngusir lagi."Langsung pergi dan melambaikan tangannya.
Ayana pun ikut melambaikan tangannya dan tersenyum.Ayana pun langsung masuk kedalam rumah.
Saat didalam, Ayana langsung berpapasan kembali dengan Evano."Dia siapa?."Tanya Evano menatapnya.
"Dia teman dari anakku...., jangan memikirkan yang aneh aneh.Aku tidak akan selingkuh, seperti dirimu."Jawab Ayana langsung meninggalkannya sendirian.
"Sebegitu bencinya kah Ayana kepadaku..., apa aku benar benar sudah menyakiti hatinya."Bertanya tanya pada dirinya sendiri.
"Maafkan aku Ayana..., maafkan aku."Kembali merasa bersalah kepada dirinya sendiri.
Ayana pun langsung masuk ke kamarnya dan langsung menangis."Hikss...., Hiksss..., maafkan aku Evano.Aku harus berpura pura cuek kepadamu, agar kau tahu betapa sakitnya rasa yang telah ku rasakan selama ini."Ucapnya berbaring di tempat tidur dalam keadaan menangis dalam diam.
"Entah bagaimana kedepannya akan terjadi.Aku hanya bisa mengikuti alur cerita tuhan dan hanya bisa pasrah dengan alur tersebut."Ucap Ayana menangis dan terus menangis.
"Kapan aku akan sekuat ibu.., sudah ditinggal ayah selama bertahun tahun.Tapi ibu tetap kuat dan tegar dalam menjalani hidupnya.Bahkan hanya tinggal sendirian di rumah besar kami.Aku jadi merasa kasihan kepada ibuku sendiri.Andai dulu, aku mendengarkan kata ibu.Pasti tidak akan terjadi hal seperti ini.
"Aku benar benar menyesal masuk didalam keluarga yang tidak pernah memberikanku kasih sayang sedikitpun kepadaku.Dasar Ayana bodoh..., bodoh."Menjelekkan dirinya sendiri dan menamparnya dirinya sendiri.
Ditengah tangisannya.Tiba tiba ada yang mengetuk pintunya."Halo..., apa saya boleh masuk?."Tanya yang tidak lain lagi ialah.....
__ADS_1