
"Semua ini karena..., karena kemauanku sendiri bu."Jawab Ayana sambil memegangi rambutnya yang dijambak oleh ibu mertuanya.
"Sini kau..., aku akan memberimu pelajaran lagi."Tarik ibu mertuanya langsung menyeret Ayana ke gudang.
"Ampun bu...., jangan memukuli ku bu.Ampun bu..."Deris Ayana ketakutan.
Ibu mertuanya tidak mendengarkan permohonan maaf dari Ayana dan terus menyeretnya ke arah gudang.
Sesampai gudang.Ibu mertuanya langsung melemparkan Ayana dengan keras dan sontak Ayana terjatuh ke bawah.
"Auh...."Kesakitan Ayana dan tangannya terluka karena goresan dorongan dari ibu mertuanya.
"Ini belum cukup sayang...."Ucap ibu mertuanya mencengkram pipinya dengan keras.
Ibu mertuanya menepuk nepuk pipi Ayana.Dan langsung menampar Ayana cukup keras dan membuat hidung Ayana mimisan.
"Ampun bu...., aku tidak akan menyuruh Evano untuk membuang sampah lagi dan aku yang akan membuang sampahnya."Ucap Ayana gemetaran dan bertekuk lutut di bawah kaki ibu mertuanya.
"Jauhkan tangan kotormu itu binatang!!!."Langsung melemparkan Ayana dan menendangnya.
"Auh...., sakit bu.Ampun."Ucap Ayana terus meminta maaf karena kesakitan.
"Sudahlah..., aku juga lelah karena terus memarahimu.Lain kali aku akan melukaimu dan jangan katakan ini kepada Evano, kalau aku melukai mu.Kau mengerti wanita jelek."Ucap ibu mertuanya.
"Baik bu..., baik.Aku tidak akan mengatakannya kepada Evano."Jawab Ayana bertekuk lutut.
"Gitu kan baik..."Menepuk pipi Ayana dan langsung meninggalkannya di gudang sendirian.
Setelah ibu mertuanya pergi."Astaga..., apa sih yang aku tangiskan.Lagi pula..., aku sudah sering begini dan kenapa aku malah menangis.Dasar Ayana bodoh."Kesal kepada dirinya sendiri karena terlalu lemah.
"Bagaimanapun..., aku tidak mau bercerai dari Evano.Aku tidak mau anakku menjadi anak yang selalu diejek oleh temannya.Aku tidak mau."Ucap Ayana marah kepada dirinya sendiri dan mengacak acak rambutnya.
Ayana pun perlahan lahan berdiri dan langsung menuju kamarnya, untuk mengobati lukanya."Auh..., sakit banget."Menahan sakitnya luka yang ada di tangannya.
Saat Ayana sedang mengobati lukanya.Tiba tiba ia mendengar suara wanita dari luar kamarnya.
Diluar kamar."Halo tante..., apa Evano ada dirumah?"Masuk yang tidak lain lagi ialah Lia, yang memulai aktingnya.
__ADS_1
Menghampiri Lia."Eh sayang..., kenapa kau datang kemari?."Tanya ibu Christina berubah 100%, dari sebelumnya.
"Aku hanya merindukan Evano saja bu...., apa dia ada dirumah?."Jawab Lia sekaligus bertanya.
"Aku tidak bisa mengatakannya..., kalau Evano sedang mengantar anaknya.Aku harus memberi alasan yang masuk akal."Ucap batin Christina.
"Tante..., kenapa tante melamun?."Tanya Lia menyadarkannya.
"Eh..., tidak apa apa kok sayang.Kau duduk dululah."Ucap ibu Christina menyuruhnya duduk.
"Jawab dulu pertanyaan ku tadi bu.Kemana Evano pergi?."Tanya Lia kembali.
"Dia sedang keluar sebentar.Katanya ada urusan sebentar..., paling bentar lagi pulang."Jawab ibu Christina berbohong kepadanya.
"Ouh..., aku akan menunggunya disini tante."Ucapnya.
"Baiklah...., tunggu sebentar.
"Ayana...., Ayana...."Panggil ibu mertuanya.
Dari kamar Ayana."Iya bu..., tunggu sebentar.Aku akan kesana."Jawab Ayana dari kamarnya dan langsung merapikan kotak obat.Setelah merapikan kotak obat tersebut.Ayana langsung keluar dari kamarnya dan menghampiri ibu mertuanya.
"Tolong buatkan Lia jus dan ambilkan cemilan yang ada di kulkas.Dia lelah karena kemari..., cepatlah."Jawab ibu mertuanya langsung memerintahkannya.
"Baik bu..."Membungkukkan badannya dan langsung menuju dapur, untuk membuatkan jus.
"Maaf ya nak...., dia memang begitu.Karena dia pembantu disini.Maaf ya nak Lia."Ucap ibu Christina tersenyum.
"Tidak apa apa tante...., aku tenang tenang saja kok."Jawab Lia ikut tersenyum.
Setelah beberapa menit.Jus pun siap dan cemilan sudah di siapkan oleh Ayana.Ayana pun langsung mengantarkannya ke ruang tamu.
Dan di ruang tamu sudah ada Evano yang baru pulang, dari mengantar Kayra sekolah.
"Ini jus dan cemilannya."Ucap Ayana meletakkannya di atas meja.Dan Ayana melirik Evano dan begitu juga Evano yang meliriknya juga."Sudahlah..., cepat kau kembali ke dapur sana.Jangan disini..., bikin bau saja."Ucap ibu mertuanya langsung mengusirnya.
Evano yang tidak bisa berbuat apa apa dan hanya bisa diam dan meliriknya.Sakit hati yang dirasakan Ayana, langsung menyebar luas di dalam benaknya.Ayana langsung pergi ke dapur dan menahan air matanya.
__ADS_1
Didapur."Kenapa ibu begitu sih..., kenapa tuhan.Lagi lagi aku begini dan curhat kepadamu..., hanya diriku sendirilah, tempat curhat dan penopangku."Ucap Ayana mengeluarkan air matanya juga.
"Hikss...., Hisss."Tangis Ayana dengan pelan, agar tidak didengar oleh ibu mertuanya dan itu akan membuat masalah baru.
"Sudahlah...., lagi lagi air mata ini terus jatuh dan terus berlinang.Kau harus semangat Ayana..., kau harus ssmangat, demi anakmu dan masa depan anakmu.Kau harus kuat."Ucap Ayana langsung mengusap air matanya yang terus berlinang.
Disisi lain."Aku minum dulu ya tante."Ucap Lia langsung mengambil jus yang sudah dibuatkan oleh Ayana.
"Silahkan sayang..., coba saja dulu."Jawab ibu Christina.
"Andai saja..., ibu seperti ini kepada Ayana.Aku pasti akan sangat bahagia melihatnya."Ucap Evano melirik mereka berdua dan terbayang Ayana.
"Hei Evano..., kenapa kau diam saja Evano.Kau pasti sedang melihat kecantikan ku ini kan."Merasa percaya diri Lia.
"Siapa juga yang menatapmu.Aku sedang melihat jus nya kok."Jawab Evano.
"Sudahlah..., kalian jangan romantisan disini dong.Ibu jadi cemburu tau."Ucap ibu Christina merasa mereka sedang romantisan, padahal mereka sedang memainkan akting mereka.
Lia melirik Evano dan menaikkan alisnya, sebagai tanda berhasil rencananya.Dan Evano langsung menyadarinya."Tante..., apa kami bisa keluar sebentar.Ada yang mau aku bicarakan dengan Evano tante."Ucap Lia meminta izin kepada ibu Christina.
"Pergilah..., kenapa harus meminta izin kepada ibu... pergilah."Jawab ibu Christina kepadanya.
"Terima kasih banyak tante..., kami pergi dulu.Yuk Evano."Ajak Lia langsung keluar bersama Evano.
"Aku duluan yah bu."Ucap Evano langsung meninggalkan ibunya.
"Nikmatilah keromantisan kalian sayang."Bahagia ibunya.
Diluar rumahnya."Apa yang mau kau katakan dan kenapa harus sampai keluar rumah?."Tanya Evano menjauh darinya.
"Hei..., sudah aku bantu akting, malah marah mulu."Jawab Lia.
"Iya, iya.Kenapa emangnya?."Tanya Evano.
"Tidak ada..., aku hanya mau membuat ibumu percaya, kalau kita benar benar saling mencintai.Agar ibumu tidak curiga denganku."Ucap Lia kepadanya.
"Baiklah..., aktingmu cukup bagus juga.Aku akan mengikuti aktingmu, tapi pakailah akting itu saat ada ibuku atau istriku.Jangan melewati batas mu...., okey."Ucap Evano menaikkan alisnya.
__ADS_1
"Baiklah..., aku mengerti dan jangan terus menceramahiku."Jawab Lia.
Tiba tiba ada yang menepuk pundak Evano dari belakang dan ternyata ia adalah....