Marriage Is Not Beautiful

Marriage Is Not Beautiful
Episode 73: Hanya Bisa Diam


__ADS_3

Sesampai kamar ibu mertuanya. Ayana langsung mengetuk pintu tersebut." Bu, mari makan malam bersama bu." Ucap Ayana dengan lembut, dan tidak mau mengganggunya.


Tiba tiba saja ibu mertuanya langsung keluar, dan menatapnya dengan tatapan tajam." Ada apa sih. Menggangguku saja." Ucap ibu mertuanya tegas kepadanya.


"Ini bu, mari makan malam bersama. Soalnya sudah ada Evano di meja makan." Jawab Ayana tersenyum.


"Anakku sudah kembali. Awas kau." Langsung mendorong Ayana, dan ke meja makan.


Ayana pun terjatuh ke lantai. Dan ia langsung membersihkan pakaiannya yang terkena lantai." Sabarlah Ayana. Tidak ada gunanya juga kamu menangis." Ucap batin Ayana kembali tersenyum, untuk menenangkan dirinya sendiri. Dan langsung menyusul ke meja makan.


"Halo sayang ibu. Apa kamu baru pulang?." Tanya ibunya langsung duduk di kursi Ayana.


"Eh, ibu. Iya bu, aku baru pulang. Dimana Ayana." Jawabnya sekaligus bertanya.


"Aku disini sayang." Jawab Ayana langsung datang dan berdiri di dekatnya.

__ADS_1


"Bu, ini kursi ku bu. Kursi ibu kan disana." Ucap Ayana dengan lembut.


"Duduklah di tempat yang ada. Jangan banyak bicara deh." Jawab ibu mertuanya dengan wajah sinis.


"Baiklah bu." Ucap Ayana tersenyum dan langsung duduk di dekat Kayra.


"Mama jangan sedih ya ma. Ada Kayra disini." Ucap Kayra berbisik dan mengelus tangan Ayana.


"Terima kasih banyak sayang." Jawab Ayana kembali tersenyum.


"Sudahlah. Jangan terus memarahi ibu sayang. Ibu tidak salah, lebih baik kita makan malam bersama saja. Mari." Ucap Ayana membela ibu mertuanya, padahal ibu mertuanya tidak pernah baik padanya.


"Benar yang dikatakan istri mu itu. Mari makan." Ucap ibu mertuanya langsung memakan makan malam miliknya.


"Oh ya nak. Bagaimana dengan hubungan mu dengan Lia?." Tanya ibunya sambil mengunyah makanannya.

__ADS_1


Sontak Ayana sedang fokus makan, langsung mendengar nama Lia. Sontak Ayana mengingat ingatan separuhnya." Eh, Lia. Aku baru ingat, kalau Lia adalah selingkuhan dari suamiku. Astaga, aku sampai melupakannya." Ucap batin Ayana sampai mengerutkan keningnya.


"Bu, jangan tanyakan hal itu disini. Ayana masih sakit, dan bisa saja ia mengingat kembali ingatannya. Dan akan membuatnya sakit lagi bu. Aku mohon bu." Ucap Evano memasang wajah memohon kepada ibunya.


"Baiklah, dan kali ini saja. Besok kita akan membahas soal Lia." Jawab ibunya hanya bisa pasrah karena Evano yang memohonnya.


"Sebegitu penting kah, Lia bagi Evano. Sudahlah Ayana, kamu harus kuat menahan semua ini. Kamu kan orang yang kuat." Ucap Ayana hanya bisa diam.


Kayra yang melihat Ayana, langsung tahu dengan isi hati Ayana. Kayra mengelus tangan Ayana kembali, dan Ayana kembali menatap wajah Ayana." Mama jangan sedih ya ma. Ada Kayra disini." Ucap Kayra berbisik di telinga Ayana.


Ayana mengangguk dan kembali tersenyum, karena ada anaknya mendukung dirinya, dan selalu ada di dalam kesedihannya.


Selesai makan malam." Bu, ini untuk uang bulanan ibu. Dipakai untuk yang baik ya bu." Ucap Evano langsung memberikan uang bulanan kepada ibunya.


"Terima kasih banyak sayang. Kamu memang anak ibu yang paling terbaik deh. Kalau begitu, ibu masuk kamar dulu ya. Dan besok kita harus Membahas soal Lia itu." Bahagia ibunya langsung masuk ke kamarnya, dan meninggalkan mereka bertiga.

__ADS_1


Evano langsung menatap wajah Ayana. Dan Ayana,


__ADS_2