Marriage Is Not Beautiful

Marriage Is Not Beautiful
Episode 27: Perjodohan


__ADS_3

"Aku membuat hiasan di lauk ini ma..., dan aku juga menghias di nasinya ma."Jawab Kayra sambil menunjukkan nasi tersebut.


Tepuk tangan."Wah..., anak memang hebat ya, kalau sudah masalah makanan.Pintarr."Memuji Kayra.


"Terima kasih banyak ma..., kalau begitu Kayra suapi mama."Ucapnya.


"Mama bisa sendiri kok sayang...


"Bisa bagaimana..., mama aja begini.Biar Kayra aja yang suapi mama."Pesawatnya datang..., pyuh."Menirukan gaya pesawat dan langsung masuk ke mulut Ayana.


"Ehm..., enak banget.Terima kasih banyak anak mama."Memeluk Kayra.


"Sama sama mamaku..., makanlah yang banyak, biar mama sehat lagi."Ucapnya langsung menyuapi Ayana lagi dengan gaya yang berbeda beda.Agar Ayana tertawa dan tidak sedih lagi.


Siang pun tiba.Dimana Ayana tidur bersama Kayra dan mereka saling berpelukan.Tiba tiba Ayana terbangun karena mendengar suara orang sedang mengobrol diruang tamu.


Ayana pun keluar.Dan diruang tamu ada teman arisan ibu mertuanya dan seorang wanita muda dan masih cantik.Kalah jauh dengannya."Eh..., itu siapa.Kenapa ada seorang wanita muda di arisan ibu."Ucap batin Ayana bingung.


Membalikkan badannya."Heh pembantu.Cepat buatkan jus dan cemilan.Secepatnya."Ucap ibu mertuanya yang menyadari Ayana sedang melihatnya.Dan ibu mertuanya langsung memerintahkannya.


"Baik bu..., akan saya buatkan."Jawab Ayana menunduk dan langsung menuju dapur.


"Dia pembantu dirumah ini ya tante?."Tanya wanita tersebut.


"Iya nak..., dia pembantu dirumah ini dan dia mempunyai anak.Suaminya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu.Jadi dia bekerja disini dan tinggal disini."Jawab bu Christina berbohong.


"Ouh..., pantas saja."Jawabnya.


"Omong omong nak..., nama kamu siapa?."Tanya bu Christina.


"Nama saya Lia tante."Mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


"Ouh..., nama yang cantik, persis seperti orangnya.Heheheh."Bahagia.


"Terima kasih banyak tante..., saya jadi malu dengan pujian tante."Ucap malu Lia.


"Omong omong..., dimana anak tante?."Tanya Lia.


"Dia sedang kerja di perusahaannya.Tante udah menghubunginya tadi, untuk pulang kerumah, karena ada yang mau tante katakan.Paling sebentar lagi sampai."Jawabnya.


"Ohhh..., baiklah tante."Ucapnya tersenyum.


Disisi lain.Ayana yang melamun sambil membuat jus tersebut."Apa dia wanita yang akan dijadikan menantu lagi oleh ibu?."Bertanya tanya dengan dirinya sendiri.


"Dia sangat cantik, dibandingkan dengan aku ini."Ucap batinnya.


"Aku harus kuat menjalani ini semua..., yatuhan, kuatkan lah hamba mu ini yatuhan."Ucapnya dalam keadaan mata berkaca kaca.


Setelah cemilan dan minuman siap.Ayana langsung mengantarnya ke meja ruang tamu."Cemilan dan minuman anda sudah siap."Langsung meletakkan cemilan dan minuman tersebut.

__ADS_1


Menatapnya."Omong omong..., nama kamu siapa?."Tanya Lia.


"Nama aku Ayana..., kalau nama kamu?."Jawab Ayana sekaligus bertanya.


"Nama aku Lia..., salam kenal."Tersenyum.


"Salam kenal juga..., kalau begitu saya permisi dulu."Langsung meninggalkan ruang tamu.


"Kalau dilihat lihat..., pembantu itu baik juga ya tante."Tersenyum Lia.


"Kau bisa saja Lia..., kalau begitu makanlah cemilan ini, jangan segan segan."Jawab bu Christina.


"Makasih tante."Langsung mencicipi cemilan tersebut.


Saat mereka sedang berbincang.Tiba tiba Evano pulang."Aku pulang..."Langsung masuk kedalam.


"Eh nak..., kau sudah kembali.Sini duduk dulu."Langsung menghampiri Evano dan mendorongnya untuk duduk.


Evano pun terduduk di samping Lia."Ada apa bu..., kenapa ibu menyuruhku pulang?."Tanya Evano sambil memegang tas kerjanya.


"Sebelum itu...., Ayana...."Panggil ibunya.


Langsung datang."Iya bu..., ada apa?."Tanya Ayana.


"Tolong buatkan secangkir jus untuk Evano."Jawab ibu mertuanya memerintah Ayana.


"Baik bu..., sebentar ya."Langsung menuju kedapur untuk membuatkan 1 gelas jus lagi.


"Sssttt..., diam kau.Kau harus menuruti kemauan ibu, atau kau sama saja mengingkari janji ayahmu."Ucap tegas ibunya juga.


Evano pun langsung terdiam dan menunduk.Setelah Ayana menyiapkan jusnya, Ayana pun langsung mengantarkannya ke meja ruang tamu.


"Ini jus anda."Meletakkan jus tersebut kepada Evano.


"Terima kasih."Jawabnya.


"Apa aku boleh pergi?."Tanya Ayana.


"Kau berdirilah didekat pintu kamarmu itu."Jawab bu Christina.


"Baik bu..."Langsung berdiri di pintu kamarnya dan melihat bahkan mendengar jelas perkataan mereka.


"Apa yang mau ibu sampaikan kepadaku.Cepat katakan bu."Kembali menatap wajah ibunya.


"Sabarlah nak.., ibu mau memperkenalkan mu..., ini Lia."Ucap bu Christina.


"Saya Lia..., salam kenal dan nama mu siapa?."Tanya Lia.


"Nama saya Evano."Jawabnya dengan dingin.

__ADS_1


"Minumlah dulu..., agar tensi mu tidak naik dan tidak marah marah terus."Ucap ibunya.


"Baik bu."Langsung meminum jus buatan Ayana.


Ayana terus memandangi mereka sambil menggenggam kedua tangannya.


Evano yang meliriknya dan Ayana juga meliriknya.Sontak mereka bertatapan dan Ayana langsung memalingkan matanya kearah yang berbeda.


"Kalian sangat cocok ketika duduk berdua begini."Tersenyum bu Christina.


"Apa maksud ibu sekarang."Ucap kesal Evano.


"Lia akan menjadi calon istrimu."Ucap ibunya langsung berkata kepadanya.


"Hah..., tapi kan aku sudah punya istri bu."Jawab Evano.


"Istri...."Terkejut Lia.


"Istri."Ikut terkejut ibu Anggraini.


"Plakkk." bunyi tamparan.


"Enak saja kau bilang punya istri.Kau ini belum punya istri, jangan berangan angan deh."Ucap tegas ibu mertuanya.


"Apa ini semua rencana ibu..., apa dengan begini, aku bisa menceraikan Ayana dengan cepat dan dia bisa hidup bahagia, tanpa penderitaan yang dia alami selama ini.Baiklah.., aku akan menyetujuinya."Ucap batin Evano terdiam.


Ayana yang syok, langsung menutupi mulutnya dengan tangan kanannya."Astaga..., ternyata wanita itu, akan menjadi istri kedua Evano.Yatuhan..., cobaan apalagi ini."Mulai berkaca kaca.


"Saya permisi dulu."Ucap Ayana kepada mereka dan langsung pergi kedapur.


Evano yang melihatnya, merasa sangat bersalah dan sangat sangat gagal menjadi seorang suami dan ayah bagi anak dan istrinya.


"Pergi juga akhirnya si jelek itu..., berhasil berarti trik ku ini."Tersenyum tipis bu Christina.


"Mari kita lanjutkan pembicaraan kita lagi ya jeng."Ucap bu Christina kepada bu Anggraini.


"Iya jeng...., lanjut aja."Jawabnya.


"Kami akan menjodohkan kalian dan kalian harus saling mengenal satu sama lain dan saling mencintai."Ucap bu Christina menjelaskannya.


"Sebenarnya aku tidak mau dijodohkan begini..., ini semua karena permintaan ibu.Aku tidak bisa menolaknya."Ucap batin Lia, senasib dengan Evano.


"Bu..., apa aku boleh berbicara berdua saja dengan Lia diluar."Minta izin kepada ibunya.


"Nah..., gitu dong dari tadi.Kan ibunya senang, pergilah."Jawab ibunya langsung menyuruh mereka keluar.


"Mari Lia..., ada yang mau aku sampaikan kepadamu."Ucap Evano langsung keluar dari rumah.


"Baiklah..."Mengikuti Evano.

__ADS_1


Diluar."Apa yang mau kau katakan padaku?."Tanya Lia.


"Sebenarnya....


__ADS_2