Marriage Is Not Beautiful

Marriage Is Not Beautiful
Episode 74: Berbohong


__ADS_3

Evano langsung menatap wajah Ayana. Dan Ayana menaikkan alisnya. Evano tahu kalau Ayana sedang sedih.


"Sayang papa. Mending kamu masuk kamar dulu ya sayang. Ada hal yang mau papa bicarakan dengan mama kamu. Boleh kan sayang." Ucap Evano kepada anaknya.


"Baik pa. Tapi jangan buat mama sedih, atau aku akan memukul papa. Awas saja." Jawab Kayra langsung masuk ke kamarnya dengan memberi kiss malam kepada Ayana.


Setelah Kayra masuk ke kamarnya. Evano langsung mendekat ke Ayana. Dan ia memegang tangan Ayana." Ada apa?." Tanya Ayana ikut menatapnya.


"Maafkan aku sayang. Mungkin ingatan kamu belum kembali. Maafkan karena aku tidak bisa melindungi kamu selama ini. Maafkan aku. Hiksss, Hiksss." Ucap Evano menundukkan kepalanya, di tangan Ayana. Dan ia pun menangis, karena belum bisa menjaga Ayana dengan baik.


"Eh, kamu kenapa menangis sayang. Aku tidak apa apa kok. Kamu jangan menangis begitu dong." Ucap Ayana langsung memegang pipi Ayana, dengan kedua tangannya, dan menatap mata Evano, yang masih berlinang air mata.


"Aku sangat merasa bersalah. Karena tidak menjadi suami yang baik untuk kamu sayang. Maafkan aku." Jawab Evano kembali menangis, dan meneteskan air matanya, tepat di tangan Ayana.

__ADS_1


Ayana langsung memeluknya." Aku tidak apa apa kok. Aku baik baik saja. Dan jangan katakan hal itu lagi. Kamu adalah suami terbaik yang pernah ada di dunia ini. Aku benar benar beruntung, karena mempunyai suami seperti kamu." Ucap Ayana mengelus rambut Evano, dalam pelukannya.


"Aku harus berpura pura masih lupa ingatan." Ucap batin Ayana.


"Omong omong, siapa Lia itu sayang?." Tanya Ayana langsung melepaskan pelukannya kepada Evano.


Evano langsung menatapnya." Bagaimana aku mengatakannya kepada Ayana. Bahwa Lia adalah selingkuhan palsu ku." Ucap batin Evano jadi tidak enakan kepada Ayana.


"Kenapa kamu diam saja. Siapa Lia itu?." Tanya Ayana kembali.


"Kenapa kamu harus bohong kepadaku sih Evano. Padahal aku tidak suka dengan kebohongan dari kamu. Kamu malah bohong kepadaku." Ucap batin Ayana langsung cemberut.


"Kamu kenapa cemberut sayang. Apa aku melakukan kesalahan kepada mu?." Tanya Evano langsung cemas kepadanya.

__ADS_1


"Eh, aku gapapa kok sayang. Aku hanya pusing kepala saja. Pusing ku kambuh lagi." Jawab Ayana mengalihkan pembicaraan.


"Kalau begitu, biar aku antarkan kamu ke kamar kamu ya sayang. Yuk." Ucap Evano mengusap air matanya, dan langsung menuntun Ayana ke kamarnya.


Sesampai kamar Ayana." Sampai sini saja sayang. Terima kasih sudah mengantarkanku." Ucap Ayana tersenyum dan langsung masuk ke kamarnya.


Setelah Ayana masuk ke kamarnya." Aku harus mengerjakan pekerjaan rumah. Aku gak mau kalau Ayana yang mengerjakannya, karena dia masih dalam tahap pemulihan, dan tidak boleh bekerja berat. Jadi, aku yang harus mengerjakannya." Ucap Evano kembali ke dapur, untuk membersihkan piring piring yang kotor.


Di kamar Ayana. Ayana langsung berbaring, dan menatap atas rumahnya." Kenapa hidupku harus begini ya tuhan. Apa aku harus bertahan, atau aku harus menyerah?." Tanyanya kepada tuhan.


"Apa aku harus menceraikan suamiku ya tuhan. Tolong berikan aku jawaban mu dan berikan aku petunjuk dari mu ya tuhan." Ucap batin Ayana tiba tiba meneteskan air matanya.


Sudah begitu banyak rintangan yang Ayana lewati. Tanpa kita ketahui, rumah tangga hancur, karena ibu mertua. Apa yang harus di lakukan Ayana sekarang.

__ADS_1


Apa ia harus menceraikan suami tercintanya. Atau harus bertahan dengan kekejaman ibu mertuanya.


__ADS_2