
"Sebenarnya...., ada yang terjadi di rumah bapak pak."Jawab mata mata tersebut sambil mengatakan dengan pelan pelan.
"Apa ya yang terjadi, katakan dengan jelas?."Tanya Evano kepadanya.
"Saya mendengar sesuatu yang aneh dari gudang pak.Tapi saya tidak mendengar nya dengan jelas, karena suara tersebut agak jauh dari tempat saya pak."Jawab mata mata tersebut.
"Terima kasih banyak.Awasi terus, jika ada sesuatu yang aneh di rumah saya.Kau mengerti."Ucap Evano.
"Baik pak..."Jawab mata mata tersebut.
Disisi lain, Evano yang melipat tangan nya dan melamun."Apa yang terjadi dirumah, aku jadi penasaran.Apa ada yang di sembunyikan Ayana kepadaku."Ucap batin Evano.
Sedangkan disisi lain, Ayana yang melamun dan tiba tiba perutnya berbunyi.
"Kurrrr...., "Bunyi perutnya kelaparan.
"Aduh...., lagi sedih juga.Malah nih perut bunyi pula.Aku makan dulu deh."Ucap batin Ayana sambil memegang perutnya yang keroncongan itu.
Ayana pun langsung menuju ke dapur dalam keadaan badan kesakitan dan Ayana susah berjalan, akibat efek pukulan keras dari ibu mertuanya itu.
Sesampai dapur, Ayana langsung mengambil nasi dan lauk pauk lainnya dan selesai menyiapkan makanan nya.Ayana pun langsung duduk dan makan.
"Kapan masalah ini akan selesai ya tuhan, aku lelah dengan ini semua.Keluarga ku sempurna, tapi hanya satu yang tidak sempurna, yaitu ibu mertuaku."Dalam hati Ayana sambil mengunyah nasinya.
"Sudah jam berapa ini ya.Aku harus menjemput Kayra sekolah."Ucapnya melihat jam dinding.
"Ini sudah waktunya Kayra pulang, aku harus menjemput nya."Ucap Ayana langsung cepat cepat makan.
Setelah Ayana makan, Ayana langsung membersihkan piring tersebut dan langsung menjemput Kayra dengan mobil nya.
Saat menuju sekolah Kayra.Ayana tidak sengaja bertemu seorang anak kecil, yang sedang sendirian di pinggiran trotoar.
"Eh, itu anak siapa ya.Kenapa dia sendirian disitu dan sepertinya dia tersesat deh, aku coba samperin deh."Ucap Ayana langsung memberhentikan mobilnya dan langsung turun dari mobilnya.
Menghampiri anak tersebut."Halo..., apa kau sendirian disini nak?."Tanya Ayana lembut.
"Anak itu hanya menatap wajah Ayana sebentar lalu memalingkan wajahnya.Anak tersebut tidak menjawab pertanyaan yang di katakan Ayana.
"Anak ini mungkin takut kepadaku, karena aku orang asing baginya.Aku harus mencoba membujuk nya.
"Halo nak..., orang tua mu dimana.Apa mau tante antarkan."Tanya Ayana dengan lembut kembali, agar anak itu mau menjawab nya.
__ADS_1
"Aku tersesat tante...., huahhh."Nangis anak kecil tersebut.
"Cup, cup.Jangan nangis ya.Tante disini mau membantu mu, jadi jangan takut dengan tante ya."Jawab Ayana mengelus rambut anak kecil tersebut dan tersenyum.
"Omong omong, nama kamu siapa nak?."Tanya Ayana.
"Nama saya Cuky tante."Jawab anak tersebut dan dia ialah seorang anak cowok.
"Wah..., nama yang bagus ya.Persis seperti orang ya.Yuk tante antarkan ke polisi, agar kau bisa ditemukan oleh orang tua mu.Apa mau tante tunggu disini?."Tanya Ayana jongkok dan memegang tangan Cuky untuk menenangkan nya.
"Saya mau disini saja tante, apa tante mau menemani saya?."Jawab Cuky sekaligus bertanya.
"Baik sayang, akan tante temani disini.Tapi jangan lama lama, okey.Soalnya tante mau menjemput anak tante."Jawab ayam tersenyum lebar.
Cuky pun mengangguk dan tersenyum, karena perilaku yang diberikan Ayana begitu lembut kepadanya.
Tiba tiba ayah dari Cuky datang.Ayana yang menyadari pun langsung berdiri dan berhadapan padanya.
"Ayah..., "Panggil Cuky langsung memeluk ayah nya.
"Anakku...., kau kemana saja.Ayah sudah mencari mu dari tadi."Jawab ayah nya langsung memeluk anaknya.
Mengelus lehernya."Heheheh...., iya.Kebetulan tadi saya mau menjemput anak saya.Terus saya melihat ada seorang anak kecil yang sendirian di trotoar.Jadi saya menghampirinya, untuk menemaninya.Tidak baik anak kecil sendirian di jalanan begini."Jawab Ayana tersenyum.
"Terima kasih banyak nona.Omong omong nama anda siapa?."Tanya ayah Cuky.
"Nama saya Ayana sagita.Panggil saja Ayana.Kalau nama anda siapa ya?."Tanya balik Ayana kepadanya.
"Nama saya Jae hwan.Panggil saja Jae."Jawab Jae ikut tersenyum.
"Nama yang bagus, sama seperti anak nya.Kalau boleh tau, dimana istri anda pak Jae?."Tanya Ayana.
"Hem..., istri saya sedang bekerja.Jadi saya yang mengurus anak kami dan kebetulan saya sedang libur.Biasanya anak kami, diurus kepada nenek saya.Karena kebetulan saya sedang libur, jadi saya punya waktu untuk mengurusnya."Jawab Jae dengan jelas.
"Ouhhh...., mungkin istri anda sangat cantik.Persis seperti anak nya ini.Kalau begitu saya permisi dulu, karena saya harus menjemput anak saya lagi."Ucap Ayana.
"Sekali lagi terima kasih banyak buk Ayana.Hati hati lah dan kirimkan salam saya dengan anak mu."Jawab Jae.
"Sama sama, dan untuk mu Cuky.Tante pergi dulu dan sampai jumpa lain kali ya."Ucap Ayana kembali jongkok dan mengelus rambut Cuky dan Cuky tersenyum bahagia.
"Tante hati hatilah.Dadah tante."Jawab Cuky melambaikan tangannya.
__ADS_1
"Dadah sayang...."Ucap Ayana langsung berdiri dan masuk ke mobilnya.
Ayana pun langsung pergi untuk menjemput Kayra, karena sudah terlambat sedikit.Disisi lain.
"Pa..., tante itu begitu baik.Persis seperti ibu ya ayah."Ucap Cuky tersenyum kepada ayahnya.
"Benar sayang..., kalau begitu mari kita pulang sayang."Jawab Jae menggandeng tangan Cuky.
Disisi lain, Ayana yang sudah sampai di sekolah Kayra dan Kayra sudah menunggu sedikit lama di luar gerbang.
Membuka kaca mobilnya."Sayang...., apa mama terlambat?."Tanya Ayana.
"Tidak mama, kebetulan aku juga baru keluar kok.Heheheh...."Jawab Kayra langsung masuk ke mobil.
Merekapun langsung menuju arah pulang.Dalam perjalanan."Sayang...., "Panggil Ayana sambil menyetir.
Menoleh."Iya ma..., ada apa?."Tanya Kayra.
"Tadi guru kamu menghubungi mama, katanya Kayra mendapatkan peringkat pertama.Apa itu benar sayang?."Tanya Ayana.
"Benar ma..., aku hebat kan ma.Dan katanya akan ada lomba debat di sekolah ma.Apa aku boleh ikut ma?."Jawab Kayra sekaligus bertanya.
"Wah..., itu hebat sayang.Ikut saja nak, agar kamu bisa sukses ke depannya.Anak mama hebat deh."Bahagia Ayana mengelus rambut nya dengan satu tangan nya.
"Kayra gitu dong, anak mama...."Jawab Kayra bahagia.
Tiba tiba Kayra menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak beres di tangan mamanya."Kenapa tangan mama ini?."Tanya Kayra langsung menarik tangan Ayana agar di lihat dengan jelas.
"Tidak apa apa kok sayang..., tangan mama tadi terkena minyak, saat mau menggoreng.Jadi nya begini deh."Jawab Ayana tersenyum untuk menenangkan suasana.
"Lain kali kalau mama mau menggoreng itu, harus hati hati.Mama tau itu."Khawatir Kayra lalu melepas tangan Ayana.
"Baik anak mama...., anak mama sudah besar ya.Sudah mengkhawatirkan mama nya."Bahagia Ayana, karena anaknya sangat mengkhawatirkannya.
"Tentu dong...., Mama jangan membohongi ku ya."Tatap Kayra.
"Maafkan mama sayang, mama harus membohongi mu.Mama tidak sanggup menceritakan nya kepada mu sayang.Sekali lagi maafkan mama nak."Ucap batin Ayana.
"Maa...., kenapa mama diam saja.Mama jangan bohong ya."Ucap Kayra menyadarkan nya.
"Eh..., iya sayang.Mama tidak akan berbohong kok."Tersenyum Ayana kembali.
__ADS_1