Marriage Is Not Beautiful

Marriage Is Not Beautiful
Episode 25: Antara Ibu Atau Istri


__ADS_3

"Sebenarnya mama..., mama tidak apa apa kok sayang.Hanya kelelahan sedikit."Jawab Ayana tersenyum untuk menenangkan suasana hati Kayra.


"Mama jangan terlalu lelah dan kalau mama butuh bantuan..., katakan saja pada Kayra.Kayra siap membantu mama."Ucap Kayra terus menggenggam tangan Ayana.


"Terima kasih banyak sayang...., mama sayang Kayra."Peluk Kayra dengan erat.


"Aku juga sayang mama..."Ucap Kayra bahagia.


"Aku keluar dulu..., kalau kalian mau mengobrol lagi silahkan."Ucap Evano langsung keluar dari kamar Ayana.


Setelah Evano keluar dari kamar Ayana.Kayra langsung menatap wajah Ayana.


"Kenapa menatap mama dengan tatapan begitu?."Tanya Ayana bingung.


"Apa ini semua perbuatan ibunya ayah ma?."Tanya balik Kayra.


"Ehmm..."Mengangguk Ayana, karena anaknya sudah tahu soal sifat asli neneknya.


"Kenapa nenek selalu saja begitu kepada mama.Padahal mama kan wanita, aku sangat kasihan kepada mama.Hiksss...."Menangis Kayra karena kasihan kepada Ayana.


"Cup cup..., jangan nangis dong sayang.Kalau Kayra nangis, mama jadi ikutan nangis nih."Ucap Ayana tidak tega melihat anaknya menangis.


"Kenapa mama tidak cerai saja dengan papa?."Tanya Kayra tiba tiba menanyakan hal yang tidak masuk akal.


Ayana terdiam."Bagaimana dengan sekolahmu sayang?."Tanya Ayana mengalihkan pembicaraan.


"Baik banget ma..., aku bermain dengan Cuky ma..., sangat seru tau ma."Bahagia Kayra.


"Wah..., Kayra sudah semakin dekat dengan Cuky ya.Mama jadi ikutan happy dengannya."Ikut bahagia Ayana.


"Kalau begitu Kayra mandilah dulu dan kita makan bersama.Bagaimana?.


"Oke mama..., mama jangan kelelahan banget.Mama istirahatlah sebentar, selagi aku mandi.Dah ma..."Ucap Kayra langsung meletakkan tasnya dan masuk ke kamar mandi.


Saat Kayra sedang mandi."Anakku memang masih kecil..., tapi pemikirannya sudah sepeti orang dewasa.Anak yang begitu cerdas..., hanya dialah tempat bersandarku sekarang."Ucap Ayana berbaring ditempat tidur dan mulai memejamkan matanya.


Disisi lain.Evano yang melamun disofanya."Apa yang harus kulakukan sekarang.Apa aku harus mengikuti kemauan ibu..., jika aku mengikuti kemauan ibu.Aku akan menyakiti hati Ayana.Tapi jika aku tidak mengikuti kemauan ibu..., Ayana akan terus disiksa oleh ibu dan aku akan mengingkari janji terakhir ayahku.Arghhh...."Kesal Evano dengan dirinya sendiri hingga mengacak acak rambutnya.

__ADS_1


"Lebih baik aku ke makam ayah aja deh..., sekalian curhat sama ayah."Ucapnya langsung keluar dan menuju ke makam ayahnya.


Sesampai dimakam.Evano langsung turun dari mobilnya dan menuju ke makam ayahnya."Ayah..., aku datang.Bagaimana kabar ayah disana..., pasti baik baik saja kan yah."Ucap Evano jongkok dan mengelus batu nisan ayahnya.


"Aku mau curhat nih ayah..., aku bingung, aku lagi dapat masalah dirumah dan aku benar benar sangat bingung untuk memecahkan masalahnya."Curhat Evano kepada almarhum ayahnya.


"Masa mama menyuruhku menikah lagi dan aku tidak boleh membangkang perkataan ibu karena permohonan terakhir ayah itu.Aku jadi kesal dengan permohonan ayah itu.Gara gara ayah aku jadi begini..., jadi gimana dong ayah.Aku harus apa."Kesal Evano kembali kepada dirinya sendiri.


"Masa aku harus menjauhi Ayana dan anakku.Dan berselingkuh dibelakang Ayana..., aku tidak tega ayah.Tapi jika aku tidak melakukannya..., Ayana akan menderita selamanya.Aku tidak mau seperti ayah.Hiksss."Menangis Evano sambil berbicara dan kesal.


Mengusap air matanya."Ayah pasti akan mengira aku pria yang cengeng dan bodoh.Aku capeh ya..., belum lagi aku harus mengurus perusahaan dan yang lainnya.Tapi aku akan kuat dan aku akan menunggu saran ayah besok.Aku tunggu itu ayah."Ucap Evano berdiri dan meletakkan bunga di batu nisan ayahnya.


"Aku pergi dulu ayah..., sampai jumpa disana."Ucapnya langsung meninggalkan makam tersebut.


Evano pun langsung pergi dari pemakaman tersebut dan kembali ke rumah."Fyuhh..., aku tidak boleh terlihat sedih."Mengusap air matanya dan langsung masuk kedalam rumah.


"Krekk...."Bunyi pintu terbuka.


Saat Evano masuk.Dia melihat Ayana dan Kayra sedang makan bersama di ruang tamu sambil menonton televisi.


"Papa ada urusan tadi sayang..., apa Kayra sedang makan?."Tanya balik Evano sambil menatapnya.


"Iya nih pa..., apa papa mau makan bareng aku dan mama?."


"Tidak usah sayang..., papa capeh nih, mau tidur dulu."Jawab Evano.


"Okey pa..., papa tidurlah dengan nyenyak."Ucapnya.


"Iya sayang...., papa masuk dulu."Jawab Evano langsung masuk kedalam kamar dan dia bertatapan sebentar dengan Ayana.Setelah itu diapun langsung masuk kedalam kamarnya.


"Apa yang terjadi dengannya..., aneh banget?."Ucap batin Ayana bengong.


Kayra menghampirinya."Ma..., mama kenapa melamun."Melambaikan tangannya di wajah Ayana.


"Eh..., iya sayang.Tidak ada apa apa kok sayang..., kalau begitu mari kita sambung makan kita dan nonton film lagi."Jawab Ayana tersenyum.


"Okey ma..."Jawabnya.

__ADS_1


Disisi lain.Dimana ibu Christina menghubungi teman arisannya yaitu buk Anggraini.


"Halo jeng..., lagi sibuk ga?."Tanya ibu Christina dari ponselnya.


"Ga nih jeng..., saya lagi ga sibuk.Ada apa emangnya jeng?."Tanya balik buk Anggraini.


"Ini..., soal teman kamu itu lho, yang mempunyai anak perempuan.Saya mau menjodohkannya dengan anak saya.Kan kemarin itu kita ada bahas soal itu."Jawab bu Christina tersenyum.


"Ouh..., soal anak teman saya..., namanya Lia.Kenapa tiba tiba mau menjodohkannya jeng?."Tanya buk Anggraini.


"Tidak ada apa apa..., sepertinya anak saya mau menerima perjodohan itu.Bagaimana kalau besok suruh bertemu di cafe."Jawab bu Christina.


"Wah..., kebetulan banget tu.Kalau begitu kirim aja alamatnya jeng dan besok kita akan berjumpa."Bahagia buk Anggraini.


"Aman jeng..., kalau begitu saya matikan ponselnya ya."Ucap bu Christina ikut bahagia.


"Iya jeng....


Langsung mematikan ponselnya."Kita lihat saja..., kau akan merasakan penderitaan yang begitu menderita dikehidupan mu."Ucap bu Christina membahas Ayana sambil mengepalkan tangannya.


Keesokan harinya.Dimana Kayra libur sekolah karena hari minggu.Dan Ayana langsung bersih bersih seperti biasanya dan Kayra ikut membantunya."Mari aku bantu ma..., karena kebetulan aku libur.Aku bisa membantu mama."Ucap Kayra menyapu rumah.


"Terima kasih banyak sayang..., kau memang yang paling mengerti mama.Sapu aja ya..., biar mama yang mencuci piring."Jawab Ayana sangat bahagia.


"Oke ma....


Saat Ayana didapur dan Kayra sedang menyapu di ruang tamu.Tiba tiba ibu mertuanya keluar dari kamar dan melihat cucunya yang sedang menyapu ruang tamu.


Sontak Kayra menatapnya."Eh nenek..., pagi nek."Sapa Kayra tersenyum.


"Ga mamanya..., ga anaknya, sama aja nyebelinnya.Awas kau!!."Tegas kepada Kayra dan membentaknya.


"Maaf nek..., maaf membuat nenek marah begini."Takut Kayra.


"Kenapa kau menyapu disini hah....


"Itu....

__ADS_1


__ADS_2