
"Apa kamu menangis?." Tanya Ayana menatapnya.
"Ehm, aku gak nangis kok. Tadi ada hewan masuk saja, jadi gini deh." Jawabnya tersenyum, agar Ayana tidak curiga dengannya.
"Ehm, iya deh. Dimana yang lainnya.?" Tanyanya.
"Mereka sedang mandi di kamar mandi. Omong omong, bagaimana keadaan kamu sekarang, apa sudah membaik?." Jawabnya sekaligus bertanya.
"Sudah sedikit baik kok." Jawabnya tersenyum.
"Kenapa kamu bisa jatuh begini sih sayang. Kan aku jadi khawatir dengan mu?." Tanyanya cemas.
"Tadi aku mau kembali melihat taman, dan ternyata saat mau turun, kaki aku menginjak selimut bawah. Jadinya jatuh deh" Menjelaskannya.
"Kalau butuh sesuatu, seharusnya kamu hubungi aku." Ucapnya sambil mengelus tangan Ayana dengan lembut.
"Iya." Jawabnya sambil menganggukkan kepalanya.
"Bagaimana kalau kita ke taman hiburan." Ucap Evano menatapnya.
"Taman hiburan. Sepertinya, aku pernah mendengarkan kata kata itu." Ucap Ayana memikirkannya.
Ayana pun seperti mengingat kembali masa lalunya, bersama anaknya, tentang bermain di taman hiburan.
Seakan akan, ingatan itu kembali lagi kepada Ayana.
"Auh," Kesakitan Ayana sambil memegang kepalanya.
"Eh, kamu kenapa. Apa nya yang sakit?." Tanyanya langsung berdiri dan panik.
"Kepalaku sangat sakit. Saat kamu menyebutkan tempat itu. Sepertinya ada bayang bayang di kepalaku." Jawab Ayana masih kesakitan.
"Maafkan aku. Aku tidak bermaksud berkata lain. Maafkan aku." Ucap Evano jadi merasa bersalah.
"Gapapa kok. Lagian ini juga bukan kesalahan kamu. Jangan mencoba menyalahkan diri mu. Jawab Ayana sambil tersenyum.
"Terima kasih banyak sayang. Kamu memang wanita yang paling baik. Ucapnya ikut tersenyum.
"Kamu istirahat dulu deh. Daripada sakit kepalanya lebih sakit lagi. Nanti kamu kelelahan lagi." Ucap Evano sambil mengelus rambut Ayana.
"Baiklah, terima kasih banyak." Tersenyum Ayana dan kembali berbaring dan menutup matanya.
"Maafkan aku, mungkin kamu merasakan sakit yang begitu sakit. Pasti karena perbuatan ku di masa lalu. Maafkan aku sayang." Ucap batin Evano merasa bersalah.
__ADS_1
Saat Ayana sudah tidur, dan Evano sedang mengelus tangan Ayana. Tiba tiba ada yang masuk, dan dia adalah Jae, bersama anak anak.
"Pagi." Sapa Jae sudah harum bersama Kayra dan Cuky.
Sontak Evano langsung menatap ke arah mereka." Halo sayang." Panggil Evano kepada Kayra.
"Halo papa." Langsung memeluk Evano.
"Kamu harum banget sayang. Papa sampai kagum kepada mu." Ucap Evano terus mencium bau badan Kayra.
"Hahaha, ya dong pa. Namanya paman Jae yang memandikan kami. Jadi harum deh, yakan Cuky." Jawabnya sambil mengedipkan matanya.
"Tentu dong." Jawab Cuky sambil memberikan jempol.
"Bagaimana dengan keadaan Ayana sekarang pak?." Tanya Jae langsung berdiri di sampingnya.
"Dia sudah membaik. Dan dia butuh istirahat dulu. Jadi jangan ada yang mengganggunya." Jawab Evano.
"Baiklah pak Evano. Kalau begitu, mari kita keluar dulu yuk Cuky dan Kayra." Ucap Jae langsung mengajak mereka berdua jalan jalan.
"Yuk paman." Ucap Cuky dan Kayra langsung keluar bersama Jae dan mereka bergandengan tangan bersama.
Sedangkan Evano tetap berada disisinya dan terus memegang kedua tangan Ayana.
Tiba tiba ponselnya berdering. Sontak Evano langsung mengangkatnya." Halo." Panggilnya.
"Kamu dimana sayang. Ini ibu?." Jawab ibunya sekaligus bertanya.
"Aku, aku sedang ada di suatu tempat bu. Kami ada rapat penting bu. Udah dulu ya bu, aku sangat sibuk." Jawabnya langsung mematikan ponselnya.
"Maafkan aku bu, maaf karena aku sudah membohongi mu." Ucapnya kembali merasa bersalah.
Siang pun tiba. Dimana Evano kembali ke perusahaannya dan Jae yang gantian menjaga Ayana.
Ayana pun langsung bangun dan melihat sudah berganti orang lain lagi." Eh, Jae. Dimana Evano?." Tanyanya langsung duduk.
"Dia sedang ada di perusahaannya. Kan aku sudah ada disini, jadi kamu tidak perlu takut." Jawabnya langsung duduk, setelah menidurkan Kayra dan Cuky di sofa.
Ayana pun melirik anak anak." Dia sangat baik kepada Kayra. Dia sangat baik, menjadi seorang ayah. Kenapa hatiku, lagi lagi berdetak dengan kencangnya. Astaga." Langsung geleng geleng kepala.
"Kamu kenapa. Apa ada yang sakit." Langsung memeriksa kepala Ayana.
"Aku tidak apa apa kok. Aku hanya mau makan semangka dingin. Apa disini ada semangka dingin?." Jawabnya sekaligus bertanya.
__ADS_1
"Ada dong, tunggu ya nona." Langsung keluar ruang istirahat dan langsung pergi mencari semangka dingin.
"Dia benar benar mencarinya. Padahal tadi aku hanya bercanda. Tapi dia malah menganggapnya dengan serius. Entah dia akan dapat atau tidak tuh. Sungguh pria yang terlalu peka." Senyum senyum sendiri.
Setelah menunggu beberapa menit. Akhirnya Jae datang dan membawa semangka dingin, asli dari si penjual." Semangka dingin datang nona." Langsung duduk di sampingnya dan memberikan semangka tersebut kepada Ayana.
"Padahal aku tadi hanya bercanda. Eh, kamu beneran membelinya. Aku jadi tidak enakan nih." Jawabnya tidak enakan.
"Kau gak enak, yaudah buat aku aja." Ucapnya membuat candaan.
"Eh, iya, iya. Aku ambil deh. Dan gak akan segan lagi." Ucapnya langsung mengambil semangka yang diberikan Jae.
"Terima kasih banyak Jae. Kamu yang paling baik deh." Tersenyum bahagia dan mulai memakan sedikit demi sedikit semangka tersebut.
"Sama sama nona. Yang penting, kami bisa secepatnya sembuh." Ucap Jae ikut tersenyum dan terus memandang wajah Ayana.
Saat Ayana sedang makan. Tiba tiba nempel biji semangka tersebut, ke pipi didekat bibirnya.
Ayana yang tidak mengurusinya, malah sibuk melahap semangkanya." Tunggu." Menahan tangan Ayana yang mau melahap semangkanya kembali.
Sontak Ayana menatapnya. Ada apa?. Tanyanya kebingungan.
Jae langsung mendekatinya dan langsung mengusap bibir Ayana yang belepotan karena biji semangka tersebut.
"Ini, biji semangkanya nempel di pipi kamu semua. Aku hanya membantu mengusapkannya." Ucap Jae kembali menjauh dan duduk kembali.
"Eh, maaf deh." Jawabnya.
"Aku kira, dia mau melakukan sesuatu kepadaku. Dasar Ayana, apasih yang kau pikirkan ini." Pipinya sontak memerah dan ia langsung menundukkan kepalanya.
"Kau kenapa. Kenapa menundukkan kepala mu?." Tanya Jae bingung.
Langsung menaikkan kepalanya." Gapapa kok. Heheheh." Tersenyum agar Jae tidak curiga dengannya.
"Kau sangat aneh hari ini. Apa karena kau didalam ruangan ini saja. Bagaimana kalau nanti sore kita bermain di taman. Kan sekalian, biar kamu ga bosan juga, karena di ruangan ini." Ucap Jae sambil menaikkan alisnya.
"Baiklah. Omong omong, dimana istri kamu?." Tanya Ayana karena lupa ingatan.
"Oh ya, kamu kan lupa ingatan, jadi tidak ingat dengan curhatanku. Mending ga usah aku ceritain dulu deh, takutnya kamu ingat dan membuat kamu pusing kembali. Nanti ga bisa cepat cepat pulang deh." Jawab Jae langsung berdiri dan mengelus rambut Ayana.
"Kalau aku kesakitan. Apa kau sekhawatir itu kepadaku?." Tanyanya.
Sontak Jae terhenti dan membalikkan badannya." Aku,
__ADS_1